Teroris Penyerang Markas Poldasu Libatkan Wanita


Medan-Penyerangan di markas Poldasu yang mengakibatkan tewasnya seorang  personel polisi diduga libatkan seorang wanita.

Selain itu ada empat lainnya termasuk dua pelaku teror yang terjadi di hari raya Idul Fitri.  

Kepada wartawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di RS Bhayangkara Medan, Minggu (25/6) malam menyebut, bahwa seorang perempuan yang diamankan itu adalah istri dari pelaku Syawaluddin Pakpahan.


Kelimanya, lanjut Kapoldasu, terlibat dalam aksi penyerangan. 

"Kelima orang itu antara lain, empat ditengarai rekan dua terduga teroris Ardial Ramadhan dan Syawaludin Pakpahan, penyerang Markas Polda Sumatera Utara; dan seorang wanita istri Syawaludin Pakpahan," sebut Kapolda Sumut.

Penangkapan itu adalah hasil pemeriksaan terhadap Syawaludin Pakpahan, seorang tersangka penyerang yang hidup, meski terluka akibat ditembak polisi. Semua masih diperiksa intensif di Markas Polda Sumatera Utara.

"Sudah ada diperiksa, juga istrinya (Syawaludin) untuk kegiatan sehari-hari, termasuk keberadaan propaganda. Identitasnya nanti saya kabari. Mereka ditangkap di lokasi berbeda di Kota Medan," ujarnya.

Rycko menjelaskan, kelima orang itu memiliki peran masing-masing dalam membantu aksi penyerangan yang menewaskan seorang polisi. Di antaranya, ada yang membantu dalam proses perencanaan, memperbanyak dokumen-dokumen propaganda, memperbanyak video tentang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan lain-lain.

Diberitakan sebelumnya, dua orang menyerang pos penjagaan Markas Polda Sumatera Utara di Medan pada Minggu dini hari, 25 Juni 2017. Mereka sempat berkelahi dengan dua personel yang berjaga. Seorang polisi, Aiptu M Sigalinging tewas diserang dengan senjata tajam.


Seorang pelaku, Ardial Ramadhan, warga Jalan Makmur, Medan, ditembak mati. Syawaludin Pakpahan ditembak pada bagian paha oleh polisi yang juga sedang berjaga di Markas Komando. (Syaf/int)

Subscribe to receive free email updates: