AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Korban Tewas di Simalungun Ternyata Warga Labura, Dibunuh 4 Orang lalu Mayatnya Dibuang

TASLABNEWS, SIANTAR- Ternyata mayat pria yang ditemukan di Nagori Parbutaran Kecamatan Bosar Maligas, adalah warga Labuhanbatu Utara (Labura). Korban bernama Janu Hardi (43), warga Simpang Marbo, Kecamatan Kota Batu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) merupakan suami Rita Wati (43).

Jenazah korban saat dijemput keluarga ke RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Jenazah korban saat dijemput keluarga ke RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.



Informasi diperoleh, korban memiliki 2 orang anak dituduh sebagai pelaku pencurian sepedamotor.

Janu Hardi, yang sempat tidak diketahui identitasnya, ditemukan Rabu (30/5) di areal perkebunan kebun kelapa sawit, Blok 11 Afdeling V, Nagori Parbutaran, Kecamatan Bosar Maligas. Namun, Kamis (31/5) sekira pukul 03.30 WIB, personel Unit Jatanras Satreskrim Polres Simalungun yang langsung dipimpin oleh Iptu Zikri Muamar SIK, berhasil mengungkap kasus tersebut.

Hingga kini, Jumat (1/6), pihak kepolisan sudah mengamankan 6 orang yang diduga terlibat dalam aksi massa hingga menimbulkan korban jiwa.

Berkat ketelitian olah TKP, setelah 12 jam, polisi mendapat nama satu orang yang diduga sebagai pelaku. Setelah memeriksa terduga pelaku dan Pangulu Nagori Parbutaran, ditemukanlah beberapa nama tersangka.

Enam orang dijemput polisi dari masing-masing rumahnya, DS, HP, W, N, F, dan TS. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Polres Simalungun.

Dari enam yang diamankan, empat dinyatakan sebagai tersangka yakni DS, HP, W dan N.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Poltak YP Simbolon SIK melalui Kanit Idik I/Jatanras Iptu Zikri Muamar SIK mengatakan, rangkaian penyelidikan sudah dilakukan.

“Kita sudah menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Motif terjadinya kasus ini para tersangka bahwa korban diduga sebagai pelaku pencurian sepedamotor.

Beberapa waktu sebelumnya, para tersangka mengaku sering terjadi kehilangan sepedamotor, namun setelah kita lakukan penyelidikan terhadap pengakuan yang menyebutkan di kampung itu sering terjadi kehilangan sepedamotor, ternyata tidak ada. Sedangkan sepedamotor yang digunakan oleh korban adalah sepedamotor milik korban sendiri,”terang Zikri, Jum'at (1/6) sekira pukul 15.00 WIB.


Identitas Terungkap Dari Sidik Jari

Kanit Idik I/Jatanras Iptu Zikri Muamar menjelaskan, pihaknya bersinergi melalui koordnasi dengan pihak Mapolda Sumatera Utara untuk mengungkap identitas korban.
Korban semasa hidup
Korban semasa hidup

“Syukur Alhamdulillah, identitas korban sudah diketahui. Adik korban sudah mengambil jenazah korban. Nantinya adiknya akan ke Mapolsek Bosar Maligas untuk membuat LP atas kejadian yang menimpa korban,” tambah Zikri.

Identitas korban diketahui setelah pihak Satreskrim Polres Simalungun melalui personel Kaur Identifikasi Aiptu Sahat Sinaga mengambil sidik jari dengan menggunakan alat INAFIS dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut ke Mapoldasu Sumatera Utara, hingga akhirnya identitas korban pun akhirnya terungkap.

Korban adalah Janu Hardi, berusia 43 tahun, warga Simpang Marbo, Kecamatan Kota Batu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dengan istri bernama Rita Wati (43), dan memiliki 2 orang anak.

Sementara adik kandung korban bernama Juanda saat ditemui di RSUD dr Djasamen Saragih mengatakan, pihak keluarga mendapat kabar kematian korban setelah, dihubungi oleh pihak Polres Labuhan Batu, Kamis (31/5) sekira pukul 09.00 WIB.

"Keluarga tahu kejadian ini, setelah polisi menghubungi kami. Untuk itu saya datang kemari untuk memastikannya. Dan setelah kami lihat berdasarkan ciri-ciri fisik korban, ternyata benar bahwa korban adalah abang kandung saya,”ujar Juanda.

Dijelaskan Juanda, terakhir bertemu dengan korban yang memiliki pekerjaan sebagai tukang foto, pada Minggu lalu. Saat itu korban, datang dan sempat menginap dirumahnya di Kisaran. Korban juga sempat bercerita bahwa dirinya sedang cekcok dengan istrinya. Dan sejak kepergiannya itu, keberadaan korban tidak diketahui hingga akhirnya mendapat kabar bahwa korban tewas secara tidak wajar.

"Kenapa lah mereka tega melakukan perlakuan ini kepada Abang saya," kata Juanda (40), pria yang tinggal di Kisaran, Kabupaten Asahan ini.(syaf/int)


Labura 3004462493027168081
Beranda item