SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Antisipasi Penyebaran Demam Berdarah, Ketua TP PKK Asahan Imbau Masyarakat Untuk PSN

TASLABNEWS, ASAHAN -Walaupun angka penderita penyakit Demam Berdarah Dengue Kabupaten Asahan menurun, akan tetapi penyakit tersebut masih menjadi momok yang cukup berbahaya.

Dimana pada tahun 2017 ada 151 pasien dengan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, sementara pada tahun 2018 sebanyak 132 pasien dengan korban meninggal dunia sebanyak 2 orang. 

Menyadari akan bahayanya penyakit tersebut, TP PKK Kabupaten Asahan proaktif melaksanakan berbagai program dalam mengantisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus tersebut. 

Ketua TP PKK Asahan, Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang menyampaikan bahwasanya sampai Februari 2019, TP PKK telah rutin melaksanakan edukasi tentang cara mengantisipasi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), baik di tingkat sekolah maupun  ke masyarakat.

Untuk mendorong agar masyarakat rutin melakukan PSN, Winda meminta seluruh TP PKK mendatangi langsung setiap rumah masyarakat, dan mengimbau masyarakat untuk  menghilangkan sarang nyamuk dengan gerakan 4M Plus.

Dimana 4M terdiri dari menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, mengubur dan menutup barang bekas yang dapat menampung air, serta memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Sementara Plusnya yakni, jangan menggantung pakaian, memelihara ikan di tempat penampungan air, hindari gigitan nyamuk dengan menggunakan minyak serai, dan membubuhkan bubuk abate di tempat penampungan air di rumahnya masing-masing.

Lebih lanjut, Winda mengimbau masyarakat untuk menerapkan program gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang bertujuan untuk memantau atau memeriksa keberadaan jentik nyamuk sekaligus menyebarkan pengetahuan akan bahayanya penyakit DBD.

Sehingga masyarakat dapat mengetahui cara mengantisipasi dan meminimalisir jumlah penderita serta jumlah kematian akibat DBD.

Winda juga berharap agar Dinas Kesehatan lebih proaktif dalam memberantas penyebaran penyakit DBD serta bersedia untuk melatih anggota masyarakat melalui Puskesmas setempat menjadi seorang Jumantik.
Menutup sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih atas respon yang baik dari seluruh pengurus dan anggota TP PKK mulai dari tingkat Kecamatan hingga Desa, Kader PKK, Camat, Puskesmas, Kades, Bidan Desa dan OPD terkait yang telah menjalankan program tersebut dan turun langsung memberikan edukasi bagi masyarakat untuk menjadi Jumantik di rumahnya sendiri. 

"Diharapkan melalui proses pembinaan dan pemberdayaan peran masyarakat yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah melalui OPD terkait, penyebaran DBD di wilayah Asahan bisa dieliminir serta masyarakat Asahan yang lebih sehat dan bebas dari DBD dapat terwujud," ujarnya mengakhiri.(mom)
Asahan 8214802698948445562

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman