BATUBARA, TASLABNEWS.COM -Wakil Ketua Komisi I DPRD Batubara Drs Bonar Manik MM soroti permasalahan lapangan bola kaki di Desa Gunung Rante, Kecamatan Talawi, Batubara yang bakal dibangun Gedung Koperasi Merah Putih dan menuai protes dari warga.
Bonar tegaskan, diharapkan pihak pemerintah tunda dulu pembangunan gedung koperasi merah putih itu sebelum ada kejelasan tentang status areal tanah tersebut.

Pembangunan Gedung KDMP di Desa Gunung Rante.
“Tunda dulu pembangunan gedung koperasi merah putih tersebut sebelum ada kejelasan status tanah. Sebab, warga masyarakat protes dan menolak itu dibangun. Warga mengangap lapangan bola itu bukan asset desa tapi hasil swadaya masyarakat terdahulu untuk sarana olahraga didesa, ,”ungkap DPRD Bonar Manik Fraksi PDIP Batubara saat dikonfirmasi wartawan Selasa(10/3/2023) via ponsel.
Menurut Bonar, kalau Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KDMP) dipaksakan
tentunya menghilangkan ruang publik dan melanggar aturan tata ruang sehingga menggangu fungsi lapangan sebagai sarana olahraga Masyarakat ,”tandasnya.
Menurut Bonar,
secara umum dirinya mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa lewat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, ia memberikan catatan penting agar pembangunan tersebut juga harus peka terhadap ruang publik. Apalagi seperti pemberitaan di media massa Kopdes dibangun di Lapangan bola kaki yang digunakan masyarakat sehari hari untuk sarana olahraga,”tandasnya.
Seperti diketahui, diberitakan Sebelumnya seratusan warga desa Gunung Rante menolak di areal Lapangan Bola Kaki dibangun Gedung Kopdes Merah Putih.
Joan Silalahi, Tokoh Masyarakat setempat menolak keras, dan membentangkan spanduk protes agar tidak dibangun gedung Kopdes Merah Putih dilapangan bola. Sebab, dengan dibangunnya gedung itu sudah barang tentu menghilangkan ruang publik menggangu fungsi lapangan sebagai sarana berolahraga warga.
“Mau main bola dimana kami,
Jangan paksakan diri, dan diharapkan Pemerintah untuk arif dan bijaksana dong memilih alternatif lokasi yang cocok selain lapangan bola tersebut, Areal HGU perkebunan kan luas, kan bisa pinjam pakai kayak Kopdes Desa Dolok Pop,” ungkap Joan. (Kas/syaf).































