TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Inspektorat: Rp40 Juta Uang Korupsi Kades Sei Dua Hulu Asahan Belum Dikembalikan

TASLABNEWS, ASAHAN- Kepala Desa Sei Dua Hullu Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan Ridwan hingga saat ini belum mengembalikan secara utuh kerugian negara ke Kas Daerah (Pemkab Asahan) terkait temuan dugaan penyimpangan  tindakan korupsi Anggaran Pembiayaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014 dan 2015.

Sekretaris Inspektorat Asahan Ruslan saat menjawab wartawan,
Sekretaris Inspektorat Asahan Ruslan saat menjawab wartawan,


Hal itu dibenarkan Sekretaris Inspektorat Asahan Ruslan saat menjawab wartawan, Jumat (6/7).

"Sekira Rp50 juta temuan Inspektorat Asahan terkait tindakan penyimpangan (korupsi ) yang dilakukan pemdes Sei dua Hullu telah masuk Ke Kas Daerah, sisanya sekira Rp40 an juta belum dikembalikannya," ungkap Ruslan.

Informasi dihimpun awak media, Ridwan telah dilaporkan masyarakat Desa Sei  Dua Hullu sejak Tahun 2015 lalu terkait tindakan korupsi yang ia lakukan. Namun proses laporan dan penanganan yang terkesan berpihak pada pemdes sehingga penegakan hukum lambat.

 "3 tahun lebih kasus itu baru bisa diungkap pihak Inspektorat Asahan setelah awalnya kita laporkan ke polisi. Jumlah kerugian negara yang berhasil Inspektorat ungkap diduga tidak maksimal. Dari laporan yang kita buat, kami menduga lebih Rp400 juta uang negara yang diselewengkan kades. Terkesan ada main mata antara pihak pemdes dengan Inspektorat hingga memakan waktu bertahun-tahun menghitung kerugian negara," kata Amin (50) didampingi Abdul Salam Sihombing (60) selaku warga Desa Sei Dua Hullu (pelapor)  kepada Wartawan.

Menanggapi keluhan itu , Ruslan manambahkan  permohonan maaf kepada masyarakat Sei Dua Hullu , menurutnya selain tim penyidik Inspektorat yang memiliki kekurangan tenaga kerja, banyaknya kasus dugaan penyimpangan yang Inspektorat tangani memicu lambatnya proses penyelesauan kasus korupsi yang dilakukan kades.

 Terpisah M Yunus SH selaku pemerhati hukum Asahan menyayangkan sikap Inspektorat Asahan yang terkesan main-main terhadap laporan masyarakat. Seharusnya Inspektorat bekerja semaksimal mungkin agar semangat dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat terus ditingkatkan.

 "Kalau alasan kurang tenaga penyidik itu alasan klasik, hal ini tentu melemahkan semangat masyarakat  melawan korupsi sebagai musuh Negara. Saya ingatkan inspektorat Asahan sisa korupsi yang belum dikembalikan pemdes ke Kas Negara harus segera ditagih sesegera mungkin agar masyarakat  Asahan tidak malas melaporkan kasus korupsi kepada Inspektorat," kata Yunus. (Cr1/syaf)
Reaksi: 
HEADLINE 524886955987599930
Beranda item

ADSENSE

INFO LOWONGAN KERJA

Media Online www.taslabnews.com / PT TASLAB MEDIA PERS,

Membutuhkan wartawan/koresponden untuk wilayah
1. Kota Pematangsiantar/Simalungun,
2. Sibolga, Taput, Tapteng, Madina, Palas, Paluta,
3. Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara

4. Medan, Lubukpakam, Tebingtinggi


Persyaratan:
Minimal tamatan SMA sederajat.
Berkelakuan Baik


Bagi yang Berminat Hubungi:
1. Muhammad Yunus (Kabiro taslabnews.com) 0852 6258 4569
2. Salomo Malau (Direktur) 0812 6306 1350

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman