chitika

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Pakai Sabu, Anak Bupati Batubara OK Arya Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara



TASLABNEWS.COM, MEDAN- Terbukti bersalah OK Muhammad Kurnia Aryetta anak kandung Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dituntut  tiga tahun enam bulan penjara. Tersangka terbukti bersalah mengkonsumsi narkoba jenis sabu. 



sidang anak OK Arya
OK Muhammad Kurnia Aryetta anak kandung Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen saat menjalani persidangan.


Tuntutan terhadap pemuda berusia 30 tahun itu disampaikan JPU Tetty dalam persidangan yang digelar pada Kamis,  (3/8) di Ruang Kartika,  PN Medan.  Persidangan itu hanya berlangsung  singkat, Penuntut Umum tampak tergesa-gesa membacakan nota tuntutannya. 

Terdakwa Kurnia dituntut tiga tahun lima bulan penjara karena dianggap bersalah melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa diberi kesempatan untuk mengajukan pleidoi pada persidangan pekan depan.

Namun saat persidangan berjalan, majelis hakim melarang sejumlah wartawan saat mengabadikan poto Kurnia. Majelis hakim panik dan mengusir wartawan. Hakim anggota Joni bahkan mengambil palu di depan Hakim Ketua Jamaluddin untuk menskor sidang. 

"Siapa yang ngasi masuk ini (wartawan)? Kok bisa masuk ini? Kan sudah ditutup tadi pintu. Keluar sana, pergi kalian, mengganggu sidang saja," kata Joni Simanjuntak salah seorang hakim anggota sambil mengetukkan palu.

Padahal biasanya, tidak ada larangan bagi wartawan yang mengambil poto persidangan dari pintu samping ruang sidang. Bahkan persidangan itu berjalan hanya berkisar tiga menit. JPU Tetty yang dikonfirmasi wartawan langsung menghindar. "Kan sudah dibacakan tadi. Konfirmasi ke kantor sajalah," kata Tetty sembari berjalan cepat.

Hakim Joni saat dikonfirmasi usai persidangan membantah telah mengusir wartawan. Dia menyatakan persidangan terbuka untuk umum namun tidak boleh mengambil foto dari pintu samping.

"Gak ada yang usir wartawan. Itu terbuka untuk umum. Yang boleh ngambil poto hanya dari belakang," ucap Joni dengan nada tinggi.

Ketika ditanya soal tindakannya yang mengambil palu hakim ketua, mengingat Joni merupakan hakim anggota, Joni mengaku palu tersebut diambilnya karena hakim ketua tidak melihatnya.

"Soal palu kenapa saya ambil, karena hakim ketua tidak nampak," ungkapnya lagi.

Menurut Joni, tidak ada terdakwa yang mendapat perlakuan istimewa. Karena semua diperlakukan sama di depan hukum. 

"Mana ada itu istimewa. Sama semua itu, " urainya marah.

Di persidangan sebelumnya, terdakwa Kurnia sempat mengejar wartawan yang mengambil fotonya. Kurnia mengamuk dan mengancam wartawan saat persidangan.

Kurnia ditangkap personel Polsek Sunggal pada 14 Februari 2017 di Jalan Ringroad, Simpang Jalan Setia Budi, Medan. Saat ditangkap, Kurnia sedang mengendarai mobil Suzuki Swift warna hitam dengan nomor polisi BK 1017 VV. 

Dari tangannya petugas menemukan barang bukti satu paket sabu senilai Rp 150 ribu yang disimpan di dalam tas sandangnya. Kasus ini merupakan yang kedua kalinya menjerat Kurnia. Sebelumnya, pada Agustus 2016, OK Muhammad Kurnia Aryetta juga pernah ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Batubara atas kasus penyalahgunaan narkoba‎.

Dia diringkus bersama sepupunya Mirza Hafid (24 tahun) di simpang Jalan Tanjung Kuba, Indrapura, Air Putih, Batubara. Keduanya lalu mendapatkan pengajuan untuk dilakukan rehabilitasi atas kecanduan narkoba dengan jenis sabu. Namun, Kurnia ternyata tak juga jera karena kembali mengonsumsi narkoba.  (syaf/int)


Infotaintmen 2609551777958219667
Beranda item

Clicksor

chitika

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman