Adsense

Loading...

Hasil Survei Fisp USU, Eramas Menang di 18 Kabupaten/Kota, Djoss di 15 Kabupaten/Kota

TASLABNEWS, ASAHAN-Hasil survei Peneliti Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Eramas menang di 18 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Medan, Deli Serdang, Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan , Batubara, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Padang Sidempuan.

Eramas dan Djoss
Eramas dan Djoss



Sementara Djoss unggul di 15 Kabupaten/Kota, terdiri dari Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Nias Induk, Gunung Sitoli, Pematangsiantar, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.

 Peneliti Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Akhyar Anshori MSi Kom memaparkan hasil survei terbaru Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 pada diskusi bertajuk “Membaca Peta Pilgubsu 2018”, Rabu (13/6) di Medan.

Dari hasil survei tersebut, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul jauh dari kompetitornya.

“Jika pertarungan Pilgubsu 2018 antara Edy Rahmayadi–Musa Rajekshah (Eramas) melawan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (Djoss) dilaksanakan akhir Mei – awal Juni, maka ERAMAS unggul 53,1 % sedangkan Djoss 35,7 % dan yang belum menentukan pilihan 11,2 %,” papar Akhyar Anshori.

Survei yang dilaksanakan pada 27 Mei-6 Juni 2018 itu, melibatkan 800 responden yang disebar di 33 Kabupaten/Kota di Sumut, menggunakan metode Multistage Random dengan sampling erro +/- 3,5% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Akhyar Anshori juga memaparkan bahwa kemantapan Pemilih Pendukung Eramas pun lebih besar ketika ditanya apakah pilihannya itu sudah mantap atau tidak sampai pada hari H Pilgub Sumatera Utara 2018 yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 nanti.

“Kemantapan Pemilih Eramas sebesar 48,2% sedangkan Djoss 31,8%. Jika data ini tidak mengalami perubahan signifikan, Eramas diprediksi menang melawan Djoss pada Pilgubsu 2018,” ujarnya.

Akhyar menjelaskan, pengumpulan data survey dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

Menurutnya, dalam rangka menjaga uji kualitas dan validitas, maka dilakukan cek ulang terhadap sebesar 20% atau sekitar 160 orang responden dari total sampel. (syaf/int)
HEADLINE 1654905486482751813
Beranda item