AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Nurhajizah: Bupati Asahan dan Walikota Tanjungbalai Tolong Perhatikan Nasib Para Ibu Ini

TASLABNEWS, ASAHAN- Upah minim yang diterima para ibu pencungkil daging kelapa membuat Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH tersentuh.

Para ibu pencungkil daging kelapa di Asahan
Para ibu pencungkil daging kelapa di Asahan


"Harusnya kalau dalam undang-undang, mereka ini diberikan haknya yang sesuai. Karena kalau melihat UMR saja, itu sudah Rp2 jutaan. Tetapi ini jauh di bawahnya, ratusan ribu per bulan mereka dapat," ujar Wagubsu Nurhajizah saat mengunjungi sejumlah lokasi kegiatan mengoncek para ibu di kampung pedalaman Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, di sela-sela kegiatan Safari Ramadhan di daerah itu, Senin (4/6).

Dimana para pencungkil daging kelapa itu hanya diberi upah sebesar Rp250-Rp300 untuk setiap kilogram buah kelapa yang telah dibersihkan kulit arinya untuk diproses menjadi santan bubuk atau santan kemasan.

"Karena itu kami mengimbau kepada kepala daerah, Bupati/Walikota, tolong diperhatikan nasib warga yang seperti ini. Bagaimana harganya (upahnya) bisa dinaikkan menjadi lebih besar lagi. Tolonglah mereka ini, karena sebagian besar suami mereka juga nelayan yang terkadang dapat ikan kadang tidak. Ada juga yang buruh harian lepas, jadi perempuan ini membantu juga untuk kebutuhan keluarga," sebut Nurhajizah, yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu Hj Nurlela dan Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus.

Nurhajizah pun memberikan bantuan berupa sarung tangan untuk digunakan sebagai pelindung agar terhindar dari pisau koncek yang digunakan untuk mengupas kulit (ari) kelapa.

 "Ini dulu yang bisa kami berikan bantuan, tetap semangat. Satu pesan saya ibu, jangan sampai anak kita tidak sekolah. Sekarang sekolah itu gratis, kalau ada yang tidak sanggup, minta sama Bupati/Walikotanya. Karena saya juga dari keluarga yang hidupnya juga pas-pasan, tetapi harus sekolah hingga sampai seperti ini," ungkapnya.

Mendapat perhatian seperti itu, kaum ibu yang terus bekerja mengoncek, mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Wagubsu yang telah datang melihat kondisi mereka. Meskipun dibayar murah, mereka mengaku tidak punya pilihan lain untuk mendapat tambahan penghasilan selain yang diberikan sang suami.

"Sejak lima tahun lalu sudah bekerja mengoncek. Karena anak saya pun tamat sekolah SD, mereka pun hidupnya pas-pasan, seperti saya juga. Apalagi suami saya sudah tidak ada, ya beginilah," Maspon Marpaung (58). (syaf/int)

Asahan 3944076567455593459
Beranda item