Alexa.com

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Kemenhub Ambil Alih Jalur Kereta KEK Sei Mangkei

TASLABNEWS, JAKARTA- Ditjen Perkeretaapian Kemenhub akan mengambil alih jalur KA lintas Stasiun Perlanaan- KEK Sei Mangkei sepanjang 2,95 kilometer yang telah dibangun Kemenperin dan mengambil alih lahan tempat jalur KA dibangun milik Perkebunan Nusantara III (PTPN).

Kemenhub, Kemenperin dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) meneken perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah dan alih status jalur kereta api (KA) di kawasan industri dalam KEK Sei Mangkei, Simalungun.
Kemenhub, Kemenperin dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) meneken perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah dan alih status jalur kereta api (KA) di kawasan industri dalam KEK Sei Mangkei, Simalungun.

Pengambil alihan itu tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) tentang pemanfaatan tanah dan alih status jalur kereta api (KA) di kawasan industri dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun.

"Maksud dan tujuan ditandatanganinya PKS ini adalah dalam rangka pemanfaatan serta alih status perkeretaapian yang telah terbangun sehingga dapat dioperasikan untuk mendukung KEK Sei Mangkei," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, di Gedung Kemenhub Jakarta, Selasa (17/4).

Sementara itu Plt Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, penyerahan aset jalur KA yang telah dibangun pihaknya merupakan upaya pemberian layanan lebih bagi kawasan industri KEK Sei Mangkei.

"Ini akan jadi benchmark kawasan industri lainnya dan kami akan dari awal untuk membuat kawasan industri agar dirancang punya jalur kereta api dan penurunan dwelling time ini dari awal kita lakukan," ucap Putu.

Adapun pembangunan jalur KA Stasiun Perlanaan-Sei Mangkei merupakan bagian dari jalur KA yang menghubungkan KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung sepanjang 39,5 kilometer.

Pembangunan jalur KA KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung sudah dimulai sejak 2011 dengan segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 kilometer. Pembangunan berikutnya adalah segmen Perlanaan-Gunung Bayu dengan panjang 4 kilometer dan segmen Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 kilometer selama 2013-2015. Kemudian pada 2015-2016 pembangunan segmen Perlanaan-Sei Mangke 2,95 kilometer dilakukan.

 "Pembangunan segmen Perlanaan-Sei Mangkei sempat terhenti pada 2016 karena beberapa kendala teknis di lapangan dan dilanjutkan kembali pada 2017. Targetnya selesai 2018 ini," sambung Putu.

Sementara itu, Zulfikri mengonfirmasi bahwa jalur KA KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung sepanjang 39,5 kilometer akan mulai resmi beroperasi pada Juli 2018.

"Dengan pengoperasian KA Sei Mangkei-Kuala Tanjung diharapkan bisa memiliki kapasitas angkut 750 ton sekali jalan per hari, menambah kapasitas lintas perjalanan KA menjadi 9 pp per hari dengan waktu tempuh 40 menit dari KEK Sei Mangkei ke Kuala Tanjung dan juga mengurangi beban jalan," kata Zulfikri.



Diperediksi Selesai 2018

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri memastikan jalur kereta api (KA) dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara rampung pada pertengahan 2018.

"Untuk jalur kereta dari Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung itu kemungkinan Juli ini selesai," tutur Zulfikri di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (17/4). Jalur KA KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung ini dibangun sepanjang 39,5 kilometer dan dibangun dalam beberapa tahap sejak 2011 silam. Tahapan-tahapan itu di antaranya dari Sei Mangkei-Perlanaan sepanjang 2,95 kilometer.

Kemudian Perlanaan-Gunung Bayu dengan panjang 4 kilometer dan Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 kilometer serta Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 kilometer.

"Nah untuk sekarang ini tinggal Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, hampir 80 persen saya kira. Juli ini bisa kita selesaikan," imbuh Zulfikri. Zulfikri pun yakin dengan pengoperasian jalur KA KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung akan memudahkan perjalanan logistik maupun orang dari dua lokasi tersebut.

"Dengan pengoperasian KA Sei Mangkei-Kuala Tanjung diharapkan bisa memiliki kapasitas angkut 750 ton sekali jalan per hari, menambah kapasitas lintas perjalanan KA menjadi 9 pp per hari dengan waktu tempuh 40 menit dari KEK Sei Mangkei ke Kuala Tanjung dan juga mengurangi beban jalan," pungkas Zulfikri.

Bakal Jadi Kawasan Industri Pertama yang Punya Jalur Kereta

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara bakal menjadi kawasan industri pertama yang memiliki jalur kereta api (KA) sejak perencanaan awal. Plt Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan, hal itu tak terlepas dari keberanian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub yang memutuskan untuk memberikan pelayanan lebih bagi KEK Sei Mangkei.

"Untuk memberikan layanan lebih, Ditjen Perekeretaapian memberanikan diri memasukkan kereta ke kawasan industri Sei Mangkei untuk memudahkan alur pengangkutan barang atau logistik," kata Putu di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (17/4).

Putu menambahkan, kebanyakan kawasan industri di Indonesia menambahkan jalur KA bukan sejak pertama dirancang, melainkan menyusul setelah kawasan industri itu dibangun. Contohnya, kata Putu, adalah kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat yang tidak menetapkan adanya jalur KA, tetapi baru memunculkannya belakangan.

"Kalau di Sei Mangkei ini spesial, sudah sejak awal direncanakan punya jalur kereta sendiri yang masuk ke dalam kawasan," imbuh Putu.

Putu pun meyakini apa yang dilakukan kini di KEK Sei Mangkei bisa menjadi contoh pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia.

"Ini akan jadi benchmark kawasan industri lainnya dan kami akan dari awal untuk membuat kawasan industri agar dirancang punya jalur kereta api dan penurunan dwelling time ini dari awal kita lakukan," ucap Putu.

Adapun pembangunan jalur KA Stasiun Perlanaan-Sei Mangkei merupakan bagian dari jalur KA yang menghubungkan KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung sepanjang 39,5 kilometer. Pembangunan jalur KA KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung sudah dimulai sejak 2011 dengan segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 kilometer.

 Pembangunan berikutnya adalah segmen Perlanaan-Gunung Bayu dengan panjang 4 kilometer dan segmen Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 kilometer selama 2013-2015. Kemudian pada 2015-2016 pembangunan segmen Perlanaan- Sei Mangke 2,95 kilometer dilakukan.

"Pembangunan segmen Perlanaan-Sei Mangkei sempat terhenti pada 2016 karena beberapa kendala teknis di lapangan dan dilanjutkan kembali pada 2017. Targetnya selesai 2018 ini," sambung Putu.

KEK Sei Mangkei mulai dibangun sejak tahun 2013 oleh Kemenperin yang berlokasi di lahan yang merupakan penguasaan PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Pembangunan KEK Sei Mangkei dimaksudkan untuk mengakomodir industri industri berbasis sawit (CPO) Indonesia agar mampu memiliki daya saing industri secara Internasional. Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai penghasil CPO nomor 1 di dunia.

Namun, nilai tambah dari komoditas sawit tersebut masih rendah sehingga dibangunlah KEK Sei Mangkei untuk mendorong industri-industri hilir supaya mau berinvestasi dan menghasilkan keuntungan ekonomis yang sangat bermanfaat untuk Indonesia. (syaf/kmc/int)



Siantar-Simalungun 3184299643085709530
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman