TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Warga Batubara yang Cantik Ini jadi Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba




TASLABNEWS, SIMALUNGUN- Sebanyak 20 warga Kabupaten Batubara ikut menjadi korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Tigaras, Danau Toba.

Warga Batubara yang jafi korban kapal temggelam dan hilang di Danau Toba
Warga Batubara yang jafi korban kapal temggelam dan hilang di Danau Toba


Itu sesuai penyatakan dari pihak Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara, Jumat (22/6). Menurut petugas BPBD Batubara yang mengaku bernama Dani, pihaknya langsung meninjau lokasi kejadian di Kabupaten Samosir itu, dengan membawa Tim Sar Gabungan, Pejabat Pemkab Batubara melakukan pengecekan jumlah korban yang berasal dari wilayah Batubara di Centeral posko yang digelar dilokasi setempat.



Sebelumnya, Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Samosir merilis, hingga saat ini terdapat 20 korban yang berasal dari Kabupaten Batubara ditemukan dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.20 wib. Rinciannya, 3 orang asal Batubara di rawat di dua lokasi yang berbeda. 



 Basarnas Datangkan Pemindai Sonar

Basarnas berencana mendatangkan lagi "scane sinar" atau alat pemindai sonar untuk melacak keberadaan KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Jumat, mengatakan, tim gabungan telah mengoperasionalkan pemindai sonar milik TNI Angkatan Laut.

Peralatan tersebut dibawa dan diletakkan pada sebuah kapal, lalu diturunkan dengan alat seperti crane ke perairan Danau Toba.

Untuk lebih memaksimalkan proses pencarian, pihaknya berencana mendatangkan satu lagi alat pemindai sonar dari Kantor SAR Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Dengan pemanfaatan dua alat pemindai sonar tersebut, diharapkan penyelamatan penumpang penemuan pisik KM Sinar Bangun lebih cepat dilakukan.

Pada hari kelima proses penyelamatan tersebut, pihaknya memperluas lokasi pencarian dari titik awal tenggelamnya KM Sinar Bangun.

"Direncanakan, luas pencariannya berkisar 10-20 km," katanya.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 19 korban selamat dan tiga korban tewas. (syaf)

Warga Batubara yang jadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangundan sudah ditemukan dan dirawat yakni:
  1. Sri Santika (26) warga Kuala Tanjung
  2. Rahman Saputra (22) warga Indrapura di rawat di RSUD Hadrianus Sinaga
  3. Muhammad Fitri (21) warga Indrapura di rawat di Puskesmas Tigaras.

Sedangkan yang masih hilang yakni
  1. Edy Subastian (22) Indrapura
  2. Eka Handayani (19) Batubara
  3. Ilham Lubis (25) Indrapura
  4. Wira Pradana (20) Indrapura
  5. Restu Apriyangga (24) Indrapura
  6. Fadly Saputra (22) Indrapura
  7. Yanda Aria (24) Indrapura
  8. Ali Imron (21) Indrapura
  9. Bagas Prama Ananta (30) Indrapura
  10. Noval Ajis Rambe (19) Indrapura
  11. Rida Syahfitri (19) Batubara
  12. Heriawan (23) Batubara
  13. Dedi Suhaini (19) Indrapura
  14. Muh Irfan (20) Batubara
  15. Ipan Rahmat Saputra (20) Sei Suka
  16. Muh. Riadi Saputra (23) Indrapura
  17. Fitri Wulandari (22) Indrapura
Reaksi: 
HEADLINE 2891162922220084276
Beranda item