TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Tak Mau Masak dan Nyuci, Sering Minta Biaya Kesalon, Istri Dibunuh Suami

TASLABNEWS, Kesal karena sering dimintai uang untuk biaya ke salon, tidak mau memasak dan mencuci pakaian, Eni Hermawati (27) dibunuh oleh suaminya DR (38).

Tersangka pelaku pembunuhan terhadap istrinya.
Tersangka pelaku pembunuhan terhadap istrinya.


Pembunuhan tersebut terjadi di kamar rumah mereka di Desa Bonorowo, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng). DR yang kalap akhirnya mengamuk, ia mencacah tubuh istrinya menggunakan celurit.

BACA BERITA LAINNYA:


Setelah melakukan pemeriksaan maraton terhadap DR, motif suami bunuh istri itupun terungkap.

Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Aji Darmawan mengatakan, DR nekat membunuh istrinya karena tak bisa diatur, tak mau mengurus rumah tanggah dan selalu menuntut biaya perawatan tubuh di salon.

Karena kebutuhan biaya perawatan ke salon tak dipenuhi, Eni sering merendahkan suaminya. Hal itu dilakukan berkali-kali dan sejak lama, sehingga DR sakit hati. 

Tuntutan sang istri tak bisa 
dipenuhi DR karena ia hanya seorang petani yang tak banyak memilik penghasilan.

“Istri kepingin gaul pergi ke salon dan mempunyai barang mewah. Selanjutnya suami merasa sakit hati kepada istrinya yang disimpan lama,” kata AKP Aji Darmawan, Selasa (27/11/2018).

Korban dianggap pelaku tidak menghargai pekerjaan dan penghasilan sebagai petani. Bahkan saat malam kejadian pembunuhan, keduanya sedang tidak akur. Korban tidur membelakangi suami. Keterangan pelaku, korban beberapa kali meludah ke tembok.

“Korban ditegur oleh tersangka. Namun korban menyindir bahwa rumah belum dicat saja tak boleh diludahi, apalagi kalau sudah dicat sama dikeramik. Perkataan korban membuat tersangka merasa terhina, marah dan gelap mata,” ujar Aji.

Dibakar kemarahan, tersangka lalu mengambil celurit yang ada di gudang rumahnya. Tersangka lalu menganiaya korban hingga meninggal dunia. Luka cukup serius dialami pada beberapa bagian tubuhnya.

“Tersangka lalu kembali ke dalam gudang dan mencoba bunuh diri dengan meminum obat pembasmi serangga,” ujarnya.

Namun upayanya untuk bunuh diri gagal setelah tim dokter dari RSUD Prembun berhasil mengatasi keracunannya tersebut. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP subs Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Th 2004 tentang KDRT ancaman 15 tahun penjara. (Syaf/okc/int)

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman