TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Waduh, Jadi TKI Ilegal, 4 Ribu WNI Ditahan di Malaysia

TASLABNEWS, Sebanyak 4.000 warga negara Indonesia (WNI) menjadi tahanan di Malaysi. Penahanan itu karena karena para WNI yang berada di Malaysia itu tidak memiliki kelengkapan syarat dan dokumen untuk bekerja. Untuk itu, Pemerintah Malaysia mengusulkan untuk dapat segera melakukan pemulangan atau deportasi terhadap ribuan TKI ilegal tersebut.

TKI yang ditahan di Malaysia
TKI yang ditahan di Malaysia


"Kami selalu mengusulkan untuk mempercepat proses pemulangan. Walaupun mereka melakukan kesalahan, namun kami ingin mempermudah proses pemulangan ini," kata Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia, Dato' Seri Mustafar bin Ali, dalam pertemuan Bilateral dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia di I Hotel, Baloi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (21/3).

Mustafar menjelaskan, salah satu bentuk kemudahan yang akan diberikan yakni bagi TKI ilegal yang menyerahkan diri, maka pemerintah Malaysia hanya akan meminta pembayaran denda dalam jumlah tertentu. Setelah proses pembayaran denda tersebut selesai, maka akan dilakukan pemulangan secara sukarela melalui pembicaraan antara pihak keluarga dan kedutaan besar di Malaysia.

Proses seperti ini kerap dilakukan saat bulan Ramadhan.

"Kami selalu memberikan pendekatan kepada para TKI yang datang ke Imigrasi Malaysia dan kami sampaikan juga yang berada di dalam tahanan bisa diurus juga," katanya lagi.

Bagi TKI ilegal yang belum tertangkap, maka Pemerintah Malaysia meminta agar pihak keluarga mendatangi Imigrasi Malaysia untuk mengurus kepulangan anggota keluarganya yang bekerja secara ilegal tersebut. Hal ini untuk menghindari proses hukum yang dapat berlangsung lama.

Mustafar juga menjelaskan, tak hanya dari Indonesia, pihak Pemerintah Malaysia juga mencatat banyaknya pekerja migran bermasalah lainnya berasal dari Bangladesh. Tercatat, total keseluruhan TKI ilegal yang ditahan saat ini mencapai 10 ribu orang. Para pekerja migran ini diketahui kebanyakan bekerja di 5 sektor yakni industri konstruksi, migas, perdagangan, pertanian dan jasa pembantu rumah tangga.

Dari 5 ektor tersebut, industri konstruksi menyumbang jumlah pekerja migran terbanyak. Sementara itu, sektor jasa pembantu rumah tangga paling banyak diisi oleh WNI. "Kami akan membantu dan mempermudah proses pemulangan jika saja mereka memiliki niat baik untuk pulang," kata Mustafar.

Sementara itu, bagi pekerja ilegal yang sudah tertangkap akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Pemerintah Malaysia. Selanjutnya, mereka akan dideportasi ke negara asal masing-masing. "Sesudah didakwa di pengadilan, akan kami usir," kata Mustafar.

Kepala Dirjen Imigrasi Indonesia, Rony F Sompie mengatakan, pihaknya akan terus berupaya unruk memperketat pemberian paspor kepada pekerja migran. Hal ini dibuktikan dengan penundaan penerbitan 6.000 paspor pada tahun 2017 lalu. Dan di tahun 2018 ini, Dirjen Imigrasi telah menunda penerbitan paspor sebanyak 1.270 paspor.

"Petugas Imigrasi bisa mengidentifikasi apakah seseorang membuat paspor untuk bekerja di luar negeri atau bukan. Dari dokumen yang digunakan untuk membuat paspor tersebut, profil calon pekerja migran Indonesia ini sudah terlihat," katanya.

Dalam tahap wawancara, lanjutnya, petugas akan menanyakan tujuan pembuatan paspor. Pertanyaan akan terus didalami seperti negara yang akan dituju, pekerjaan pemohon, jumlah pendapatan dan lainnya.


Petugas juga tidak segan-segan meminta pemohon untuk menghubungi piham keluarga yang berada di luar negeri bila beralasan pembuatan paspor untuk mendatangi keluarga tersebut. "Penggalian profil pemohon paspor ini perlu dilakukan untuk mencegah maraknya TKI ilegal di luar negeri," tutup Rony. (syaf/kmc/int)
Reaksi: 
Nasional 8235471797435550956
Beranda item

ADSENSE

INFO LOWONGAN KERJA

Media Online www.taslabnews.com / PT TASLAB MEDIA PERS,

Membutuhkan wartawan/koresponden untuk wilayah
1. Kota Pematangsiantar/Simalungun,
2. Sibolga, Taput, Tapteng, Madina, Palas, Paluta,
3. Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara

4. Medan, Lubukpakam, Tebingtinggi


Persyaratan:
Minimal tamatan SMA sederajat.
Berkelakuan Baik


Bagi yang Berminat Hubungi:
1. Muhammad Yunus (Kabiro taslabnews.com) 0852 6258 4569
2. Salomo Malau (Direktur) 0812 6306 1350

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman