Alexa.com

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Sampan Disambar Petir, 2 Nelayan Hilang di Selat Malaka

TASLAB NEWS, LABUHANBATU- Sampan nelayan tradisional yang dibawa warga Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupetan Labuhanbatu Utara karam tersambar petir saat mencari ikan di perairan Selat Malaka. Akibat insiden ini dua nelayan dinyatakan hilang.


ilustrasi
Ilustrasi



Informasi diperoleh, Minggu (26/11), sampan itu membawa tiga nelayan, yakni Rusli Nasution (28) di temukan selamat oleh nelayan tradisional asal Kabupaten Asahan. Sedangkan, Ruslan Nasution (38) dan Yusni Tanjung (32) masih dalam pencarian.

Kapolres Labuhanbatu AKBP. Frido Situmorang membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak Polair Polres Labuhanbatu bersama Tim Basarnas Provinsi Riau, TNI AL dan masyarakat nelayan masih mencari dua korban di perairan Selat Malaka sebelah Timur Pulau Jemur, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Iya benar kapal nelayan tradisional warga Labura tersambar petir pada Sabtu (25/11) pagi sekira pukul 04.00 WIB, satu orang selamat dan dua orang korban lainnya masih dalam pencarian," katanya.

Dia menjelaskan, para nelayan itu mencari ikan bersama-sama masyarakat nelayan dari Desa Simandulang. Pihaknya masih menyelidiki dan meminta keterangan sejumlah saksi penyebab kecelakaan tersebut.

Sementara, Kepala Desa Simandulang, Sangkot Batubara ketika dihubungi terpisah mengatakan, sampan nelayan tradisional yang mengangkut tiga orang itu berangakat pada hari Jumat (24/11) sekira jam 14.00 WIB bersama puluhan nelayan di daerahnya mencari ikan.

Pasang surut air laut atau pasang mati, warga desa yang mayoritas pencariannya dari mencari ikan itu berlayar hingga ke perairan Selat Malaka.

Menurutnya, pada bulan-bulan tertentu banyak ditemukan ikan yang bernilai ekonomis tinggi di Pulau Jemur, Provinsi Riau diwilayah yang jarak tempuhnya sekira delapan jam dari Desa Simandulang, Kab. Labura.

Banyak warga desa dan daerah lain berbondong-bondong ke perairan itu memancing mencari ikan selama tiga hari untuk menambah penghasilan ekonominya.

Saat pasang mati, masyarakat banyak yang mencari ikan ke perairan Selat Malaka daerah Pulau Jemur. Namun, pada hari nahas ke-dua itu sampan yang di tumpangi korban berada jauh dari lokasi biasanya.

"Korban jauh dari lokasi memancingnya dan tersambar petir," kata Sangkot Batubara yang masih punya hubungan kekerabatan dengan korban Yusni Tanjung.

Dia menjelaskan, pada hari nahas itu cuaca dalam keadaan hujan gerimis, tiba-tiba petir datang menghantam sampan sehingga mengakibatkan mereka lemas terluka dalam.

Setelah terombang-ambing selama satu jam, Rusli Nasution yang masih berada diatas fiber akhirnya tersadar dan terbangun mengerak-gerakan tubuh dua rekannya didekat sampan yang rusak parah untuk mengajak pulang. Namun, korban Ruslan dan Yusni yang masih berhubungan kekerabatan itu tidak bergerak.

Setelah itu, datang nelayan dari Kab. Asahan yang melintas dan membantu menghantar Rusli ke sampan nelayan di desanya. Sementara tubuh kedua rekannya tersebut tidak di temukan lagi.

"Saat kejadian tersambar petir Rusli tersadar, lalu dia mengerak-gerakan badan kedua rekannya, tapi mereka diam saja. Sementara tubuh dua rekannya tersebut belum ditemukan," kata Sangkot dari hasil keterangan Rusli.

Dia berharap, dua orang korban lainnya ditemukan selamat. "Mudah-mudahan ditemukan dengan selamat," ujarnya.

20 Sampan Ikut Cari 2 Nelayan yang Hilang

Sebanyak 20 unit sampan tradisional masyarakat nelayan warga Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupetan Labuhanbatu Utara ikut membantu mencari dua korban tersambar petir yang belum ditemukan di perairan Selat Malaka.

"Ya benar bang ada sekira 20 puluhan sampan dan kapal nelayan Desa Simandulang yang membantu pencarian Ruslan Nasution dan Yusni Tanjung," kata Kepala Desa Simandulang, Sangkot Batubara ketika di hubungi.

Rasa kekeluargaan dan solidaritas itu, berdatangan setelah mendengar kabar rekan mereka yang berprofesi sebagai nelayan tradisional hilang saat mencari ikan.

Dia menjelaskan, turut membantu mencari korban kecelakaan laut dinilai cukup membantu pihak berwajib, selain pengalaman berlayar nelayan tradisional yang mumpuni dalam proses pencariannya.

Dalam melakukan pencarian masyarakat nelayan bersama Basarnaas Provinsi Riau, Polair Polres Labuhanbatu, TNI AL masih menyisir perairan Pulau Jemur yang dikenal dengan hasil laut yang bernilai ekonomis tinggi itu, terutama di sekikar lokasi kejadian.

"Masyarakat nelayan memang begitu bang, saat tertimpa musibah, bersama-sama membantu, apalagi korban merupakan masih keluarga," kata Sangkot.

Dia mengimbau masyarakat nelayan selalu mewaspadai atau berhenti berlayar karena cuaca ekstrem yang terjadi menyebabkan intensistas hujan cukup tinggi dalam beberapa bulan ini.

Sebelumnya, sampan nelayan tradisional warga Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong pecah berantakan tersambar petir di perairan Selat Malaka.

Sampan kecil mengangkut tiga orang yang masih berrhubungan keluarga ini, yakni Rusli Nasution, Ruslan Nasution dan Yusni Tanjung. Sementara Rusli Nasution selamat ditolong nelayan dari Kabupaten Asahan setelah terombang-ambing dilautan. Sedangkan kedua rekannya masih dalam pencarian.

Sampan nahas berukuran enam meter yang telah berlayar dua hari itu karam di Timur Pulau Jemur di Provinsi Riau, Sabtu (25/11) pagi sekira jam 04.00 WIB. (syaf/int)

Labuhanbatu 5321906290085413385
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman