TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

38 Anggota DPRDSU jadi Tersangka, Ketua DPRD Sumut Berharap Kinerja Tak Terganggu

Terkait Penetapan 38 Anggota 
dan Mantan Anggota DPRDSU jadi Tersangka

TASLABNEWS, MEDAN - Ketua DPRD Sumatera Utara, Wagirin Arman, meminta kepada seluruh warga Sumut untuk menahan diri dan mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap penetapan status tersangka kepada 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dari atas ke bawah: Jhon Hugo Silalahi, Fadli Nurzal, Helmiati, Muslim Simbolon
Dari atas ke bawah: Jhon Hugo Silalahi, Fadli Nurzal, Helmiati, Muslim Simbolon

Ke 38 anggota DPRD Sumut itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap interpelasi dan pengesahan APBD Sumut oleh Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho. Menurut Wagirin, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, ke 38 anggota DPRD itu belum bisa disebut bersalah sampai mendapatkan kekuatan hukum tetap oleh Pengadilan.

"Saya hanya ingin berpikir bertindak dan berkeyakinan, istilahnya praduga tak bersalah. Tersangka itu kan belum tentu bersalah," katanya Sabtu (31/3).

Wagirin mengaku, meski telah mendapatkan informasi perihal surat pemberitahuan penetapan tersangka yang ditujukan kepadanya, namun ia mengaku belum melihat langsung fisik surat tersebut.

"Saya masih libur, jadi belum lihat surat itu. Nanti Senin lah kita lihat. Tapi saya percaya surat itu ada. Enggak mungkin lah orang KPK main-main," tukasnya.

BACA BERITA TERKAIT:

Sementara terkait langkah yang akan diambil DPRD Sumut menyikapi penetapan tersangka itu, Wagirin mengaku mereka sifatnya menunggu langkah hukum dari KPK. Mereka pun akan mengantisipasi tertanggungnya pekerjaan dewan akibat status tersangka itu.

"Kita percayakan lah pada KPK. Yang penting bagaimana agenda dan kerja-kerja dewan tidak terganggu,"tukasnya.

Penetapan status tersangka terhadap 38 orang anggota DPRD Sumut itu, diketahui dari surat pemberitahuan bernomor B/227/DIK.00/23/03/2018 yang ditujukan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Ketua DPRD Sumatera Utara, Wagirin Arman tertanggal 29 Maret 2018, yang ditandatangani Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman. Surat pemberitahuan itu tersebut sudah beredar luas di kalangan wartawan di Medan, Jumat 30 Maret 2018 kemarin.

Ke 38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser dan Dermawan Sembiring.

Lalu Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean. (syaf/int)


HEADLINE 1329327430693959104
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman