TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Ketua Fraksi Golkar DPRDSU Dijemput Paksa KPK

TASLABNEWS, Medan - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibantu oleh jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut), melakukan penjemputan paksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal, Rabu (26/9).
Muhammad Faisal
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal saat dijemput paksa KPK.
Anggota DPRD Sumatera Utara ini menjadi tersangka penerima gratifikasi dan suap dalam pengesahan APBD Sumatera Utara 2012-2014 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015 yang menyeret mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho.
Faisal dijemput paksa dari kediamannya di satu komplek perumahan elit Jalan Pasar 1, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, pada Rabu (26/9/2018). 
Dilansir dari Okezone, penjemputan paksa yang dikawal ketat petugas kepolisian itu, penyidik berhasil membawa Faisal dan beberapa berkas yang dimasukkan ke dalam koper. Penyidik kemudian membawa Faisal berikut berkas tersebut dengan menggunakan mobil mini bus berwarna putih.
"Benar, tadi sekitar jam 11 ada petugas KPK datang dan saya selaku Kepling hanya mendampingi mereka," kata Zul, Kepala Lingkungan (RW) 8, Kelurahan Asam Kumbang.
Menurut Zul, dalam penjemputan tersebut lebih dari tiga orang petugas KPK yang datang dengan menggunakan beberapa unit mobil.
"Pas diamankan itu hanya pak MF yang dibawa oleh petugas. Kalau adanya berkas yang dibawa saya tidak lihat," ungkapnya.
Juru Bicara KPK, Febry Diansyah juga membenarkan adanya penjemputan paksa itu. Febri menyebutkan usai dijemput paksa, Faisal kemudian diboyong ke Mapolsek Sunggal untuk pemeriksaan awal. Faisal akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Beliau kita jemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Sebelumnya beliau kita panggil pada 16 Juli 2018. Waktu itu beliau hadir. Tapi saat kita panggil lagi pada 7 dan 24 September, beliau mangkir. Sore ini kita bawa ke Jakarta," tegas Febri.
Selain Faisal, ada 37 tersangka lain yang ditetapkan KPK dalam kasus tersebut. 21 orang sudah ditahan dan sebagian lainnya masih terus dipanggil untuk diperiksa.
"Kami ingatkan pada tersangka lain agar koperatif dan hal ini menjadi pelajaran agar memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku," tandas Febri.
Adapun, 21 mantan anggota DPRD yang telah ditahan sejak 4 Juli hingga 28 Agustus 2018, hari ini, sebagai berikut :
1. Rijal Sirait (RST) ditahan pada 4 Juli 2018
2. Rinawati Sianturi (RSI) ditahan pada 4 Juli 2018
3. Rooslynda Marpaung (RMP) ditahan 4 Juli 2018
4. Fadly Nurzal (FN) ditahan 29 Juli 2018
5. Sonny Firdaus (SF) ditahan 5 Juli 2018
6. Muslim Simbolon (MSI) ditahan 9 Juli 2018
7. Helmiati (HEI) ditahan 9 Juli 2018
8. Mustofawiyah (MSH) ditahan bulan Juli
9. Tiaisah ritonga (TIR) ditahan bulan Juli
10. Arifin nainggolan (ANN) ditahan bulan Juli
11. Elezaro Duha (ELD) ditahan 7 Agustus 2018
12. (TMP) Tahan Manahan Pangabean (TMP) ditahan 13 Agustus 2018
13. Passiruddin Daulay (PD) ditahan 20 Agustus 2018
14. Biller Pasaribu (BPU) ditahan 20 Agustus 2018
15. John Hugo Silalahi (JHS) ditahan 21 Agustus 2018
16. Richard Eddy Marsaut (REM) ditahan 24 Agustus 2018
17. Syafrida Fitrie (SFE) ditahan 24 Agustus 2018
18. Restu Kurniawan Sarumaha (RKS) ditahan 24 Agustus 2018
19. Musdalifah (MDH) ditahan 27 Agustus 2018
20. Rahmianna Delima Pulungan (RDP) ditahan 27 Agustus 2018
21. DTM Abdul Hasan Maturidi (DHN) ditahan 27 Agustus 2018
(okc/int/mom)
SUMUT 782623082531239948
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman