Kapoldasu Perintahkan Irwasda Selidiki Video Kapolres Simalungun Cekoki Pria dengan Miras

Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw. (Mau tahu rekaman kapolres simalungun yang menghebohkan, klik saja foto dalam berita ini)
MEDAN - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Paulus Waterpauw mengatakan sudah memerintahkan Irwasda Polda Sumut membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kebenaran video Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mencekoki seorang pria dengan miras. Tim tersebut diminta mengecek ke lokasi kejadian.

"Sesuai Perkap Kapolri, saya perintahkan tim gabungan yang dikomandoi Irwasda untuk meminta keterangan ke lokasi," kata Paulus, Kamis (13/7).

Paulus mengatakan tim gabungan dengan Polres Pematangsiantar sudah memeriksa 3 saksi mata, termasuk manajer dan pelayan restoran. Lewat Kapolres, dia juga meminta pria yang disebut dicekoki miras oleh Marudut tetap berada di wilayah hukum Polda Sumatera Utara agar proses penyelidikan lebih mudah dilakukan.

https://m.youtube.com/watch?v=LeR2AQNwYDs


"Sudah diperiksa 3 orang, termasuk manajer dan waitress-nya. Saya juga minta ke Kapolres agar temannya itu jangan ke mana-mana dulu. Karena sudah viral harus diklarifikasi," ujar Paulus.

Sebelumnya beredar viral video rekaman CCTV yang menyebutkan Marudut mencekoki seorang pengunjung tempat hiburan malam hingga pria tersebut lemah terkulai.

Paulus mengaku telah meminta konfirmasi mengenai hal tersebut kepada Marudut. Berdasarkan pengakuan Marudut, dia mengenal pria tersebut. Pria itu adalah kawan lamanya. Mereka sedang minum minuman keras bersama.

Sebelumnya beredar rekaman video di media sosial YouTube berjudul "Gawat!! Seorang Warga Kritis di Cekoki Miras Oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan." Video tersebut diduga merupakan rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpau, yang dimintai konfirmasi detikcom, berbicara soal video itu. Paulus menuturkan tidak benar AKBP Marudut mencekoki warga dengan miras.

"Pertama-tama, itu bukan dicekoki. Dicekoki kan artinya orang dalam keadaan tidak berdaya, dipaksa minum. Jadi saya sudah meminta konfirmasi Kapolres yang bersangkutan. Kapolres mengatakan orang itu teman lama, sipil," kata Paulus, Kamis (13/7).

Dalam video itu terlihat awalnya pria mirip AKBP Marudut mendatangi lokasi bersama rombongan. Dia lalu menghampiri seorang pria yang duduk di kursi area meja bar. Orang-orang yang datang bersama Marudut ikut menghampiri pria tersebut.

"Pak Kapolres ke sana untuk menjemput temannya, di mana Kapolres sudah siapkan tempat menginap untuk temannya. Temannya itu teman lama. Namanya orang bertemu teman lama, akhirnya happy-happy bersama," ujar Paulus.

Lalu, dalam tayangan video, seorang perempuan yang datang dari arah rombongan pria mirip Marudut kemudian berjalan cepat ke arah pria yang duduk di kursi area meja bar. Perempuan itu terlihat menengahi keduanya. Dalam rekaman, tak jelas apakah terjadi selisih paham atau sekadar saling menyapa.

Masih dalam video, tampak pria mirip Marudut meninggalkan pria di meja bar dan duduk di sebuah meja makan panjang di depan meja bar bersama rombongan. Rekaman lalu menunjukkan adegan selanjutnya, yaitu rombongan pria mirip Marudut sudah duduk rapi di meja makan.

Pria mirip Marudut itu lalu menuangkan minuman keras dari botol ke gelas, lalu penghuni mejanya bersulang bersama. Dia pun sempat melakukan salam komando dengan pria di seberang mejanya. Adegan CCTV selanjutnya berganti. Pria di seberang seseorang yang mirip Marudut itu menaruh kepala di atas meja seperti mabuk berat.

"Temannya itu sebelum ke sana sudah minum tuak sorenya. Nah malamnya, saat bertemu Kapolres, ditambah Chivas. Namanya dari minum minuman beralkohol tradisional, lalu meminum minuman pabrikan, apalagi itu kategorinya miras kelas C, kandungan etanol dan alkoholnya tinggi. Jadi akhirnya temannya itu mabuk berat. Kalau di Papua, istilahnya mabuk mati," tutur Paulus.

Pria mirip Marudut itu lalu meninggalkan kursinya dan berjalan menghampiri kursi si pria yang mabuk berat. Dalam rekaman tampak jelas pria mirip Marudut memegang gelas dan mengarahkannya ke mulut pria yang sudah mabuk berat itu. Rombongan pun seperti merayakan adegan tersebut. Ada yang berjoget-joget.

Adegan kembali berganti. Pria mirip Marudut meninggalkan pria yang mabuk berat. Seseorang yang duduk di samping pria mabuk berat, agak gempal, lalu menghampiri pria mirip Marudut. Entah apa yang dibicarakan pria berperawakan gempal itu kemudian, seperti menghadang pria mirip Marudut.

Adegan-adegan selanjutnya adalah pria yang mabuk berat itu terlihat lemas dan tergelepar ke belakang kursi yang dia duduki. Sedangkan pria mirip Marudut kembali asyik mengangkat botol dan mengarahkan bibir botol ke mulut pengunjung lokasi lainnya.

"Setelah itu, temannya tidak sadarkan diri, dibaringkan, diperiksa dokter dari rumah sakit. Pak Kapolres juga ikut minum. Itu bukan tempat hiburan malam. Tapi restoran yang menyediakan tempat bernyanyi," kata Paulus.

Di saat yang sama, pria mabuk berat itu seperti kepayahan dan tidak sadarkan diri. Hal itu menarik perhatian pengunjung dan pegawai lokasi minum-minum tersebut. Mereka menyimak keadaan tersebut sambil berdiri. Perhatian tertuju ke si pria yang mabuk berat.

"Kejadiannya Kamis pagi, pergantian hari, pukul 00.00 pagi sampai 04.00 WIB di wilayah hukum Pematangsiantar," tutur Paulus. (syaf/int)