• Redaksi
  • Media Siber
  • Tentang
  • Kontak
  • Privasi
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Index
Selasa, 24 Maret 2026
No Result
View All Result
TaslabNews.com - Tanjungbalai, Asahan, Labura, Batubara
27 °c
Kisaran
  • Home
  • Tanjungbalai
    Jelang Idul Fitri, Arus Mudik di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai Meningkat

    Jelang Idul Fitri, Arus Mudik di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai Meningkat

    Polres Tanjungbalai Kumpulkan Zakat Fitrah Personel

    Polres Tanjungbalai Kumpulkan Zakat Fitrah Personel

    Walikota Tanjungbalai Ikuti Salat Tasbih Berjamaah

    Walikota Tanjungbalai Ikuti Salat Tasbih Berjamaah

    Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kesiapan Pospam dan Pos Terpadu

    Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kesiapan Pospam dan Pos Terpadu

    Polres Tanjungbalai Gelar Pembinaan Rohani Bersama Ketua MUI

    Polres Tanjungbalai Gelar Pembinaan Rohani Bersama Ketua MUI

    Sambut Mudik 2026: Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

    Sambut Mudik 2026: Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

  • Asahan
    Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

    Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

    Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

    Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

    Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

    Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

    Ribuan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Kota Kisaran

  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga
  • Home
  • Tanjungbalai
    Jelang Idul Fitri, Arus Mudik di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai Meningkat

    Jelang Idul Fitri, Arus Mudik di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai Meningkat

    Polres Tanjungbalai Kumpulkan Zakat Fitrah Personel

    Polres Tanjungbalai Kumpulkan Zakat Fitrah Personel

    Walikota Tanjungbalai Ikuti Salat Tasbih Berjamaah

    Walikota Tanjungbalai Ikuti Salat Tasbih Berjamaah

    Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kesiapan Pospam dan Pos Terpadu

    Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kesiapan Pospam dan Pos Terpadu

    Polres Tanjungbalai Gelar Pembinaan Rohani Bersama Ketua MUI

    Polres Tanjungbalai Gelar Pembinaan Rohani Bersama Ketua MUI

    Sambut Mudik 2026: Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

    Sambut Mudik 2026: Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

  • Asahan
    Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

    Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

    Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

    Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

    Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

    Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

    Ribuan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Kota Kisaran

  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga
No Result
View All Result
TaslabNews.com - Tanjungbalai, Asahan, Labura, Batubara
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Beranda Tak Berkategori

Asal Usul Bubur Pedas Asahan yang Nikmat, Diciptakan Mak Ijah dan Gadi

12 Juni 2017
di Tak Berkategori
0 0
178
Dilihat
Share ke FacebookShare ke WhatsApp

BAGI warga Melayu baik di Kabupaten Asahan, Deliserdang, Batubara, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan dan daerah lainnya di Nusantara, pasti mengenal yang namanya bubur pedas.



Oleh: Syafruddin Yusuf, taslabnews.com

Dulu makanan ini bisa ditemui setiap hari. Baik orangtua, anak muda dan anak-anak banyak yang menyukai makanan ini. Entah kenapa, sekarang bubur sangat jarang ditemui baik di rumah makan tradisional di wilayah Provinsi Sumatera Utara khususnya di wilayah Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Labuhanbatu.

BacaJuga

Pemkab Asahan Gelar Training of Trainers Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Asahan

Pemkab Asahan Gelar Training of Trainers Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Asahan

12 Desember 2025
Bupati Asahan Dukung Tabligh Akbar Yayasan Wakaf Hajjah Rohana

Bupati Asahan Dukung Tabligh Akbar Yayasan Wakaf Hajjah Rohana

3 November 2025
Wali Kota Tanjungbalai  Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 

Wali Kota Tanjungbalai  Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 

22 Oktober 2025
Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Asahan Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Asahan Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

8 Agustus 2025

Saat ini, jajanan bubur pedas ini hanya muncul saat bulan Ramadhan, yang dijual para penjual makanan berbuka puasa (takjil),

Di setiap daerah, seperti Pontianak, Kalimantan, Sumatera pasti punya cerita tersendiri akan kehadiran bubur pedas ini. Nah di wilayah Batubara dan Asahan juga ada loh cerita akan kehadiran bubur pedas ini.

Seperti penelusuran saya, ternyata ada cerita akan kehadiran bubur pedas ini di Wilayah Asahan dan Batubara yang 10 tahun lalu masih bergabung dalam 1 kabupaten. Ceritanya,
pada zaman dahulu hiduplah keluarga miskin yang sangat jujur, rajin dan tidak suka menyakiti hati orang lain.

Seorang ibu bernama Mak Ijah dan anak gadisnya yang bernama Gadi tinggal di Asahan. Rumah yang mereka tempati hampir roboh. Suatu hari ada pengumumam sayembara dari kerajaan Lima Laras untuk membuat bubur yang enak, gurih namun tidak manis.

Karena ia sangat ingin sekali memperbaiki rumahnya yang roboh itu, maka ia pun berusaha untuk membuat bubur keinginan raja itu. Namun tidaklah pernah berhasil.

“Tidorlah Gadi, hari sudah malam, cemano mau buat bubur tak manis, bukankah bubur itu pasti manis,” kata Mak Ijah.

Namun, Gadi tak pernah berhenti untuk mencobanya.

“Mak, cubo rasokan bubur ini mak, enak ndak mak,” ucap Gadi sambil membawakan bubour itu ke Mak Ijah.

“Cemano mak, enak,” ucap Gadi.

Namun, mak Ijah cuma terdiam saja, ia merasakan bahwa bubur itu tetap saja manis.

Hari sudah semakin gelap dan sunyi, angin pantai sudah tambah terasa dinginnya namun Gadi tak bisa tidur. Ia hanya memikirkan bagaimana cara membuat bubur yang enak, gurih namun tidak manis. Ia memimpikan memiliki rumah yang tidak bocor lagi karena pemenang dari sayembara itu akan diberikan sebuah rumah oleh kerajaan Lima Laras. Dengan demikian omaknya tidak perlu kerja keras untuk memperbaiki rumahnya yang bocor itu.

Gadi sudah membuat beraneka macam bubur, bubur kacang hijau, bubur jagung, bubur ketan, bubur pisang namun semua yang dimasaknya tetap memiliki rasa yang manis. Sehingga membuat Gadi tambah kecewa.

Setiap Gadi ke kedai, semua orang telah membicarakan sayembara itu. Dan akhirnya ada tetangga Gadi yang bertanya kepadanya.

“Gadi, kau tak nak mencubo ikot sayembara tu, bukankah kau itu pande masak,” ucap tetangganya.

Gadi pun menjawab “Tak tau awak mak cik cara buat bubur seperti itu,” ucap Gadi.

Hingga suatu hari, saat pagi tiba, mak ijah pengen belanja sayuran ke pekan Batubara yang terletak sekitar 3 km dari Lima Laras. Di sana mak Ijah dan Gadi berbelanja sedikit udang, cumi-cumi, sotong, ikan, kepiting namun semua di borong.

Sesampai di rumah, mak Ijah dan Gadi ingin membagi tugas. Gadi belajar membuat bubur lagi sesuai sayembara dan mak Ijah memasak untuk makan siang. Kali ini mak Ijah memasak ayang toge dan menyiangi udang, sotong dan kepiting.

Namun, tiba-tiba datanglah Encik Zarah dengan marah-marah.

“Hei, mano utang kalian”.

Karena mak Ijah tidak punya uang, encik Zarah pun marah dan menumpahkan semua masakan mak Ijah ke dalam periuk bubur. Menangislah mak Ijah dan Gadi karena masakan untuk makan siang dan buburnya sudah menjadi satu tidak bisa dimakan lagi.

Namun, mak Ijah tetap mengaduk-aduk bubur yang menjadi satu itu sampai benar-benar masak. Dan mereka pun makan sambil meneteskan air mata. Namun, siapa disangka makanan tersebut, enak, gurih dan pedas. Dan mereka pun berfikir untuk mengikuti sayembara dari Kerajaan Lima Laras dengan bubur yang tidak sengaja dimasaknya itu karena ulah Encik Zarah.

Dan ketika sayembara dimulai, begitu banyak sekali masyarakat yang ikut sayembara. Dan saat waktu sudah habis maka Raja pun mencicipi masakan yang dimasak oleh rakyatnya. Namun sayang, sudah hampir semua bubur yang dicobanya tetap saja berasa manis. Dan akhirnya tiba di bubur hasil masakan mak Ijah dan Gadi, dan rajapun sangat menyukainya.

“Panglima, panggil pemasak bubur ini.” Perintah Raja. Mak Ijah dan Gadi pun menghadap.

“Apa nama bubur ini?” tanya Raja. Gadi pun menjawab “Maaf paduka, kami belum menyiapkan mana bubur ini.”

Raja pun berkata “Karena kami menyukai bubur ini, dan karena bubur ini tidak manis melainkan pedas maka saya beri nama dengan nama BUBUR PEDAS, dimana bubur ini akan menjadi bubur kerajaan Lima Laras. Dan sebagai hadiahnya kami akan memberikan sebuah rumah kepada kalian,” kata raja.
Raja pun memberikan kunci rumah ke Mak Ijah dan Gadi. (***)

Tags: catatan
Berita Selanjutnya

Waduh, Rastra untuk Warga Miskin di Tanjungbalai Berkutu dan Bau, Bagaimana Mau Dikonsumsi?

Waduh, Hati-hati, di Tanjungbalai dan Pematangsiantar ada Mie Mengandung Formalin

Berita Terbaru

Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

Bos Damor Santuni Anak Yatim dan Janda

24 Maret 2026
Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

Pengunjung di Alun-alun Kisaran Dipaksa Beli Masker Rp5 Ribu

24 Maret 2026
748 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H

748 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H

23 Maret 2026
Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri Penuhi Lapangan Serbaguna Meranti

22 Maret 2026
Pegawai Lapas Labuhan Ruku Gelar Sholat Idul Fitri Bersama Warga Binaan 

Petugas Lapas Labuhan Ruku Gelar Sholat Idul Fitri Bersama Warga Binaan 

22 Maret 2026
Bupati Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita dan Wakil Bupati Labuhanbatu H Jamri beserta sejumlah unsur Forkopimda Labuhanbatu berfoto bersama setelah melaksanakan sholat Id.

Idul Fitri 1447 H, Bupati Labuhanbatu Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

22 Maret 2026

Ribuan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Kota Kisaran

21 Maret 2026
Sambut Idul Fitri Awak Media Taslabnews.com Berikan Paket Sembako Kepada Warga Tak Mampu

Sambut Idul Fitri Awak Media Taslabnews.com Berikan Paket Sembako Kepada Warga Tak Mampu

21 Maret 2026
Kalapas Labuhan Ruku Berikan Arahan Kunjungan Lebaran Kepada Warga Binaan

Kalapas Labuhan Ruku Berikan Arahan Kunjungan Lebaran Kepada Warga Binaan

21 Maret 2026
Jelang Idul Fitri, Harga Daging Sapi Rp130 Ribu, Kerbau Rp140 per Kg

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Sapi Rp130 Ribu, Kerbau Rp140 per Kg

20 Maret 2026

TaslabNews.com adalah sebuah Portal Berita Online yang bisa akses kapanpun dan dimanapun meliputi daerah Asahan, Batubara, Labuhan Batu dan Kota Tanjungbalai

Daerah

  • Tanjungbalai
  • Asahan
  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Labura
  • Sumut
  • Simalungun
  • Sibolga
  • Tapanuli

Anggota Dari




  • Redaksi
  • Media Siber
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Tentang

Hak Cipta © 2016 - 2025 PT. Taslab Media Pers. Dev. by Jorlang Web

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tanjungbalai
  • Asahan
  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga

Hak Cipta © 2016 - 2025 PT. Taslab Media Pers. Dev. by Jorlang Web