TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Kasat Res Narkoba: Sumut Peringkat Kedua Peredaran Narkoba di Indonesia

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI -BNN Kota Tanjungbalai menggelar Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN di lingkungan ASN. Acara yang dibuka Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Drs.H Ismail diadakan di Raja Bahagia Resto, Jalan Arteri Kota Tanjungbalai, Rabu (31/10).

Foto bersama Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN dilingkungan ASN Tanjungbalai.
Acara ini dihadiri Kepala BNN Kota Tanjungbalai AKBP. Eddy Mashuri Nasution, Kasat Res Narkoba Tanjungbalai AKP Adi Hartono SH sebagai narasumber, Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai-Asahan serta para peserta Workshop yang merupakan ASN dari OPD terkait dilingkungan Pemko Tanjungbalai yang berjumlah 40 orang.

Kegiatan yang merupakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar BNN Kota Tanjungbalai ini melalui Bidang P2M Seksi Pemberdayaan Masyarakat menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas P4GN (Workshop) di lingkungan ASN Pemko Tanjungbalai.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota H Ismail menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan atau kelanjutan dari kegiatan kegiatan sebelumnya dimana diharapkan kepada peserta dapat memberikan pemahaman dan membentengi lingkungannya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Permasalahan Narkoba bukan hanya menjadi tanggungjawab BNN dan Kepolisian saja, namun harus melibatkan koordinasi dan sinergitas dari seluruh pihak terkait guna bersama-sama dalam memerangi oeredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di Kota Tanjungbalai. 

"Upaya yang dilaksanakan yakni dengan bersama sama terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh instansi masing-masing. Bukti konkret yakni kalangan ASN harus bersih dari yang namanya Narkoba," sebut Wakil Wali Kota. 

Ditambahkan lagi, saat ini Indonesia dan khususnya Kota Tanjungbalai dalam situasi darurat narkoba. Hal ini terlihat, hampir 70-80% penghuni Lembaga Pemasyarakatan adalah para pelaku dan pengguna Narkotika. 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tanjungbalai AKBP H Eddy Mashuri Nasution mengatakan, terkait Inpres No. 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Ia mengatakan bahwa kepada seluruh instansi pemerintah apapun tugas dan fungsinya tetap memiliki tanggungjawab dalam melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Dari Inpres tersebut, dapat kita lihat dimana kepada seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam hal ini semua instansi terkait yang dibawah pemerintahan daerah untuk dapat berperan serta dalam upaya P4GN di daerah masing-masing," ujarnya.

Eddy Mashuri mengajak peserta untuk terus berperan aktif dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masing-masing. “Harapan kami, setelah selesai kegiatan ini Bapak dan Ibu dapat terus peduli dan menjadi penggiat anti narkoba  di instansi masing-masing,” katanya.

"Saya berharap permasalahan Narkoba di Kota Tanjungbalai yang telah sangat meresahkan ini dapat kita cegah, hal ini dapat terwujud dengan dukungan dan sinergitas semua pihak dan stake holder di Kota Tanjungbalai. Sebagai langkah awal kita akan memulai dengan mengkampanyekan Tanjungbalai bersih Narkoba dari kalangan ASN yang pada saat ini nantinya akan dilakukan Test Urin kepada seluruh peserta Workshop," kata Eddy Mashuri mengakhiri paparannya. 






Sementara itu, Kasat Res Narkoba Polres Tanjungbalai AKP Adi Hartono SH yang juga Narasumber pada pertemuan tersebut menyampaikan materi tentang tindak pidana Natkotika. Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini jumlah kasus narkoba yang telah ditangani Polres Tanjungbalai sejak Januari s/d Oktober 2018 berjumlah 261 Kasus, dengan jumlah tersangka 338 orang. Barang bukti yang berhasil disita yakni Ganja seberat 1.093,17 gram,  Shabu 3.805.85 gram serta Ekstasi 534 1/2 butir. 

Provinsi Sumatera Utara merupakan peringkat kedua daerah dengan tingkat peredaran narkoba tertingi di Indonesia setelah DKI Jakarta. "Untuk itu saya mengajak kita semua bekerjasama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kota Tanjungbalai ini, harap Kasat Narkoba AKP. Adi Hartono.(ign/mom)
Reaksi: 

Posting Komentar

Beranda item

ADSENSE

INFO LOWONGAN KERJA

Media Online www.taslabnews.com / PT TASLAB MEDIA PERS,

Membutuhkan wartawan/koresponden untuk wilayah
1. Kota Pematangsiantar/Simalungun,
2. Sibolga, Taput, Tapteng, Madina, Palas, Paluta,
3. Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara

4. Medan, Lubukpakam, Tebingtinggi


Persyaratan:
Minimal tamatan SMA sederajat.
Berkelakuan Baik


Bagi yang Berminat Hubungi:
1. Muhammad Yunus (Kabiro taslabnews.com) 0852 6258 4569
2. Salomo Malau (Direktur) 0812 6306 1350

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman