TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Tega, Gara-gara Nangis, Ayah Bekap Balitanya Pakai Bantal Hingga Tewas

TASLABNEWS, MEDAN- Seorang bocah ber4nama Diaz (2) tewas dibunuh ayah kandungnya sendiri Syahfitri. Peristiwa itu sontak membuat warga Rusunawa di Jalan Kayu Putih geger.
 
Jenazah balita yang tewas karena dibekab ayahnya pakai bantal saat akan dikafani.
Jenazah balita yang tewas karena dibekab ayahnya pakai bantal saat akan dikafani.

Hal itu terungkap setelah abang korban beserta keluarga yang baru pulang, usai memakamkan adiknya di perkuburan tanah garapan Tanjung Gusta, ditanyai oleh warga sekitar apa yang jadi penyebab adiknya meninggal.

Abang korban ini, langsung bercerita sambil memperagakan saat adiknya dibekap menggunakan bantal oleh ayahnya hingga tak sadarkan diri.

Sontak keterangan Abang korban tersebut membuat warga disekitaran Rusunawa langsung heboh dan mengabari pihak Kepolisian.

Sementara itu, seorang warga.yang bermukim di Rusunawa, Putri mengatakan pas ketahuan korban belum meninggal. Diaz yang masih berumur 2 tahun itu, langsung dilarikan ke Klinik terdekat di Jalan Rumah Potong Hewan (RPH). 

"Tapi karena perlengkapan alat kesehatan di klinik itu tidak memadai, Diaz langsung dirujuk ke RS Mitra Medika. Setelah 20 menit berada di ruang ICU, akhirnya Diaz meregang nyawa," kata Putri di Rusunawa Jalan Kayu Putih, Senin (20/11/2017).

"Keluarga mendiang Diaz ini baru sekitar dua bulan tinggal di Rusunawa tepatnya di Blok B Lantai 5 nomor 507. Yang sering terlihat tinggal disitu hanya Empat orang, ibunya dan tiga anaknya termasuk Diaz, tapi bapaknya nggak pernah nampak di Rusunawa," ungkap Putri.

Lebih lanjut, Putri bercerita saat kejadian terjadi Syahfitri baru datang dari luar kota. Sebelumnya ia sempat berjanji mau memboyong semua keluarganya ke Jakarta.

Sementara ibu tersangka yang juga ibu korban, mantan guru honor smp negeri 4 Medan. Tapi sekarang sudah tidak bekerja lagi.

"Syahfitri itu jarang pulang, terus dia ringan tangan, jadi kalau dia pulang anak-anaknya takut soalnya sering dipukuli. Pokoknya asal sudah pulang pasti anak-anaknya pada ketakutan, menghindari dia karena takut dipukul," jelas Putri.

Sementara itu, saat dihubungi Kapolsek Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon mengatakan penanganan perkara ini sudah dilakukan oleh Polres Belawan.

"Tadi kita hanya mengecek di TKP saja, kalau tersangka sudah diamankan di Polres Belawan," jelas Hendris. (syaf/int)


SUMUT 5028932778866275771
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman