Alexa.com

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Melirik Budaya Pernikahan Masyarakat Melayu di Wilayah TASLAB yang Mulai Dilupakan Generasi Muda Lebih Dekat (Bagian III)

Calon Mempelai Saling Bertukar Tepak Sirih

Pada tulisan sebelumnya disebutkan bahwa alam acara meminang ini, pihak laki-laki datang membawa tepak sirih sebanyak lima tepak, yaitu:  Tepak sirih pembuka kata, Tepak sirih merisik, Tepak sirih meminang, Tepak sirih bertukar tanda, Tepak sirih ikat janji dan beberapa tepak sirih pengiring. Adakalanya 7 buah atau lebih menurut tingkat kedudukan.

Prosesi pernikahan budaya melayu di Asahan.
Prosesi pernikahan budaya melayu di Asahan.


Dari perempuan telah menanti tiga tepak sirih, yaitu:  Tepak menanti, Tepak ikat janji, Tepak tukar tanda. 

OLEH: Syafruddin Yusuf, KISARAN


Proses pemberian tepak ini selalu diiring dengan pantun. Jika kedua belah pihak telah berhadapan, maka oleh pihak perempuan disorongkan sebuah tepak sirih (Sirih Menanti) kepada pihak tamu keluarga laki-laki sebagai penyambut tamu sambil mengatakan:

“Sedang matahari bersinar terang. 
Sedang angin berhembus sepoi
Sedang awan berarak megah
Sedang burung riang gembira

Dilihat tamu datang menjenguk
Kedalam gubuk yang serba kurang
Membuat kami bersuka cita.

“Harus disambut secara adat
diiringi dengan tepak sirih.
“oleh sebab itulah, tuan-tuan
Sirih nanti kami sorongkan

Kemudian diiringi dengan pantun:
“Mahat kisah laman genang
“Mahat rumah bilal lada
Makan sirih sekapur seorang
Itulah mula asal kata.”

Pihak laki-laki memakan sirih tersebut kemudian menyorongkan sebuah tepak pembuka kata yang telah dibuka, dengan hulu (gagang) sirihnya menuju pihak perempuan sambil berpantun:

“Kami datang membawa pesan
Salam takzim penuh keichlasan
Dari keluarga  yang jadi pangkalan
Semoga kita dalam lindungan tuhan “.

“Tinggi-tinggi si matahari
Anak kerbau mati tertambat
Sudah lama kami mencari
Tempat berteduh dihujan lebat.”

Waktu menyorongkan tiap-tiap tepak haruslah hati-hati, jangan ekor sirih yang tersorong lebih dahulu.  Tepak sirih yang dari pihak laki-laki diedarkan oleh pihak perempuan kepada bagian mereka sambil masing-masing mengambil sirih sekapur atau pihak sekacip.


BACA BERITA TERKAIT DI BAWAH INI:


Kemudian oleh pihak laki-laki disorongkan pula Tepak Merisik sambil berkata: “Datuk, jauh sudah perjalanan kami, bayak lembah yang telah dituruni banyak bukit telah didaki, karena hajat kami kemari.”

Tatkala pihak laki-laki mengutarakan kehendak kedatangannya, maka seluruh hadirin mendengarkan dengan penuh perhatian dan sopan santun. Secara resmi pihak perempuan bertanya siapa kira-kira pihak calon yang meminang, siapa gadisnya yang hendak dipinang, apakah calon mempelai laki-laki sehat dan tiada cacat.

Akhirnya segala sesuatu diterima oleh pihak perempuan. Merekapun mulailah memakan sirih risik  yang dari tadi belum diusik-usik.

Setelah  risik diterima, maka pihak laki-laki menyodorkan kepada pihak perempuan tepak peminang  dan pihak perempuan setelah mendengar ikrar janji laki-laki lalu menerima sirih peminang tersebut dan disodorkan pula ke ruangan belakang agar dicicipi oleh kaum wanita.

Setelah ini selesai, maka pihak laki-laki mengeluarkan sebentuk cincin, yang telah dimasukkan dalam sebuah tempat yang indah berhias dan disertai oleh sebuah tepak bertukar tanda, langsung diserahkan kepihak perempuan. Demikian juga pihak perempuan menyorongkan sebuah tanda benda berharga dalam baki yang telah berhias pula disertai tepak bertukar tanda.

Tanda ini boleh berupa cincin ataupun perhiasan lain. Setelah  bertukar tanda, maka pihak laki-laki menyorongkan pula sebuah tepak ikat janji, untuk memperbincangkan dan menentukan: Hari nikah, mengantar sirih besar, Hari mengantar mas kawin, Hari bersanding,  Jumlah besarnya mas kawin Adat-adat lain yang dipakai.  Syarat-syarat seperti yang diuraikan diwaktu meminang.

Dalam adat pernikahan masyarakat Melayu ada istilah mengantar bunga sirih. Tujuan mengantar bunga sirih adalah untuk meramaikan suasana iring-iringan dari pihak laki-laki ke rumah pihak perempuan. Jumlah bunga sirih dapat menunjukkan banyaknya keluarga dan kerabat pihak laki-laki.

Tepak bunga sirih dibuat bermacam-macam bentuk yang indah dan beraneka ragam warna . Misalnya bentuk burung, bunga, rumah, buah, binatang dan lain-lain. Biasanya di dalam bunga sirih ini diletakkan secarik kertas yang berisi pantun atau kata-kata sindiran yang manis yang ditujukan kepada kedua mempelai.

Namun seiring berjalannya waktu bunga sirih ini berganti dengan benda-benda yang lebih bermanfaat seperti: alat sholat, pakaian, peralatan mandi, buah, makanan yang juga dibentuk dengan berbagai bentuk yang indah dan cantik.

Hal ini mungkin disebabkan zaman sekarang sulit mendapatkan sirih yang banyak untuk dirangkai, dan juga zaman sekarang jarang orang yang mau makan sirih seperti orang-orang dahulu sehingga apabila dipaksakan dibuat maka sirih-sirih tersebut akan terbuang percuma.

Perubahan ini dapat  diterima suku melayu sebab sesuai dengan semboyan orang melayu “Sekali air bah sekali tepian berubah” maksudnya suku melayu dapat menerima perubahan selagi tidak melanggar syariat agama dan adat.

Orang tua pengantin laki-laki meminta kepada para famili dan handai taulan untuk membuat tepak bunga sirih untuk diantar ke rumah pihak perempuan sebelum acara bersanding dimulai. (bersambung)



HEADLINE 7882417553633180813
Beranda item

Cithika

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman