TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Penegak Hukum di Tanjungbalai Diminta Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Kawat dan Teluk Nibung

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI- Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Tanjungbalai diminta mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Teluk Nibung yang bernilai Rp1,477 miliar lebih dan Pasar Kawat Rp1,551 miliar lebih.

M Rian
M Rian.

Itu dikatakan pemegang mandat GM Pekat IB Tanjungbalai M Rian kepada taslabnews, Senin (31/12/2018).

Rian mengatakan adanya dua kasus dugaan korupsi pembangunan dua pasar di Tanjungbalai harus ditangani pihak Kejari dan polres.


Selain anggaran yang duanggap tidak wajar serta adanya temuan dari BPK, juga penanggung jawab pekerjaan yang dikaksanajan dua dinas takni Dinas Kebersihan dan Pasar untuk pasar Teluk Nibung serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk pasar Kawat merupakan suatu keanehan.

Menurut Rian, seharusnya cukup Dinas Kebersihan dan Pasar yang bertanggungjawab dalam pengerjaan dua pasar itu.

Bukan hanya itu, ternyata sesuai hasil pemeriksaan fisik pembangunan yang dilakukan BPK terhadap kedua pasar itu, ada pekerjaan yang tidak dilakukan.

Pada pembangunan pasar Teluk Nibung ada pekerjaan yang tudak dilakukan yang mengakibatkan negara mengalami indikadi kerugian Rp6.929.991. Selain itu terdapat pekerjaan yang rusak senilai Rp76.307.532.

Sedangkan untuk pembangunan pasar kawat juga ada pekerjaan yang tudak dilakukan yakni pembuatan saklar tunggal sebanyak 40 unit, pemasangan instalasi 62 unit, bak fiber 4 unit, kran air 8 unit.

Total kerugian negara akibat tidak dikerjakanya pembuatan tersebut di pasar kawat mencapai Rp5.318.400.

Selain itu pada pembangunan pasar kawat terdapat pekerjaan kubus apung pontoon HDPE ukuran 50x50x40 cm terdirubatas long pin, long screw dan pagar sebesar Rp78.229.900 yang tidak sesuai spesifik kontrak.

Hasil pemeriksaan BPK bahwa pembelian kubus apung yang terpasang dari bahan fiber senilai Rp65 juta. Sehingga terdapat kelebihan pembayaran Rp13.229.900.


Sedangkan total kelebihan pembayaran untuk pembangunan pasar kawat mencapai Rp18.548.300 (Rp5.318.400 + Rp13.229.900).

Untuk itu Rian berharap agar pihak penegak hukum di Tanjungbalai jangan ganya diam. Karena pihak BPK telah menemukan indikasi kecurangan dalam pembangunan kedua pasar tersebut. (Syaf)











Tanjungbalai 4745740920434836229

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman