Aneh, 42 Sepedamotor dan 6 Mobil Dinas Hilang di Dinas Kesehatan Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR-Ada yang aneh di Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar. Sesuai haril temuan Badan Pemeriksa Kuangan (BPK) cabang Sumatera Utara tahun anggaran 2016 ada 42 kereta dan enam mobil yang merupakan kendaraan dinas hilang di dinas tersebut.


Dalam LHP itu disebutkan, aset tetap peralatan dan mesin berupa kereta sebanyak 42 unit yang disajikan dalam KIB B belum lengkap pada Dinas Kesehatan sebesar Rp313.822.000 serta 6 unit mobil dan 1 unit mesin pompa tidak diketahui keberadaannya sebesar Rp38.050.000.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Siantar, dr Ronal Saragih berkilah ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/7) bahwa ke-42 unit kendaraan roda dua yang menjadi temuan itu, saat ini berada di bagian belakang kantornya.

“Itunya di belakang, cuma surat-suratnya yang nggak ada karena dulu itu dari Kementerian Kesehatan. Dulu hanya barang dikasih, tapi suratnya nggak tahu kita di mana,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, puluhan kendaraan tersebut saat ini sudah rusak dan tidak bisa lagi dipakai.

 “Begitu juga dengan 6 unit kendaraan roda empat. Ada beberapa unit yang terparkir di belakang dan itu dari Kementerian Kesehatan juga,” ujarnya.

Dalam hal ini, sebut Ronal, pihaknya telah mengusulkan agar dihanguskan. Namun terbentur dengan surat-suratnya, sehingga tidak bisa dihanguskan. Disinggung, soal 1 unit mesin pompa yang juga menjadi temuan BPK, Ronal mengaku kurang mengetahuinya.

“Nggak tahu aku yang mana itu, pompa apa sekarang ini? Pengadaan tahun berapa itu? Karena dulu pernahnya Dinas Kesehatan buat pompa air,” dalihnya lagi.

Menurutnya, bisa saja pompa tersebut hilang sejak lama, hanya saja sulit menghanguskannya lagi, sehingga menjadi temuan.

“Nantilah saya lihat dulu ya, soalnya LHP BPK-nya pun belum ada samaku,” tutupnya.

Berbeda dengan keterangan Kepala Inspekorat Dontes Simatupang yang dikonfirmasi pada kesempatan berbeda.

Saat ditemui usai penyampaian Nota Pengantar Walikota Siantar terhadap Ranperda di Ruang Sidang DPRD Kota Pematangsiantar, Jumat (7/7) Dontes mengatakan, sejumlah kenderaan yang hilang tersebut merupakan aset Pemko dan bukan aset dari Kementerian Kesehatan seperti yang disampaikan Ronald Saragih.

Dilaporkan Ke Polisi Bahkan, kendaraan roda yang hilang menjadi temuan BPK sebagai aset Pemko, khususnya sepedamotor banyak yang dipakai keluarga dari pada pemilik kendaraan dan kemudian hilang di 1 tempat, lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Hasil pemeriksaan kita, bukti laporan ke Polisi sudah ada kita pegang dan kita harapkan dibuatkan nanti untuk pengembalian. Di LHP BPK sudah dibuatkan agar dibentuk tim, sehingga pengembalian kendaraan tersebut dan melalui uang,” ujarnya.

 Lebih lanjut dikatakan Dontes, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan ada surat hilang dari pihak kepolisian, yang menyebutkan bersangkutan telah melapor.

“Berdasarkan data yang ada pada kita, hilangnya dilaporkan pada tahun 2016. Namun kita tidak tahu hilangnya pada tahun 2015 dilaporkan di 2016,” katanya.

Dalam hal ini, sambung Dontes lagi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara khusus terhadap laporan hilangnya barang di Pemko dan khusus di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Dalam hal ini tim akan menghitung berapa kerugian Pemko dan hasil dari tim akan dipakai kepada si pemakai dan SKPD,” ungkapnya.

 Lebih lanjut dikatakannya, terkait LHP BPK tersebut pejabat akan menindaklanjuti dan diberikan waktu 60 hari. Kemudian, banyak pejabat yang mengembalikan rekomendasi BPK dan ditindaklanjuti dengan Surat Walikota. Namun bagi yang belum menindaklanjuti, akan didorong agar segera mengembalikannya dalam jangka waktu 60 hari.

“Kalau belum diselesaikan segera disampaikan ke Plh Walikota melalui Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) dan akan ditetapkan,” katanya.

Sementara, mengenai sejumlah mantan pejabat yang belum mengembalikan asst Pemko dan menjadi temuan BPK telah dikoordinasikan dengan Bagian Aset agar menarik mobil dinas yang masih dipakai sejumlah mantan pejabat.

“Mengenai mobil dinas yang masih dipakai sejumlah mantan pejabat Pemko, akan kita tarik dari yang bersangkutan. Namun sebelumnya dilakukan dahulu pendekatan untuk mengembalikan, kalau tidak mau baru disurati,” sebutnya.

Disinggung soal Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) telah berulang kali menyurati sejumlah mantan pejabat tersebut, Dontes mengatakan, ke depan pihaknya akan membicarakan dan turun untuk menindak.

“Soal pidana, jadi artinya nanti kita akan sampaikan pada Plt Sekda sebagai pengelola barang pemerintah kota. Apa langkah yang akan diambil,” sebutnya.

Sementara sesuai pantauan wartawan di belakang Kantor Dinas Kesehatan Kota Siantar, persisnya di Jalan Sutomo, tampak sejumlah mobil yang berkarat dan tidak terurus lagi. Sedangkan 42 kendaraan roda dua yang menjadi temuan BPK, satupun tidak nampak. (syaf/mjc/int)


Subscribe to receive free email updates: