Waduh, Wanita Asal Aceh dan Padangsidimpuan Ini Nekat Edarkan Ekstasi


MEDAN –  Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sunggal menangkap empat orang pengguna dan pengedar narkoba dari tempat berbeda. Menariknya, dalam komplotan ini, polisi menangkap dua orang wanita yang merupakan warga Aceh Tamiang dan Padangsidimpuan. Dari tangan salahsatunya ditemukan puluhan butir ekstasi.


Fika Sirait warga Aceh Tamiang dan Oktavia warga Padangsidimpuan yang menjual ektasi.




Informasi dihimpun, kedua wanita yang ikut terjaring dalam komplotan pengedar narkoba tersebut adalah Fika Sirait (29) warga Aceh Tamiang dan Oktavia (24) warga Padangsidempuan. Dari tangan kedua perempuan ini, Unit Reskrim Polsekta Sunggal yang melakukan penangkapan mengamankan barang bukti 79 butir pil ekstasi.

"Mereka ditangkap dari rumah kos di Jalan S Parman, Gang Pasir, Kecamatan Medan Baru. Saat kami gerebek, barang bukti pil ekstasi itu disembunyikan di dalam kepala carger yang ada di dalam tas merah," ungkap Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Nur Istiono, Minggu (18/6).

Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan pihaknya dari tersangka Budiman alias Abeng (44), tetangga Fika dan Oktavia. Dari tangan Abeng, polisi menyita barang bukti paketan sabu yang disimpan di bawah jam tangan.

Sementara itu, ditangkapnya Abeng merupakan hasil pengembangan dari tersangka Sugandi (31), warga Jalan Balam, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Sunggal.

“Sementara dari Sugandi kami menyita plastik klip transparan dan alat hisap sabu yang baru saja digunakannya. Informasi soal Sugandi kami dapat dari warga. Jadi penangkapan ketiga tersangka merupakan pengembangan dari Sugandi yang merupakan pengedar narkoba," ungkap Istiono.

Sugandi sendiri ditangkap polisi saat sedang menikmati sabu di Jalan Seroja, Kelurahan Sei Sekambing, Kecamatan Sunggal. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan kepada dua tersangka wanita yang diamankan. Namun, kata Nur, keduanya masih bungkam soal siapa pemasok ekstasi ke mereka.

"Dua tersangka perempuan itu belum mau menyebutkan siapa pemasok ekstasinya. Mereka beralasan, baru beberapa bulan menjual pil tersebut," kata Istiono menyebutkan para tersangka ditangkap pada Kamis (15/6) malam di tempat terpisah. (syaf)