Alexa.com

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Polres Gelar Rekontruksi Abang Bunuh Adik di Asahan

TASLAB NEWS, KISARAN-Polsek Kisaran Kota menggelar rekonstruksi kasus Sahala Sagala abang yang membunuh adik kandungnya. Rekontruksi dilaksanakan, Senin (4/12) sekira pukul 10.30 WIB. Saat rekon berlangsung, anak korban sempat berteriak dan menghunjuk ke arah dua tersangka yang diduga ikut serta menghabisi nyawa bapaknya.
Tersangka, Sahala Sagala saat memperagakan tikaman ke tubuh korban
Tersangka, Sahala Sagala saat memperagakan tikaman ke tubuh korban


"Penipu itu semua. Gak ada bapakku bilang mau membunuh dia (Sahala Sagala, red). Pas begelut, bapakku di bawah, gak di atas. Kalau gak kalian pukuli bapakku, gak mati dia," teriak Riski, anak bungsu korban, menghunjuk ke arah Jhon Erwin dan Herman.

Pada rekonstruksi yang digelar di Halaman Mapolsek Kisaran Kota ini, terungkap ada peran tersangka lain, selain Sahala Sagala (56), yakni Jhon Erwin Simarmata dan Herman Simarmata, yang sebelumnya hanya sebagai saksi. Keduanya disangkakan melanggar pasal 170 KUHPidana.

"Setelah dilakukan pengembangan,  sebelum terjadinya penikaman yang dilakukan Sahala Sagala, telah didahului pengeroyokan yang dilakukan tersangka Jhon Erwin Simarmata dan Herman Simarmata. Keduanya kita sangkakan pasal 170 ayat (2) ke (3)," ungkap Kapolsek Kisaran Kota, Iptu Samosir usai kegiatan.

Amatan wartawan, dalam rekon berdurasi 20 adegan ini, sempat terjadi keributan kecil antara penasehat hukum Jhon Erwin Simarmata dan Herman Simarmata, B Sirait SH dengan pihak penyidik dan juga pihak JPU.
Hal ini disebabkan, penasehat hukum kedua tersangka itu selalu coba mencampuri adegan per adegan yang diperagakan, bahkan tak jarang coba mengajari tersangka.

"Heii.. Saudara hanya melihat saja, jangan mencampuri. Tolong jauhkan dia dari tersangka," hardik seorang penyidik. "Saudara siapa? Coba tunjukkan surat kuasa. Jangan saudara nyelonong ikut campur. Inikan menurut kesaksian dia. Ini anak udah anak yatim," timpal seorang JPU.

"Penipu itu semua. Gak ada bapakku bilang mau membunuh dia (Sahala Sagala, red). Pas begelut, bapakku di bawah, gak di atas. Kalau gak kalian pukuli bapakku, gak mati dia," teriak Riski, anak bungsu korban, menghunjuk ke arah Jhon Erwin dan Herman.

"Kau kan gak melihat kejadian. Abangmu pun (Gomgom,red) gak ada di lokasi, cuma dengar cerita dari orang," ucap Saolinta Br Sihaloho, ibu Jhon Erwin dan Herman membalas ucapan Risky.

"Gak. Baik kok dia (Timbang Sagala,red). Gak pernah bikin ribut di kampung. Pas korban mau dibawa ke rumah sakit, dia (Jhon Erwin) balik bawa tojok (alat panen sawit, red)," ucap Bonari Sianipar, saksi sekaligus kepala desa ditanyai awak koran ini usai kegiatan.

Selain dihadiri para tersangka, turut hadir pengacara Sahala Sagala, Lilik SH, tim JPU dari Kejaksaan Negeri Asahan dan pihak keluarga korban dan tersangka.

Diberitakan sebelumnya, Timbang Sagala menghembuskan nafas terakhir sehari usai ditikam abang kandungnya, Sahala Sagala, Kamis (19/11) lalu, di depan rumahnya, di Dusun II Desa Rawang Baru Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan.

Korban saat itu mengalami tiga tusukan. Percekcokan antara kedua saudara kandung itu disebut-sebut terkait harta warisan peninggalan orangtua mereka. (syaf/pur)


HEADLINE 4629492407465358594
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman