Chitika

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Warga Thailand Curi Ikan di Selat Malaka


TASLABNEWS.COM-Medan- Kapal Thailand yang membawa 5 anak buah kapal (ABK) diamankan di Selat Malaka karena mencuri ikan. Penangkapan itu berawal saat petugas dari Kementerian Perikanan Republik Indonesia berpatroli di perairan Selat Malaka dengan kapal patroli Hiu 008.
Kelima ABK warga Thailand yang mencuri ikan di Selat Malaka.
Kelima ABK warga Thailand yang mencuri ikan di Selat Malaka.

Saat itu petugas melihat ada kapal yang mencurigakan melakukan aktivitas di lokasi Selat Malaka. Lalu petugas mendekati dan ternyata kapal tersebut merupakan kapal dari Thailand. Untuk dijadikan barang bukti kapal ikan tersebut diseret ke Belawan dan disandarkan di dermaga Perikanan Samudra Ganion Belawan bersama 5 orang warga negara Thailand.

Barang barang yang disita petugas antara lain 1 kapal ikan bendera Malaysia KHF 2069, Kompas, Jaring Trowl, ikan campuran 300 kilo dan sebahagian sudah busuk.

Menurut petugas, Senin (21/8), kapal ikan ini ditangkap petugas kapal patroli saat melakukan pencurian ikan di perairan Selat Malaka pada tanggal 18 Agustus 2017 malam lalu. Kapal ikan KHF 2069 menangkap ikan menggunakan jarring trowl yang telah dilarang oleh Pemerintah Indonesia karena merusak habitat laut bersama isinya.

Saat ini kapal ditambat di dermaga PNP Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan sedangkan kelima orang ABK warga negara Thailand yang ikut diamankan sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas PSDKP Belawan.

Menurut keterangan Josia Sembiring selaku Penyidik PSDKP Belawan yang dijadikan tersangka adalah Tekong kapal ikan KHF 2069 sedangkan ABK kapal akan segera dikembalikan ke negara asalnya yaitu ke Thailand.

Pengamatan wartawan ini di Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan, Kelima orang ABK kapal warga negara Thailand tersebut bisa berbahasa Indonesia tapi tidak pasih. Mereka mengerti apa yang kita tanyakan dan mengaku bekerja di kapal Malaysia karena gajinya besar tidak seperti dinegaranya bekerja dikapal gajinya murah.Maka itu Kami bekerja di kapal Malaysia.


Para ABK itu mengaku sudah lama menjadi nelayan dan mereka hanya mengikuti perintah dari tekong kapal dan nahkoda. (syaf/int)
SUMUT 8516395380684458626
Beranda item