Waduh Surat Kematian Pria Ini Dipalsukan Istrinya, Tak Terima Ngadu ke Polisi


LABURA-Warga Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara heboh. Seorang pria bernama Liverty Siringoringo yang dikabarkan istrinya Nuryati D br Sitinjak (46) telah meninggal ternyata masih hidup dan pulang ke rumah. Usut punya usut, ternyata Nuryati telah memalsukan surat kematian Liverty.
Liverti Siringoringo menunjukkan surat pernyataan kematian dirinya yang dipalsukan istrinya.


Kepada wartawan Liverty Siringoringo mengaku ia merasa kecewa atas tindakan isterinya Nuryati D Sitinjak yang telah memalsukan dokumen dalam rumah tangga mereka. Di mana dalam dokumen disebutkan bahwa dirinya telah menjadi almarhum.

Pemalsuan dokumen ini didasari dari surat keterangan kematian dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong Labura nomor:470/230/TPD/2017 pada tanggal 25 April 2017.

Di mana dalam surat tersebut dijelaskan bahwa yang bernama Liverty Siringo-ringo, jenis kelamin laki-laki, tempat tangal lahir Sidagar 18/10/1984 warga negara Indonesia, pekerjaan petani, alamat Dusun Cinta Damai, Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong telah meninggal dunia pada tanggal 11/3/2015 dan dikebumikan pada 13/03/2015.

Dan yang melapor serta menerima surat keterangan kematian ini isteri Liverty Siringoringo yaitu Nuryati D br Sitinjak. Surat keterangan kematian tersebut ditandatangani oleh Kepala Desa Teluk Pulai Dalam Johan Simbolon SPd. Atas tindakan isterinya ini, Liverty Siringoringo tidak terima dan merasa keberatan, karena dirinya masih hidup.

Didampingi anggota LBH Fakta Keadilan Asri Tarigan SH membuat laporan kepada pihak Polres Labuhanbatu dengan surat tanda penerimaan laporan pengaduan (STPLP) nomor STPLP/940/VII/2017/SU/RES-LBH. Dalam isi surat tanda penerimaan laporan pengaduan bahwa telah terjadi Pemalsuan Dokumen atas terlapor Nuryati Sitinjak, umur 46 tahun, agama Kristen, pekerjaan PNS, alamat Dusun Cinta Damai Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura.

Keterangan Liverty Siringoringo, bahwa dirinya bersama isterinya menikah sesuai dengan kutipan akta perkawinan dari pencatatan sipil nomor 1223 CPK 0111201207911 (Kabupaten Labura). Bahwa pada tanggal 1 November 2012 telah tercatat perkawinan antara Liverty Siringo-ringo dengan Nuryati D Sitinjak yang telah dilangsungkan di hadapan pemuka agama pada tanggal 29 september 2010.

 Mereka memiliki anak sebanyak 7 orang diantaranya 2 anak hasil perkawinan mereka dan 5 anak lagi hasil perkawinan Nuryati D Sitinjak dengan suami pertamanya.

Sementara terkait surat kematian Liverty yang ditandatanginya, Kades Teluk Pulai Dalam Johan Simbolon SPd kepada wartawan mengatakan, tentang pelayanan terhadap masyarakat akan surat keterangan apapun dari Kepala Desa merupakan prioritas utama.

Kemudian atas laporan Liverty Siringoringo kepada pihak kepolisian atas pemalsuan dokumen ini, Kades mengatakan bahwa isterinya pun saat ini siap membuat laporan ke pihak kepolisian atas tindakan Liverty Siringoringo selama mereka telah berpisah dalam 3 tahun.

“Karena saya merasa kasihan, saya tetap menghalangi niat isterinya selama ini untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian disamping anak-anak mereka masih butuh perhatian dan kasih sayang dari ke dua orangtua mereka. Jadi saya pun sebagai penengah di dalam keluarga mereka tidak dapat berbuat banyak. Entah apa maunya si Liverty Siringoringo dari isterinya,” ucap Johan Simbolon.

 Tentang surat keterangan kematian yang dipegang oleh Nuryati D Sitinjak yang dikeluarkan Kepala Desa, Johan Simbolon mengatakan dan menjamin tidak ada dipergunakan ke mana-mana.

Kemudian melalui Lembaga Bantuan Hukum “Fakta Keadilan” Asri Tarigan SH menyampaikan bahwa kasus yang sedang didampingi pihaknya, akan terus di desak pihak Polres Labuhanbatu agar terungkap apa tujuan dari Nuryati D Sitinjak memalsukan dokumen dengan mengaku suaminya Liverty Siringoringo telah meninggal dunia, padahal masih hidup. Dan ia ingin bersatu kembali walaupun sudah 3 tahun tidak seatap, namun suaminya tetap di desa tersebut bersama orangtuanya. (syaf/mjc/int)