KEUTAMAAN MELAKSANAKAN TARAWIH

Pada Hari Kesebelas : Allah SWT mencatat untuk kalian pahala seperti pahala empat kali orang yang haji dan umrah, setiap yang haji bersama seorang Nabi, dan setiap yang umrah bersama orang yang benar dan yang syahi

Adnow

loading...
Loading...

Satpol PP dan PKL di Pasar Inpres Asahan Saling Dorong

TASLABNEWS, KISARAN- Seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Inpres Kisaran Jalan Diponegoro dan sekitarnya diminta tidak berjualan di badan jalan selama bulan Ramadan. Namun imbauan tersebut ditolak PKL dan memohon kepada pemerintah agar mereka bisa berjualan selama Ramadan.

Arnes Arbain menyampaikan keluhan pedagang kepada Pemkab Asahan.
(muhammad yunus/taslabnews.com)
Arnes Arbain menyampaikan keluhan pedagang kepada Pemkab Asahan.

Akibat penolakan tersebut, puluhan PKL nyaris bentrok dengan aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP dibantu Polri dan TNI saat berusaha melakukan penertiban, Rabu (16/5).

Beruntung negosiasi antara kedua belah pihak yang sempat berlangsung alot itu berjalan aman dan bentrokan urung terjadi.

Pedagang yang terhimpun dalam Komunitas Pedagang Kaki Lima (Kompak 5) mengeluhkan tentang kebijakan Pemkab Asahan yang membuat kebijakan rencana penggusuran tanpa melibatkan mereka.

"Kami akan mempertahankan lapak ini. Penggusuran menciderai hati kami. Selama ini kami taat aturan," kata Arnes Arbain, Koordinator Kompak 5.

Sementara itu, tim gabungan yang memantau jalannya aksi penertiban mengerahkan kekuatan penuh dengan menurunkan beberapa unit mobil pemadan kebakaran dan pengawalan petugas kepolisian dari Polres Asahan. Jalan Diponegoro Kisaran sempat ditutup beberapa saat arus lalulintas dialihkan.

Petugas Satpol PP Asahan menertibkan pedagang di pasar Inpres.
(muhammad yunus/taslabnews.com)
Petugas Satpol PP Asahan menertibkan pedagang di pasar Inpres.

Pantauan wartawan, terjadi perundingan dan negosiasi antara pedagang dan Kasatpol PP Isa Harahap, Camat Kota Kisaran Timur Agus Jaka Putra Ginting serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan Perdagangan.

Setelah bernegosiasi selama kurang lebih satu jam, perwakilan pedagang sepakat untuk berunding bersama bupati di kantor bupati untuk menjelaskan dan bermohon agar mereka diberikan tempat berjualan di kaki lima selama Ramadan.

Selama sekitar satu jam kemudian, perwakilan PKL kembali dari perundingannya bersama Bupati dan memberikan kabar kepada rekan mereka bahwa mereka diperkenankan berjualan di lokasi tersebut dengan beberapa syarat.

"Kami sangat berterima kasih kepada bupati yang telah bijak memberikan toleransi kepada PKL untuk berjualan selama Ramadan. Kami berjanji akan menjaga lingkungan pasar tetap bersih dan tertib," kata Arnes.

Sementara itu, Kabid Trantib Sat Pol PP Kabupaten Asahan Siti Rosmita Hasibuan menjelaskan, penertiban PKL tetap dilakukan. Lapak PKL diberikan batas toleransi sepanjang dua meter dari bibir parit.

"Dari hasil pertemuan Bupati (Taufan Gama Simatupang) dengan pedagang, PKL diperbolehkan berjualan selama Ramadan. Hanya saja harus tertib, mengikuti batas lapak yang ditentukan yaitu 2 meter dari parit," kata Siti Rosmita kepada wartawan.

Sementara itu, Kabid Pasar Dinas Koperasi dan Perdangan Hashar Lubis menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah memberikan surat imbauan kepada pedagang untuk tidak berjualan di badan jalan karena selama ini mereka telah disediakan tempat yang layak di dalam pelataran gedung Pasar Inpres Kisaran.


Ada total 34 pedagang (PKL) yang mengisi los pelataran dalam gedung pasar yang baru. Mereka berjualan di luar dengan alasan pembeli sepi. Pembeli tidak mau masuk ke dalam,” ujarnya. (nus/syaf)
HEADLINE 2273371976018385071

Posting Komentar

Beranda item