BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Sibolga

TASLABNEWS, SIBOLGA-Batang pohon besar yang sudah mati dan sudah lapuk jatuh dan menimpa rumah warga di lokasi pekuburan Desa Unte Mungkur Raso, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu 931/3) sekitar pukul 15.00 WIB.

Warga menyaksikan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan melintang di badan jalan.
Warga menyaksikan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan melintang di badan jalan.




Batang kayu besar tersebut yang sebelumnya berdiri di seberang jalan rumah milik marga Sigalingging ini sudah lama mati tanpa daun. Namun warga sekitar tidak ada yang mampu menumbang batang pohon tersebut karena besar kayu itu di luar ukuran pohon biasa.

Tumbangnya pohon tersebut, selain menyebabkan rumah milik Sigalingging hancur di bagian depan, juga mengakibatkan 3 batang tiang listrik roboh dan kabel listrik terputus, serta menyebabkan kemacetan yang panjang, sekitar 5 jam lebih. Namun tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini.

Amatan wartawan, walau hujan turun, petugas PLN dan warga sekitar tetap turun ke lokasi beramai-ramai memotong batang kayu tersebut agar arus lalu lintas berjalan lancar.

Salah seorang warga bermarga Hutagalung (45) mengatakan bahwa batang kayu yang disebut kayu torop tersebut sudah lama mati dan berdiri di depan rumah keluarga Sigalingging.

"Tidak ada yang mampu memotong kayu tersebut karena besarnya batang kayu itu. Syukur saat kejadian tidak ada korban jiwa. Padahal keluarga Bapak Sigalingging
sedang berada di dalam rumah,” jelasnya.

“Rumah yang hancur ditimpa kayu itu adalah bagian depan. Dan, bila saja sedikit lagi kayu itu agak ke dalam, nggak tahu lagi gimana jadinya,” imbuhnya.

Setelah pohon besar tersebut tumbang, beberapa saat, petugas PLN langsung tiba di lokasi kejadian dan bersama warga setempat berjibaku berupaya untuk memotong kayu besar tersebut dengan dipotong memakai chainsaw. Kemudian, potongannya ditarik oleh truk.

Selanjutnya, petugas PLN mendirikan tiang listrik dan menyambung kabel listrik yang putus. Dan, menjelang malam, listrik menyala kembali dan arus lalu lintas kembali lancar.


*Jembatan Jalan Nasional dan Rumah Warga Nyaris Roboh
Musim penghujan yang akhir-akhir ini terjadi diwilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengakibatkan banjir di sejumlah titik dan menyisakan kerusakan, seperti jembatan jalan nasional dan rumah warga di Desa Muara Bolak, Kecamatan Sosorgadong yang nyaris roboh akibat longsor.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yang turun langsung meninjau lokasi itu mengatakan, penanganan longsor yang terjadi di tepi sungai yang mengakibatkan rumah warga dan jembatan Aek Ganjang yang merupakan jembatan jalan nasional itu nyaris roboh, perlu tindakan penanganan cepat, sehingga pihaknya mengambil alih penanganan tanpa menunggu dari pihak pemerintah pusat.

"Besok kami sudah perintahkan Dinas PU (Pekerjaan Umum), walaupun itu jalan nasional. Tapi karena ini kepentingan masyarakat, nanti kalau terlambat menanganinya, itu putus. Walaupun itu jalan nasional, tapi karena kita pemerintah kabupaten, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat kita, kami ambil alih," ujar Bakhtiar usai melakukan peninjauan, Jumat (30/3).

Ia menuturkan, untuk menangani persoalan tersebut, akan dipergunakan dana tanggap darurat Pemkab Tapteng.

"Besok kami akan mulai gunakan dana tanggap darurat kami untuk menggeser batu-batu besar yang ada di Sungai Muara Bolak ke pinggir, agar jangan jembatan tersebut sampai terputus," katanya.

Tindakan yang diambil itu memang harus dilakukan, mengingat kondisi longsor yang sudah sangat mengkawatirkan, karena apabila terjadi hujan, maka akan bertambah longsor dan dapat mengakibatkan jembatan Aek Ganjang dan rumah warga roboh.

"Seperti kita saksikan tadi, sudah sangat berbahaya, rumah penduduk dan jembatan bisa putus kalau hujan sebentar saja. Ini harus segera dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat dan keselamatan warga yang ada di sana serta jembatan itu harus kita selamatkan. Maka, mau tidak mau, pemerintah kabupaten harus mengambil alih persoalan ini," jelasnya.

Meski demikian, Bakhtiar menuturkan bahwa setelah penanganan yang dilakukan Pemkab Tapteng nantinya, ia akan meminta kepada pemerintah pusat untuk dapat melakukan penanganan selanjutnya.

"Ada juga kejadian seperti itu di Husor. Oleh sebab itu, kalau kita bermohon ke pemerintah pusat, biarlah seterusnya pemerintah pusat yang menangani," ucapnya. (syaf/int)


TAPANULI 172287577144788149
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman