TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Bawa 24 Kg Sabu, Kakek 65 Tahun Asal Batubara Divonis Hukuman Seumur Hidup

TASLABNEWS, BATUBARA- Bawa sabu 24 kg, Abdul Rahman alias Bidul (65) warga Kabupaten Batubara divonis hukuman seumur hidup.

Terdakwa Bidul saat menjalani persidangan.
Terdakwa Bidul saat menjalani persidangan.

Informasi diperoleh, Bidul merupakan warga Jalan Dusun I, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara.

Majelis hakim yang diketuai Saidin Bagariang SH menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

BACA BERITA LAINNYA:
Polres Tanjungbalai Ringkus 4 Pengeroyok Personil Polres Asahan
Saya Bunuh Ibu Karena Sakit Hati Sering Dimaki, Pengakuan Anak yang Bakar Ibunya di Asahan, Ini Videonya
Oknum Staf dan Honorer di RSU Sidimpuan juga Staf Bawaslu Nyabu di Kamar Mayat 
3 Perampok di Jalan Mahoni Kisaran Diringkus

"Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Abdul Rahman alias Bidul dengan hukuman penjara seumur hidup karena terbukti secara sah terbukti melakukan permufakatan jahat dan tanpa hak menerima narkotika golongan I," tegas majelis hakim Saidin Bagariang SH.

Dalam amar putusan majelis hakim Saidin Bagariang tidak ada hal yang dapat meringankan perbuatan terdakwa Abdul Rahman.

"Hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas narkotika," sebut majelis hakim di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/6/2019).

Putusan majelis hakim terhadap terdakwa Abdul Rahman sama dengan tuntutan Jaksa Rosinta SH yang menuntut hukuman penjara seumur hidup.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Abdul melalui penasihat hukumnya dari LBH Menara Keadilan menyatakan pikir-pikir apakah menerima atau melakukan upaya banding.

Sebelumnya ketiga terdakwa lainnya telah divonis seumur hidup, salah satu dari tiga terdakwa merupakan menantu terdakwa Abdul yakni terdakwa Masdar.

Dua lainnya yakni terdakwa Tengku Turhamun dan Fadhli yang berperan sebagai penerima sabu di Medan.

Kakek 65 tahun itu mengaku nekat menjadi kurir sabu karena tergiur dengan upah yang dijanjikan dalam perbungkusnya mendapatkan upah Rp20 juta dan keseluruhannya 24 bungkus dengan upah Rp480 juta.

Sementara mengutip dakwaan JPU Rosinta SH, bermula pada hari Rabu (7/11/2018) sekira pukul 01.00 Wib petugas polisi menangkap terdakwa Masdar (berkas terpisah) di Dusun I, Desa Perupuk Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Informasi yang didapat petugas kepolisian bahwa ada sabu akan datang dari Malaysia melalui perairan Kabupaten Batubara.

Kemudian petugas kepolisian menemukan terdakwa Masdar yang saat itu berada didalam rumah dan tepatnya di belakang rumah yang berjarak 10 meter dari rumah terdakwa.

Petugas menemukan 24 bungkus plastic dalam kemasan warna kuning keemasan  bertuliskan Guanyinwang berisi narkotika jenis sabu seberat 24 Kg dalam jaring ikan berwarna hijau yang ditanam didalam tanah.

Setelah terdakwa Masdar ditangkap ia mengatakan bahwa sabu tersebut kepunyaaan terdakwa Abdul Rahman als Bidul mertua Masdar sendiri.

Lalu petugas melakukan pencarian terhadap terdakwa Abdul Rahman Als Bidul dan sekira pukul 05.00 wib pada hari Rabu menangkap  terdakwa Abdul saat itu sedang berada di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan.

Terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut adalah milik dari bosnya bernama Atak (DPO) yang berada di Malaysia dan terdakwa adalah orang yang bertugas menerima paket sabu di daerah Batubara.

Setelah terdakwa Abdul tertangkap dan mengaku bahwa ia yang menyuruh menantunya Masdar untuk menjaga barang berupa sabu yang jumlahnya 24 paket yang dibungkus dalam kemasan plastic kuning keemasan dengan berat 24 Kg yang dimasukkan dalam jaring ikan warna hijau tua dan ditanam dibelakang rumah terdakwa.

Saksi dari kepolisian meminta Abdul Rahman als Bidul untuk menghubungi bos Atak dan  hingga sampai pukul 17.00 WIB tidak ada yang datang menjemput sabu tersebut.

Keesokan harinya pada saat penjemputan terdakwa Turhamun dan terdakwa Fadhli yang datang untuk mengambil sabu atas suruhan bos Ijal (DPO), kemudian kedua terdakwa diamankan beserta barang bukti. (mtc/int/syaf)

Reaksi: 
HEADLINE 6408967404132650583

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item