TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Simalungun Dilanda Hujan Es, Rumah dan Tanaman Warga Rusak


TASLABNEWS, SIMALUNGUN- Sejumlah rumah dan tanaman milik warga Nagori Tanjung Purba Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun, Sabtu (7/7) sekira Pukul 14.30 WIB rusak akibat hujan es. Hujan ini sekitar 30 menit, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan parah pada bagian atap, tanaman palawija yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat, ikut jadi korban. 

Warga menunjukkan tanamannya yang rusak akibat terkena hujan es.
Warga menunjukkan tanamannya yang rusak akibat terkena hujan es.

Ditemui di lokasi kejadian, Minggu (8/7), Johan Sembiring, warga Tanjung Purba, mengatakan hujan deras disertai angin kencang sesekali diiringi suara petir yang keras mulai turun dengan tiba-tiba.

“Hujan deras turun disertai angin kencang dan petir bang. Tiba-tiba bercampur es sebesar biji kemiri, suaranya di atas atap rumah berisik sekali. Kami semua sampai ketakutan," terang Johan yang kebetulan pada saat itu sedang berada di dalam rumah bersama pangulu nagori setempat. 

Johan menjelaskan, hujan es turun dalam tiga tahap dalam waktu setengah jam. 

“Pertama datang kira-kira limabelas menit bercampur hujan, angin kencang dan petir yang pertama itu yang paling parah. Lalu hujan esnya berhenti kira-kira selama lima menit, tapi hujan tetap turun. Kemudian datang lagi hujan bercampur es, lalu berhenti lagi dan lima menit kemudian datang lagi bang,”katanya.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, beberapa rumah warga rusak parah pada bagian atapnya yang terbuat dari seng. Ada atap yang jebol akibat tekanan hujan es tersebut. Bahkan ada beberapa atap rumah yang terbang akibat angin. 

Warga bahu-membahu memperbaiki rumah warga lain yang terkena dampak hujan es tersebut.

Menurut Pangulu Nagori Tanjung Purba, Fredy Adiputra Sembiringa, sore hari setelah kejadian pihak Kecamatan Dolok Silau langsung datang ke lokasi untuk meninjau dampak dari musibah tersebut. Begitu juga dari pihak Koramil dan Polsek Dolok Silau. 
Fredy menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendataan atas rumah-rumah warga yang terdampak hujan es tersebut.

 "Yang mengalami kerusakan parah ada lima rumah antara lain rumah Samura Br Sembiring, Beres Tarigan, Kaban Tarigan, Ciangkun Tarigan dan Dedy Peranginangin,” katanya.

Sembilan rumah mengalami kerusakan ringan, selebihnya masih didata karena kemarin waktu kejadian masih banyak warga yang berada di ladang. Pemeriksaan juga harus dilakukan dari dalam rumah dengan cara membuka asbes.

“Harus dibuka dulu asbes dari dalam rumah baru kelihatan kerusakan yang ditimbulkan hujan es tersebut pada bagian atap, kalau dari atas agak susah memeriksa," tambahnya. 
Hujan es tersebut juga merusak tanaman yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. 

"Hancurlah jeruk kami semua di ladang bang, karena hujan es itu," keluh J Tarigan, seorang warga.

Di lokasi perladangan warga terlihat tanaman kol, jagung, dan sayur-mayur lainnya hancur dan dipastikan gagal panen. Warga mengharapkan uluran tangan dan perhatian dari pemerintah atas musibah yang menimpa mereka. 

"Sudah banyak warga yang mengeluh, sementara diantara mereka banyak juga yang memanfaatkan jasa pinjaman dari bank. Usaha yang diagunkan ke bank yaitu usaha pertanian yang ada di ladang seperti jeruk, cabe, sayur-mayur dan sebagainya. Sekarang sudah dipastikan gagal panen, mereka jadi bingung harus bagaimana, makan saja kemungkinan terancam,”kata Fredy.

 Es Sempat Menutupi Jalan
Menurut Johan Sembiring, yang pada saat kejadian berada di rumahnya, mengatakan kondisinya saat itu sangat menakutkan. Suara hujan es di atap rumah sangat keras. Apalagi saat itu angin berhembus kencang. Bahkan ternak unggas warga banyak yang mati karena terkena hujan es.

"Kami tidak berani keluar rumah bang, tapi di rumah pun kami jadi ketakutan karena sangsi jangan-jangan rumah kamipun terbawa terbang. Di dalam rumahpun kami merasa tidak aman, suara berisik di atap keras sekali akibat hujan es. Sementara di luar seperti tertutup asap atau kabut, mungkin uap dari es itu. Bayangkan hujan es berhenti Pukul 15.00 WIB, gumpalan es masih menutupi jalan hingga Pukul 16.30,”pungkas Johan.(syaf/int)
Reaksi: 
Siantar-Simalungun 3827597665874525771
Beranda item

ADSENSE

INFO LOWONGAN KERJA

Media Online www.taslabnews.com / PT TASLAB MEDIA PERS,

Membutuhkan wartawan/koresponden untuk wilayah
1. Kota Pematangsiantar/Simalungun,
2. Sibolga, Taput, Tapteng, Madina, Palas, Paluta,
3. Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara

4. Medan, Lubukpakam, Tebingtinggi


Persyaratan:
Minimal tamatan SMA sederajat.
Berkelakuan Baik


Bagi yang Berminat Hubungi:
1. Muhammad Yunus (Kabiro taslabnews.com) 0852 6258 4569
2. Salomo Malau (Direktur) 0812 6306 1350

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman