TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Kasat Reskrim Polres Asahan: PT VSC Langgar Pasal 406

 
TASLABNEWS- ASAHAN- Satreskrim Polres Asahan menduga PT Vareen Sawit Cemerlang ( PT VSC ) melanggar Pasal 406 ayat 1 dan 2 KUHP Tentang Pengerusakan.
 

Polisi mengamankan warga yang menahan truk pengangkut milik PT VSC.
Polisi mengamankan warga yang menahan truk pengangkut milik PT VSC.
“Hal itu usai kita menerima laporan warga dengan bukti Laporan Polisi (LP) Nomor : LP-B/320/VI/2018/SU/Res Ash tertanggal 2 Juni 2018, dimana sebagai terlapor adalah PT Vareem,” jelas Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arif Batubara S.IK didampingi Kanit Tipiter Ipda Erwin Syahrizal, Minggu (8/7) siang.
 

Dijelaskan Arif, dalam laporannya, warga menyebut mengalami kerusakan bangunan yang diakibatkan truk bermuatan CPO milik PT VSC.
 
Sementara, informasi lain diperoleh, berdirinya perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit PT VSC awalnya membuat gembira warga khususnya warga yang bermukim di Kecamatan Aek Ledong maupun Aek Kuasan.

 
Warga berharap  dengan berdirinya pabrik pengolahan buah kelapa sawit tersebut dapat menyerap tenaga kerja di kawasan itu.  Namun apa yang terjadi sejak awal berdirinya pabrik pengolahan buah kelapa sawit tersebut di tahun 2016 hingga kini, apa yang diharapkan warga  bertolak belakang dari harapan warga masyarakat, hanya kepedihan dan kesengsaraan yang dirasakan warga masyarakat.
 
Seperti yang dituturkan Lukman (57), Kepala Desa Aek Loba Afdelling I. Dia mengatakan awalnya sebelum berdiri PKS VSC ini, kerabat dari Aan Manurung warga turunan pemilik perusahaan tersebut sangat manis memberikan janji-janji kepada warga masyarakat. 

Janji manis tersebut diantaranya bila kelak pabrik tersebut sudah berdiri dan dalam proses perijinannya warga mau menandatangani surat untuk persyaratan untuk memperoleh perijinan dimaksud. 

"Maka perusahaan akan mempekerjakan warga di sekitar desa dan kelurahan ini," ujarnya.
 
Lukman mengatakan Adlin adik dari Aan Manurung selaku pemilik perusahaan tersebut juga minta kepada dirinya untuk dapat membeli tanah milik Ribut Santoso seluas 17,5 hektar untuk tapak pembangunan pabrik itu.
 
"Kembali mereka berjanji akan memberikan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan kepada warga masyarakat di sekitar desa dan kelurahan ini, namun kenyataaannya janji pengusaha PT VSC itu tidak lebih dari janji seorang pembual, dan itu juga pernah saya coba untuk memasukan anak kandung saya untuk dapat kerja di pabrik tersebut, namun juga ditolak dengan alasan tidak ada lowongan pekerjaan, dan bila mau bekerja hanya ada di unit SPSI dengan membayar uang sebesar Rp5 juta untuk dapat diterima sebagai pekerja di unit SPSI yang ada di dalam pabrik tersebut," urainya.
 
Saat ini perusahaan tersebut sedang bermasalah dengan warga khususnya warga Lingkungan VI dan VII kelurahan Aek Kuasan.
   
"Saya berharap pemerintah Kabupaten Asahan juga jangan hanya tinggal diam, dan jangan karena PT VSC memberikan kontribusi sebesar Rp30 juta untuk pembayaran PBB dalam setiap tahunnya, lalu pemerintah kabupaten Asahan membiarkan perusahaan tersebut berlaku sesukanya," urainya.

"Belum lagi masalah limbahnya baik itu limbah cari maupun limbah padat yang juga sangat meresahkan warga. Keberadaan perusahaan pengolahan buah kelapa sawit ditengah-tengah masyarakat desa dan kelurahan ini sama sekali tidak ada manfaatnya, dan lebih baik ditutup saja perusahaan tersebut. Terlebih lagi dengan adanya pabrik tersebut saat ini warga sudah resah, dan menambah kepedihan," pungkasnya

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arif  (kanan).
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arif  (kanan).

Untuk mencegah konflik yang berkepanjangan antara warga masyarakat lingkungan VI dan VII Kelurahan Aek loba pekan Kecamatan Aek kuasan Asahan dengan PT VSC yang telah memakan korban jiwa, hendaknya PTPN IV unit usaha kebun Pulu Raja selaku pemilik jalan tersebut memasang portal jalan,  agar kendaraan pengangkut hasil produksi Cruide Palm Oil (CPO) PT VSC dengan menggunakan kendaraan truck tanki bertonase tinggi.
 
Terpisah anggota komisi A DPRD Asahan drs H Sofyan Ismail mengatakan konflik sosial yang terjadi di tengah-tengah warga masyarakat Lingkungan VI dan VII Kelurahan Aek Kuasan, Kecamatan Aek Loba Pekan dengan perusahaan pengolahan buah kelapa sawit PT VSC terjadi sejak tahun 2016 lalu.


Lebih lanjut drs H Sofyan Ismail juga mengatakan konflik tersebut sudah dimediasi oleh muspika Kecamatan Aek Loba Pekan pada tahun 2016 lalu dengan menghasilkan 6 point diantaranya pihak perusahaan akan memperbaiki dinding rumah warga yang retak akibat aktifitas pengiriman hasil produksi PT VSC berupa cruide palm oil (CPO) yang diangkut dengan truck tangki berkapasitas 50 ton lebih dengan melewati akses jalan  milik unit usaha PTPN IV Pulu raja .
 
Namun hingga kini perusahaan PT VSC tidak kunjung melaksanakan perjanjian yang telah disepakatinya, dan pihak perusahaan terus melakukan kegiatan mobilisasi hasil produksi. Kemarahan warga memuncak setelah mengetahui bahwa sewa kontrak pemakaian jalan antara PTPN IV Kebun Pulu Raja selaku pemilik jalan dengan PT VSC sudah berakhir pada bulan April 2018 lalu, namun PT VSC  tetap melakukan kegiatan tersebut hingga terjadinya insiden 30 Juni 2018 yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga.
 
Dalam permasalahan ini seharusnya pihak Pemkab Asahan harus segera mengambil sikap terhadap masalah ini agar konflik tidak berkepanjangan dan menelan korban lagi.

Insiden kembali terjadi pada Sabtu (7/7) tepat sepekan meninggalnya nenek Butet (84) orang tua kandung Letkol (Mar) Zulkifli Pane, PT VSC memaksakan kehendak untuk tetap melewati jalan tersebut, dan mendapat perlawanan dari warga, meskipun pihak PTPN IV sudah melarang PT VSC melewati jalan tersebut hingga selesainya sengketa dengan warga.

”Ini artinya perusahaan PT VSC sudah arogan dan mengangkangi kesepakatan yang telah dibuatnya, kami komisi A DPRD Asahan segera akan menyurati pihak Pemkab Asahan untuk mempertanyakan hal dimaksud, dan kami juga berharap hendaknya PT VSC jangan memancing kemarahan warga dan itu akan barakibat buruk nantinya,” pungkasnya. (nus/syaf)
HEADLINE 6272097839948466446
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman