TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Arus Sungai yang Deras dan Buaya Persulit Penyelamatan Lumba-lumba di Labura

TASLABNEWS, LABURA- Selain arus sungai cukup deras, ternyata Sungai Kualuh adalah habitat buaya. Sehingga itu yang jadi kendala kita. dalam proses evakuasi lumba-lumba.
Lumba-lumba yang nampak di Labura.
Lumba-lumba yang nampak di Labura.

Hingga, Kamis (31/1/2019) Tim Jaringan Animal Aid Network (JAAN) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Intasnsi terkait dan warga terus berupaya melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang diduga sampai saat ini tersesat di Sungai Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

BERITA TERKAIT:

Sebelumnya ada dua ekor lumba-lumba tersesat masuk ke Sungai Kualuh. Namun sayang, seekor lumba-lumba indukan akhirnya ditemukan mati.
'Kita juga harus memikirkan keselamatan Tim,” kata Amang, salah satu staff JAAN.

Saat ini titik posisi lumba-lumba sudah ditemukan. Hasil pengamatan sementara, lumba-lumba dalam keadaan normal.

Hanya saja ada luka di bagian tubuhnya.

 “Itu juga yang menjadi kekhawatiran kita,” imbuh Amang.

Tim gabungan juga sudah melakukan evaluasi dan monitoring. Rencananya lumba-lumba jantan yang diperkirakan berusia 12-15 tahun itu, akan digiring ke wilayah dangkal.

“Nanti akan kita bawa ke laut melalui jalur darat,” ujarnya.

Menurut Amang, hal tersebut harus dilakukan, karena jika harus melalui jalur sungai, harus menempuh jarak ratusan kilometer. Sedangkan jalur darat hanya memakan waktu tiga jam saja.

Berita lainnya:

Amang juga menjelaskan, lumba.-lumba jenis ini memang hidupnya di kawasan pesisir. Mamalia cerdas ini juga sering masuk ke perairan tawar dan payau.

“Namun biasanya, mereka tidak masuk ke sungai terlalu jauh,” ungkapnya.

Amang menduga, mereka tersesat karena sang induk yang mati mendapat luka di dekat lubang pernafasan. Karena di dekat lubang pernafasan itu terdapat luka akibat benturan.

“Di situ letak syaraf dan navigasinya. Jadi mungkin dia menabrak, sehingga diduga gegar otak,” ujarnya.

Amang mengatakan, lumba-lumba betina yang mati diperkirakan usianya 35-40 tahun. 

“Kalau yang masih hidup, itu usianya di perkirakan 12-15 tahun,” jelasnya.

Terpisah pihak BBKSDA Sumut, belum bisa memastikan penyebab kematian induk lumba-lumba. Namun bangkainya sudah dikuburkan di kawasan Labuhanbatu.

“Ada luka di bagian punggung. Kalau diganggu manusia, tidak mungkin. Tapi mungkin karena memaksa berenang sehingga kita duga menabrak,” ujar Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi.

Pihaknya juga berencana mendatangkan tim dari Taman Safari utnuk membantu pengobatan lumba-lumba yang masih hidup.

“Mudah-mudahan, ini bisa terselamatkan,” tandasnya. (mjc/int/Syaf)
Labura 6686205719797293375

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds