TANJUNGBALAI- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 Masehi, Ternyata banyak makanan dan minuman dari luar negeri yang dijual bebas di pasar tradisional di Kota Tanjungbalai.
Petuga dari Disperindag melakukan razia makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional dan pertokoan di Kota Tanjungbalai.



Itu sesuai hasil temuan petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungbalai saat melakukan pengecekan dan monitoring terhadap barang makanan dan minuman serta bahan pokok yang dijual disejumlah toko serta pasar tradisional di Kota Tanjungbalai, Rabu (7/6).


Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangang Kota Tanjungbalai Arman SPd mengungkapkan pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi makanan dan minuman kadaluarsa serta untuk mengetahui lonjakan harga pasar.

"Mengingat biasanya temuan barang produk makanan ilegal dan kadaluarsa kerap masuk dan meningkat harga pasar menjelang lebaran Idul Fitri maka kita lakukan monitoring ke pasar," ujar Arman.

Arman juga mengungkapkan  dalam pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya menemukan banyak produk makanan dan minuman dari luar negeri terutama dari negara jiran Malaysia yang masuk ke Indonesia yang tidak memiliki izin dari Bandan Pengawasan Obat dan Makanan (Pom).

Maka selanjutnya produk makan ilegal yang ditemukan tersebut didata dan akan dilaporkan ke BPOM sumut untuk ditindaklanjuti.


"Setelah kita data maka akan kita laporkan ke BPOM untuk ditindak lanjuti," katanya.


Selain itu kata Arman, atas temuan ini pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat sebelum membeli makanan baik itu berupa bingkisan, patut memeriksa kondisi produk makanan untuk menghindari makanan kedaluarsa.

"Untuk itu masyarakat harus teliti sebelum membeli, jangan terkecoh dengan harga murah," ucapnya.


Sementara itu terkait harga sembako, Arman menjelaskan belum ada tanda-tanda kenaikan harga.
Meski nantinya ada kenaikan harga sebagai upaya mentralisir harga-harga kebutuhan di pasar, pihaknya akan mengadakan operasi pasar murah disetiap kecamatan di Kota Tanjungbalai.


"Untuk menetralisir harga-harga kebutuhan di pasar, kita akan melakukan operasi pasar murah di 6 kecamatan dan ini kita lakukan pada pertengahan bulan ramadan ini," ucapnya. (syaf)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.