Warga Siantar dan Samosir Ini Spesialis Mencuri Alat Berat


MEDAN-Mencoba melawan saat hendak ditangkap polisi, satu dari tiga kawanan maling spesialis sparepart (suku cadang) kendaraan antar daerah dibekuk terpaksa ditembak polisi.


Kasubdit III Jatanras Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Kamis (13/7) menjelaskan, ketiga pelaku diciduk dari beberapa lokasi berbeda di Kota Medan.

"Pelaku kita ringkus pas mau menjual hasil curian. Ketiga pelaku inisial HN, RM, dan FS. Mereka kita tangkap di KIM II, Mabar dan beberapa tempat lainnya. Seorang pelaku terpaksa ditembak karena coba melakukan perlawanan," terangnya.

Para pelaku, kata Faisal, beraksi di Desa Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (12/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Bahkan, menurut Faisal, sebagian dari kawanan pelaku itu adalah residivis.

"Kita amankan sejumlah suku cadang alat berat. Hingga kini kita masih terus melakukan pengembangan. Belum diketahui pasti kemana pelaku menjual barang curiannya," tukasnya. Sementara itu, HN, pelaku yang terkena timah panas polisi dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara informasi lain yang diperoleh wartawan pelaku yang ditembak pada bagian kaki kirinya adalah HN (47) warga Kabupaten Samosir.



“Tersangka ini melawan saat ditangkap sehingga diberikan tindakan tegas,” ujar Kepala Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu sesaat membawa tersangka ke RS Bhanyangkara Medan, Kamis (13/7).

Disebutkan Faisal, HN merupakan otak pelaku pencurian yang ditangkap dari Kawasan Industri Medan (KIM).

Dari data sementara, dia dan dua rekannya masing-masing RM warga Siantar dan FS warga Samosir sudah berulangkali mencuri alat berat.

“Target pencuriannya adalah alat-alat berat yang tengah mengerjakan proyek. Untuk kasus ini, sudah ada dua laporan di Kabupaten Humbahas dan Simalungun,” beber Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya kini masih mendalami lagi kasus tersebut guna mencari informasi lebih jauh.


Subscribe to receive free email updates: