Alexa.com

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Sumur Tua Situs Sejarah Kesultanan Asahan di Sei Dadap Akan Digali

Diduga Sebagai Lokasi Kuburan Massal Korban Revolusi Sosial 1946

TASLABNEWS, ASAHAN- Sumur tua di Afdeling VI PTPN III kebun Sei Dadap Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan yang menjadi situs sejarah Kesultanan Asahan akan digali, Senin (29/4).

Sumur tua di Sei Dadap Asahan yang diduga sebagai lokasi pemakaman massal keluarga Kesultanan Asahan.
Sumur tua di Sei Dadap Asahan yang diduga sebagai situs sejarah lokasi pemakaman massal keluarga Kesultanan Asahan korban revolusi sosial 1946.


Informasi diperoleh, sumur tua itu merupakan tempat pembuangan/kuburan massal keluarga Kesultanan Asahan yang menjadi korban Revolusi Sosial Tahun 1946.

Ketua Panitia Indra Syah, menjelaskan penggaluan ini sempat tertunda karena kendala masalah izin penggalian di titik lokasi Afdeling VI PTPN III kebun Sei Dadap Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan.

Sebelumnya undangan dan jadwal kegiatan mengenai penggalian dan pemakaman kembali korban Revolusi Sosial 1946 Kesultanan Asahan di Sumur Simpang Empat, Asahan, ke Mesjid Raya Sultan Achmadsyah Tanjungbalai tersebar.

Di lokasi terlihat sejumlah karyawan perkebunan PTPN III menutup akses menuju titik penggalian dengan alasan menunggu perintah pimpinan.

Untuk diketahui, kuburan diduga korban Revolusi Sosial 1946 di kawasan Afdeling VI PTPN III, akan digali Tim Lembaga Budaya Melayu Tuah Deli dan Kesultanan Asahan.

Awalnya rencana penggalian mulai dilaksanakan Kamis (29/3/2018), dan dimakamkan kembali di komplek Mesjid Raya Sultan Ahmadsyah kota Tanjungbalai.

Penggalian ini merupakan inisiatif dari keturunan para korban revolusi sosial 1946.

“Guna mengungkap kebenaran dan menggali sejarah bahwa pernah terjadi pembantaian besar-besaran di Sumatera Timur atau sering disebut revolusi sosial,” kata Indra Syah.

Indra menyebutkan, proses penggalian akan berlangsung tiga hari mulai dari pembersihan lokasi, persiapan penggalian, pembacaan doa dan ritual adat penggalian, penggalian dan pemberangkatan jenazah ke Mesjid Raya Sultan Ahmadsyah, di Tanjungbalai. Selanjutnya pelaksanaan fardhu kifayah (sholat jenazah), takziah keluarga dan kerabat, pemakaman kembali di komplek Mesjid Raya Sultan Ahmadsyah, dan terakhir doa.

“Direncanakannya kegiatan kita lakukan tidak terlepas dari keinginan keturunan para korban yang ingin orang tua mereka dimakamkan secara syariat Islam melalui fardhu kifayah,” ujar Indra Syah.

Terpisah Tengku Alexander yang merupakan keturunan kerabat Kesultanan Asahan kepada wartawan media onine www.taslabnews.com membenarkan jika hari Senin 29 April 2018 akan dilakukan penggalian sumur tempat pemakaman massal korban revolusi.

Menurut Tengku Alexander yang pertama kali dilakukan adalah menyedot /mengeringkan air di dalam sumur sebelum dilakukan penggalian.

Senada dikatakan Haura Syah. Menurutnya penggalian sumur itu akan dilaksanakan.. (Syaf)
HEADLINE 7753736881355635335
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman