Sahabat Sehidup Semati, Icen Dikubur di Samping Makam Bulla


Jenazah Icen alias Wahyu Dwi Chandra (16) salah satu dari korban tewas di lokasi wisata air terjun Jambu Ara temukan, Rabu (5/7) sekitar pukul 08:00 WIB dan langsung dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Incen semasa hidup

Isak tangis keluarga dan teman-temannya mengiringi pemakaman Icen yang dikebumikan bersebelahan dengan makam Bulla, teman sepetualangnya itu.

Deru serine mobil Basarnas yang mengantarkan jenazah Icen begitu sampai diujung jalan langsung meledakkan isak tangis keluarga pasangan Mariono dan Sugiati ini. Ibu korban tak kuasa menahan kepediham mendalam menerima kenyataan anaknya kembali dalam kondisi tak bernyawa itu.
Sejak pagi tadi, ratusan pelayat sudah membanjiri rumah duka begitu mendapatkan informasi melalui telepon Icen ditemukan.

“Tadi pagi jam 9 masuk telpon dari kawan yang ikut mencari di air terjun katanya Icen sudah diketemukan, jam 12 siang tadi sudah dalam perjalanan,” kata Ahmad rekan korban.

Namun setibanya di rumah duka, jenazah Icen hanya disinggahkan sebentar di rumah orang tuanya  untuk dijumpakan kepada Sugiati, ibu korban. Tak ada prosesi fardhu kifayah di rumah korban, sebab almarhum sebelumnya sudah di bersihkan jenazahnya dan shalatkan oleh keluarganya di Musholla tak jauh dari lokasi air terjun.

Diantar langsung dengan menggunakan mobil Basarnas ratusan orang mengiringi pemakaman Icen sekitar pukul 14:00 WIB di pekuburan Muslim Batu Sepuluh, Dusun IV Desa Sei Alim Hassak tak jauh dari rumah korban. Icen dan Bulla dimakamkan bersebelahan.

                                     

“Kami sudah ikhlas menerima semuanya. Mungkin sudah ini takdir jalan kehidupan kemanamakan kami,” kata pemuda paruh baya berbaju batik yang mengaku sebagai uwak korban.

Sebelumnya, tim Basarnas bersama pihak keluarga sempat kesulitan mengevakuasi jenazah korban ini yang ditemukan terjepit mengapung dibebatuan lima ratus meter dari lokasi air terjun,  sekitar pukul 08:00 WIB oleh warga sekitar, bahkan jenazah korban sempat melewati jaring yang dipasang warga untuk menjaring mayat korban.

“Posisinya saat ditemukan terjepit dibebatuan dalam kondisi terlentang. Kami butuh waktu hampir dua jam untuk membawa korban ini naik keatas posko karena harus membuka akses jalan  baru diantara semak dan jurang,” kata Romi komandan regu Basarnas kepada wartawan.

Usai dishalatkan di musholla yang berada tak jauh dari lokasi air terjun Jambu Ara oleh pihak keluarga, teman dan warga sekitar korban selanjutnya diberangkatkan pada pukul 12:00 WIB dari Nagori Buntu Raya Kecamatan Hotunduhan Kabupaten Simalungun menuju kampung halamannya di Desa Sei Halim Hassak Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan. (syaf) 

Subscribe to receive free email updates: