Warga Temukan Harimau Betina yang Sudah Mati


PALAS- Paska penemuan satu ekor harimau jantan di Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas (Palas) kemarin, warga kembali menemukan jenis hewan serupa di sekitar lokasi yang sama. Sayangnya, saat ditemukan, kondisi binatang langka berkelamin betina ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Dandim 0212/ TS Letkol Arm Azhari melalui Danramil 07/Sosopan Lettu Inf AK Harahap memaparkan, pasca penemuan satu ekor anak harimau pada Senin (10/7) kemarin, pihaknya bersama warga, BKSDA, polisi dan lainnya masih melakukan penjagaan dan pengamanan. Kemudian menyisir daerah, yang diduga masih adanya hewan serupa berkeliaran dan mengkhwatirkan warga. Rupanya, pada Rabu (12/7) sekitar pukul 08.35 WIB, pihaknya mendapat laporan dari warga yang kembali menemukan hewan serupa.

Adapun warga yang pertama kali menemukan, kata Danramil, bernama Lukman Nasution, warga sekitar yang akan berangkat ke kebun. Harimau Sumatera berkelamin betina itu ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan harimau jantan sebelumnya.

"Jaraknya sekita 100 meter dari penemuan harimau sebelumnya, dan masih berada di sekitar pemukiman warga di Desa Sihaporas, Sosopan, Palas," ujar Danramil, Rabu (12/7).

Sayangnya, saat ditemukan, hewan buas yang masih usia anakan ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

"Sudah dalam keadaan mati di areal perkebunan masyarakat. Untuk menghindari banyaknya warga yang ingin melihat, lalu harimau tersebut kami amankan ke kantor (Koramil) sambil menunggu pihak BKSDA datang," jelas mantan Pasi Intel Kodim 0212/Tapanuli Selatan ini.

Setelah berkordinasi dengan pihak BKSDA, selanjutnya harimau tersebut dibawa ke taman suaka margasatwa barumun di Aek Godang untuk dilakukan pemeriksaan seperti penemuan harimau sebelumnya.

"Sampai saat ini, situasi di Sosopan masih kondusif. Namun, kami masih terus berjaga bersama masyarakat, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya dan menempatkan sejumlah personil di sekitar pemukiman warga.

Penemuan harimau kali kedua itu juga dibenarkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang BBKSDA Sumatera Utara Darmawan. Menurutnya lokasi ditemukannya harimau betina dengan panjang 194 Centimeter dan berat 32 kilogram itu masih berada di sekitar lokasi penemuan sebelumnya.

"Benar, lokasi masih disekitar (dekat) penemuan harimau yang kemarin. Tapi yang ini ditemukan sudah dalam kondisi mati," jelasnya.

Untuk dugaan penyebabnya, ia memprediksi karena sakit. Namun untuk hasil lengkapnya harus menunggu hasil lab.

"Sudah kami evakuasi ke Nagari Wildlife Sanctuary Barumun di Aek Godang, untuk tindakan pengambilan sampel guna diteliti," terangnya.

Kematian harimau Sumatera yang kedua kalinya itu, akan menjadi tugas pihaknya.

"Kematian harimau ini juga akan kami selidiki penyebabnya baik secara medis dan ke lapangan," pungkasnya dan mengaku ada temuan yang tidak wajar pada bagian organ harimau tersebut.(syaf/int)

Subscribe to receive free email updates: