Sebelum Bunuh 2 Wanita di Asahan, Pria Ini Minum Tuak Dulu



ASAHAN-Kasus pembunuh Klara Sialagan dan Nursi Sirait di Kabupaten Asahan masih menjadi pembicaraan hangat bagi warga Asahan. Di warung-warung dan beberapa lokasi terdengar warga masih sering bercerita tentang kasus pembunuhan tersebut.

Rudi tersangka yang membunuh dua wanita di Asahan.

Ternyata Rudi Purba (27) warga Dusun I, Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, tersangka pembunuh Klara dan Nursi mengaku dirinya hanya dibayar Rp1.750.000 untuk membunuh keduanya. Sebelum melakukan aksinya, Rudi Cs terlebih dahulu minum tuak.

"Ya, saya membunuh Klara Sialagan dan Nursi Sirait atas suruhan Nurhasanah boru Siregar alias Cencen Siregar. Saya dijanjikan Rp5 juta dan baru dipanjar sebesar Rp1.750.000," ujarnya.

Rudi Purba menceritakan, awal pertemuannya dengan Cencen Siregar di bedeng masih kawasan Kecamatan Aek Songsongan. Cencen bilang ingin mendapatkan buku yang ada di dalam tas Klara Sialagan. Namun, apabila ada yang menghalangi, maka Rudi disuruh menghabisinya.

"Saya masuk lewat jendela, sedang kawan saya mencongkel daun jendelanya. Saya membuka pintu rumah dan Hadi Pasaribu serta Ahmad Buchori Damanik masuk rumah, kejadian itu sekira pukul 02.00 WIB," katanya.

Mungkin karena ribut, Klara Sialagan keluar dari kamarnya. Seketika Rudi memukul kepala Klara dengan kayu yang sudah dipersiapkan. Demikian juga saat Nursi Sirait keluar. Karena perintah Cencen disuruh selesaikan bila ada ribut, lalu Rudi pun menghabisinya.

"Saya mendapatkan pisau untuk menikam dua orang wanita tersebut dari kawan saya Achmad Buchori Damanik," tuturnya.

Setelah melakukan pembunuhan, mereka kabur menggunakan sepedamotor Honda Supra X 125 milik korban menuju Simpang Empat dan ke Damuli Labura bersama Ahmad Buchori Damanik. Sesaat kemudian Cencen Siregar menghubunginya.

"Cencen minta  tolong larang Hadi Pasaribu kembali lagi ke rumah itu katanya nanti bisa ketahuan," sebutnya lagi.

Memang, aku Rudi, dia sebelumnya ada pinjam uang juga sama Cencen sebesar Rp500 ribu. Dari pekerjaan itu Rudi mendapat bagian Rp750 ribu dan dari menggadaikan 4 hape milik korban seharga Rp500 ribu. Sebelum menjalankan aksi itu, Rudi Cs minum tuak.

 "Dan kami sudah berada di belakang rumah itu sejak Senin (10/07) sekira pukul 23.40 WIB," ucapnya.

Kini Rudi berhadapan dengan hukum.

"Entah berapa tahun hukuman yang akan saya jalani, kasihan anak istri saya, akibat perbuatan saya keluarga menjadi malu," tukasnya. (syaf)