TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.

BidVertiser

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Pangonal Harahap Perintahkan Kadis PUPR Serahkan 32 Paket Proyek pada Asiong, Kodenya "Matahari 1"

TASLABNEWS, LABUHANBATU-Plt Kadis PUPR Labuhanbatu Hasan Rambe mengaku, Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap memerintahkannya untuk menyerahkan 32 paket proyek Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018  kepada terdakwa Effendi Syahputra alias Asiong, selaku rekanan di PUPR.
   
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap.
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap.

itu dikatakan Plt Kadis PUPR Labuhan Batu Hasan Rambe dihadapan Majelis Hakim Tipikor Medan diketuai Irwan Effendi dalam sidang lanjutan perkara terdakwa Effendi Syahputra alias Asiong, Kamis(18/10/2018)
  
Sebelumnya Asiong didakwa menyuap Bupati Pangonal Harahap untuk mendapatkan proyek di Dinas PUPR Labuhanbatu.
    
Menurut Hasan Rambe, Mei 2016 Pangonal Harahap yang kini tersangka penerima suap Rp 500 juta itu memanggil Hasan di rumah dinas bupati. Pangonal bilang proyek Dinas PUPR harus diserahkan kepada terdakwa  Asiong,.
   
Selanjutnya, untuk menindak lanjuti pemenangan proyek tersebut, Yazid tangan kanan  Pangonal menyerahkan catatan proyek kepada Hasan  yang berkode Matahari1.

"Itu artinya proyek Bupati itu harus diamankan," ujar Hasan.
  
Menurutnya, ada 9 paket proyek TA 2016, 14 paket proyek TA 2017 dan 9 paket proyek TA 2018 dimenangkan perusahaan terdakwa Asiong.
  
"Saya tidak menerima imbalan apa-apa  dari proyek tersebut, pak hakim," ujar Hasan.
 
Sedangkan Malikus Wari selaku Ketua Pokja 2 bidang Konstruksi yang juga dihadirkan sebagai saksi mengaku menerima imbalan Rp1-2  juta dari orang suruhan terdakwa.

Sementara saksi ketiga Sutrisno selaku staf Kadis PUPR Labuhan Batu pernah mendapat Rp50-100  ribu.

Saksi keempat Supriyono tidak mendapatkan imbalan apa-apa.   
   
Menanggapi itu terdakwa Asiong membantah  pernyataan saksi yang menerima imbalan.

"Kalau pun itu ada bukan atas suruhan saya. Mungkin itu inisiatif mereka.Saya tidak pernah menyuruh orang untuk menyerahkan imbalan kepada saksi-saksi," ujar terdakwa.
 
Sidang menarik perhatian pengunjung  itu dilanjutkan
25 Oktober mendatang untuk mendengar keterangan saksi lagi
  
Usai persidangan, Fadli Nasution SH, Pahrozi SH MH, Pranoto SH selaku Penasihat Hukum terdakwa Asiong menjelaskan, penyuapan tersebut merupakan inisiatif Pangonal Harahap yang sebelumnya punya hutang Rp7 miliar kepada terdakwa saat maju di Pilkada Labuhanbatu 2016.

"Terdakwa dijanjikan proyek sebagai barter pelunasan pembayaran hutang," ujar Pahrozi.

Saat OTT uang yang disita hanya Rp500 juta, tetapi terdakwa sudah menyerahkan uang mencapai Rp38 miliar.

"Terdakwa Asiong sudah mengajukan Justice Collaborator ( JC) untuk mengungkap permainan tersebut." ujar Pahrozi. (Syaf/mjc/int)
   
Reaksi: 
Labuhanbatu 5577401767544584461
Beranda item

ADSENSE

INFO LOWONGAN KERJA

Media Online www.taslabnews.com / PT TASLAB MEDIA PERS,

Membutuhkan wartawan/koresponden untuk wilayah
1. Kota Pematangsiantar/Simalungun,
2. Sibolga, Taput, Tapteng, Madina, Palas, Paluta,
3. Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara

4. Medan, Lubukpakam, Tebingtinggi


Persyaratan:
Minimal tamatan SMA sederajat.
Berkelakuan Baik


Bagi yang Berminat Hubungi:
1. Muhammad Yunus (Kabiro taslabnews.com) 0852 6258 4569
2. Salomo Malau (Direktur) 0812 6306 1350

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman