TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Puluhan Monyet Serang Perkebunan Warga di Tapsel, Tanaman Petani Dirusak

TASLABNEWS, TAPSEL-Puluhan ekor monyet menyerang tanaman petani di Tapanuli Selatan (Tapsel). 

Monyet
Monyet.

Akibat serangan puluhan monyet itu, tanaman petani seperti buah-buahan, ubi, cabai, coklat, bahkan padi dan kopi apalagi pisang di atas lahan di lembah kedua gunung itu sudah rata-rata rusak.

“Petani Desa Sumuran, Desa Parsorminan, Desa Paran Dolok, Desa Huta Baru, Desa Padang Bujur, Desa Mandura dan lainnya sudah hampir putus asa untuk bercocok tanam di lembah tersebut, karena trauma akibat serangan hama monyet,” kata pengurus Forum Petani Sipirok Herman Harahap.

Herman mengaku puluhan monyet itu merusak lahan pertanian dan perkebunan, selain itu juga sudah masuk ke perkampungan warga.

“Perkembangan hewan itu cukup tinggi. Dua tahun terakhir ini sudah semakin ramai terutama di daerah pertanian warga di Lembah Tor (gunung) Sibohi dan tor Sibual-buali,” katanya.

Ia mengatakan cukup banyak kerugian yang diderita sebagai dampak kerusakan tanaman yang merupakan sumber perekonomian warga akibat serangan monyet yang sangat susah untuk dibasmi itu.

Sebenarnya, kata dia, masyarakat ingin menghabisi hama monyet tetapi tidak tahu caranya.

“Meski sudah diracun tidak berdampak. Diusir malah melawan, pakai senapan takut kena sanksi, monyet memang licik,” katanya.

Sekarang, kata dia, kaum ibu banyak yang takut pergi berkebun atau berladang ke lembah apalagi sendirian. Mereka khawatir serangan monyet yang secara tiba-tiba apalagi sebagian monyet badannya besar.

Untuk itu petani di Sipirok mengharapkan instansi terkait dapat memberikan perhatian atas permasalahan tersebut dan dapat turun tangan guna meminimalisir hama monyet tersebut.

Apalagi, tambahnya, sekawanan monyet yang terkadang mencapai puluhan bakan ratusan ekor tersebut belakangan ini sebagian sudah mulai memasuki permukiman warga, diduga karena sudah kehabisan makanan yang ada di areal kebun maupun pertanian warga. (okc/int/syaf)
TABAGSEL 2505958345608096199

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds