Akibat Gempa Murid-murid Dipulangkan, Pasien RSU Bawa Infus Sendiri

Akibat gempa di Padangsidimpuan kepanikan terlihat di salahsatu sekolah yang ketika gempa terjadi Proses Belajar Mengajar (PBM) sedang berlangsung.


"Sekolah yang berlantai dua dipulangkan duluan untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan (gempa susulan). Kita memulangkan siswa karena kekuatan gempa sudah mengkhawatirkan, buku yang diatas rak lemari dan dispenser berjatuhan," ujar Kabid Dikdas Erwinsyah Nasution mewakili Kepala Dinas Pendidikan H Muhammad Luthfi Siregar, ketika diwawancarai Harian Metro Tabagsel, Jumat (14/7).

Akibat gempa, kata Erwinsyah, anak-anak didik yang baru masuk (murid kelas 1 SD, red) ketakutan dan menangis. Di sisi lain, buku-buku yang ada di atas meja berjatuhan, begitu juga dengan dispenser akibat gempa bumi tersebut.


(baca:http://www.taslabnews.com/2017/07/20-detik-diguncang-gempa-warga-tapsel.html)

(Baca:)


(baca:http://www.taslabnews.com/2017/07/20-detik-diguncang-gempa-warga-tapsel.html)

(baca:http://www.taslabnews.com/2017/07/akibat-gempa-di-padangsidempuan-60.html)



"?Murid-murid kelas 1 yang baru masuk ketakutan (menangis), makanya kita pulangkan, kita takut dampak gempa semakin berbahaya. Kita pulangkan setelah  gempa," tuturnya.

Dia menegaskan, sekolah yang dipulangkan itu rata-rata sekolah yang memiliki bangunan lantai II. "Kita sampaikan kepada sekolah yang berlantai dua agar siswa-siswinya dipulangkan. Terkait kerusakan, saat ini belum ada laporan, kita masih memeriksa," pungkasnya. 

Guncangan gempa juga terasa di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan.

Di rumah sakit milik pemerintah ini, pasien-pasien berhamburan ke luar dengan membawa perlengkapan perawatanmasing-masing, termasuk infus yang masih terpasang di tubuhnya.

“Karena kencang, orang langsung berkeluaran. Pasien-pasien yang rawat inap ini pada ke luar,” terang I Batubara, seorang petugas di lingkungan RSUD itu.

Sementara kerusakan, tidak ada terlihat di rumah tersebut. Akan tetapi, beberapa pasien mengaku resah dan khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih besar. Apalagi semenjak gempa pertama, masih ada beberapa kali gempa susulan hingga sebanyak tiga kali dengan kekuatan beragam dan cukup terasa.
“Ya panik lah, apalagi kan pertamanya kencang. Seperti ada yang mau roboh begitu, bangunannya pun bergoyang terlihat. Apalagi kan lagi sakit, tak leluasa bergerak, jadi memilih ke luar,” kata Marni, seorang pasien di ruang rawat. (syaf/int)



Daerah yang terdampak dan mengalami kerusakan adalah:

Padangsidimpuan
- Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu
* Desa Poken Jior
* Desa Mompang
* Desa Simatohir
- Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru
*Desa Palopat Maria

Tapanuli Selatan
- Kecamatan Angkola Barat
* Desa Sitaratoit
* Desa Lobu Layan 

Korban Luka-luka 
Masitoh Ritonga (73) Warga Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat.

Kerugian Materil 
Desa Pokenjior 
- 6 rumah rusak sedang

Desa Mompang 
- 1 rumah rusak berat

Desa Simatohir 
- 1 rumah rusak sedang
- 1 rumah rusak ringan
- 1 Sekolah Dasar rusak ringan

Desa Palopat Maria 
- 1 rumah rusak berat

Desa Sitaratoit 
- 2 rumah rusak berat
- 8 rumah rusak ringan
Desa Lobu Layan 
- 15 rumah rusak berat
- 25 rumah rusak ringan

Keterangan 
• Kekuatan ; 5.5 SR
• Lokasi ;  1.37 LU –  99.19 BT
• Kedalaman ; 10 Km

Kondisi Mutakhir 
• Gempa tidak berpotensi tsunami
• Gempa dirasakan kuat selama 1-20 detik di Padangsidimpuan
• Gempa dirasakan kuat selama 1-20 detik di Tapanuli Selatan
• Gempa dirasakan sedang selama 1-10 detik di Padang Lawas

Upaya 
-BPBD setempat sedang melakukan monitoring dan pendataan

Kondisi Mutakhir 
• Terjadi Gempa susulan sebanyak 2 kali
• Kekuatan ; 3.5 SR
• Lokasi : 1.48 LU – 99.23 BT
• Kedalaman ; 10 Km
• Pkl. 08.57.25 WIB

• Kekuatan ; 4.1 SR
• Lokasi : 1.45 LU – 99.23 BT
• Kedalaman ; 10 Km
• Pkl. 09.11.28 WIB

*Sumber Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.


Subscribe to receive free email updates: