TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

4 Tahun Tak Terima TPG, 5 Guru Laporkan Kadisdik Asahan ke Poldasu

TASLABNEWS, ASAHAN-Tidak terima pembayaran Tunjangan Pendapatan Guru (TPG) selama empat tahun sekitar Rp717 juta, lima guru di Asahan melaporkan oknum Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Asahan berinisial HI ke Mapolda Sumut, Senin (29/10).

Guru di Asahan saat berada di Poldasu melaporkan Kadisdik.
Guru di Asahan saat berada di Poldasu melaporkan Kadisdik.

Kelima guru yang tidak menerima TPG tersebut masing-masing, Ellista Nainggolan, Dewi Repelita, Fauziah, Marintan dan Fatmah. 

Laporan tersebut dilayangkan oleh Ketua Umum (Ketum) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Prof Dr Muchtar Pakpahan SH MA yang mendampingi kelima guru tersebut.
Dalam laporan LP/1477/X/2018/SPKT II 29 Oktober 2018 disebutkan oknum Kadisdik Asahan
tidak bayarkan sertifikasi kelima guru tersebut.

Alasannya lima guru ini dituding sang kadis menggunakan ijazah palsu. Masalah ini pun sudah dilaporkan ke Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud guna dilakukan klarifikasi.

"Pada 23 Agustus 2018 kita surati ke Dirjen memohon klarifikasi TPG PNSD yang tidak cair sejak Tahun 2014 sampai 2017. Hasilnya, pada 13 september surat kami dibalas dan dalam surat itu lima orang guru tersebut secara normatif berhak atas TPG nya dan Pemkab Asahan wajib membayarkan," ungkapnya kepada wartawan.

Atas dasar itu, jelas Muchtar, kemudian ia dan kelima guru yang belum dicairkan TPG nya kemudian kembali menyurati Disdik Asahan pada 17 September 2018 untuk melakukan pertemuan guna memberikan klarifikasi mereka terkait sertifikasi tersebut.  Kemudian, pada 26 September 2018 dilakukan pertemuan, yang dihadiri oleh
Kepala Bidang PTK Disdik Asahan Basri mewakili Kadisdik Asahan.

"Katanya Kadis berhalangan hadir karena ada keluarganya yang meninggal. Hasil pertemuan itu ia akan berkoordinasi dengan Kadisdik untuk menanggapi surat dari Kemendikbud paling lama seminggu setelah pertemuan," jelasnya.

Namun, setelah sepekan sejak pertemuan, janji Disdik Asahan untuk menanggapi surat Kemendikbud perihal pembayaran uang sertifikasi kelima guru tersebut tak berkelanjutan. Sehingga, kelima guru ini pun sepakat untuk membuat laporan ke Polisi.

"Karena ditunggu-tunggu, tapi tidak ada tanggapan," ungkapnya.

Muchtar menyebutkan, berdasarkan informan yang kabarnya seorang pejabat tinggi di Asahan, uang sertifikasi kelima guru itu sudah dicairkan, tapi tidak diketahui kemana larinya.

"Diduga uang itu jatuh ke tangan yang tidak berhak. Namun, itu kan perlu pembuktian. Makanya kita laporkan, biar polisi yang mencari tahu kemana," terangnya.
Sementara itu, Fauziah guru SDN 016550 Sei Kamah II selaku guru yang tidak menerima TPG sangat menyayangkan sikap Disdik Asahan. 

Menurutnya, bila memang ia dan keempat guru lainnya tidak berhak mendapat TPG, tentunya nama mereka tidak akan terdata layak menerima dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Buktinya setelah saya cek di Dapodik, atas nama saya, status validasi tunjangan profesi saya valid. Artinya saya berhak untuk mendapatkan TPG dan kenapa ditahan-tahan," katanya.

Ia berharap kepada aparat kepolisian agar dapat segera memproses laporan mereka. (Syaf/MTC/int)

HEADLINE 5090037242638072439
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman