TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Indonesia Kembali Berduka, Bawa 139 Penumpang, KMP Lestari Maju Karam di Sulsel 12 Orang Tewas

TASLABNEWS, SULSEL- Kabar duka kembali terjadi pada angkutan air Indonesia.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju karam setelah mengalami masalah pada lambung kapal. Kapal berlayar dari Pelabuhan Bira menuju pelabuhan Pamatata, Sulawesi Selatan (Sulsel) Selasa (3/7) siang. Akibat peristiwa ini 12 orang dinyatakan tewas,

Evakuasi KMP Lestari Maju yang tenggelam di Kepulauan Selayar.
Evakuasi KMP Lestari Maju yang tenggelam di Kepulauan Selayar.


Sebelumnya, sekira pukul 10.00 Wita, KMP Lestari Maju berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bukukumba dengan tujuan Pelabuhan Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar.

Saat berlayar, sekira pukul 13.40 Wita, kapal mengalami masalah, di mana air masuk ke dek lantai bawah. Karena tengah beradai di lautan, KMP Lestari Maju merapat ke pantai Pabbadilan Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kapal mengangkut lebih dari 130 penumpang dan dikabarkan, kapal jenis Ferry ini memuat sejumlah kendaraan seperti mobil, motor dan truk. Kendaraan tampak berhamburan dan di laut dan sejumlah penumpang dengan mengenakan pelampung.

 30 Orang Dievakuasi

Kapolres Kabupaten Kepulauan Selayar, AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, hingga saat ini sekitar 30 korban kecelakaan KM Lestari Maju sudah dievakuasi menuju RS Hayung, Selayar pascakapal jenis ferry tersebut mengalami kerusakan mesin.

"Hingga saat ini sudah ada sekitar 30 orang penumpang KM Lestari Maju yang dievakuasi baik korban yang meninggal maupun yang selamat," kata Syamsu menanggapi peristiwa naas yang menimpa sekitar 139 orang penumpang KM Lestari Maju, Selasa (3/7).

Dia mengatakan, para korban kapal ferry itu dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Termasuk para korban mendapatkan pertolongan evakuasi dari KM Bonto Haru yang berada tidak jauh dari belakang KM Lestari Maju sebelum separuh badan kapal tenggelam.

Menurut dia, kapal reguler yang mengangkut barang dan penumpang ini, sesuai manifes terdapat 139 orang dan 20 awak anak buah kapal (ABK) sebanyak 20 orang.

"Korban yang dievakuasi ini selain mendapatkan pertolongan dari petugas, masyarakat setempat juga turut bahu-membahu membantu korban yang basah kuyup dan sebagian besar dalam kondisi sadar," ujarnya.

Khusus korban yang selamat dan memiliki keluarga di Kabupaten Selayar, sebagian sudah dijemput oleh keluarganya. Sedang yang lainnya masih berada di lokasi evakuasi di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Benteng, kabupaten Kepulauan Selayar.

Untuk membantu mengevakuasi penumpang, lanjut dia, selain petugas pemerintah setempat, juga pihak BPBD dan SAR Sulsel diturunkan dan sudah ada penambahan kapal dan 23 personel dari BPBD Sulsel.

Sementara berdasarkan data Pemkab Kepulauan Selayar diketahui, KM Lestari Maju sudah beroperasi melayani masyarakat Selayar dan sekitar pada 2016 dan termasuk kapal ferry yang berkapasitas besar dengan tiga lantai.


Rp30 M Untuk Gaji PNS Ikut Hanyut

Karamnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan ikut menghanyutkan uang tunai Bank BPD Sulsel senilai Rp30 miliar saat akan diseberangkan ke Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Benar ada uang yang ikut dalam pelayaran kapal feri menuju Kabupaten kepulauan Selayar yang tenggelam itu," ujar Kepala Divisi Treasury BPD Sulsel Irmayanti Sultan di Makassar, Selasa (3/7).

Ia mengatakan uang sebanyak Rp30 miliar yang diangkut melalui mobil boks dengan mendapat pengawalan dua orang polisi, satu orang sekuriti, satu orang pegawai BPD Sulsel serta sopir.

Irma menyatakan jika uang Rp30 miliar yang juga ikut karam rencananya akan digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya bagi para aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kepulauan Selayar.

"Uang itu untuk digunakan oleh teman-teman pegawai Pemkab Selayar. Uangnya untuk membayarkan gaji pegawai dan lain-lain," katanya.

Menurut Irma kejadian yang terjadi di perairan Selayar itu baru diketahuinya beberapa jam kemudian karena tidak adanya sambungan layanan telepon di tengah lautan sehingga informasinya lambat diterimanya.

Dia menerangkan kabar tenggelamnya uang Rp30 miliar tersebut juga diketahuinya setelah polisi dan pegawai yang ikut dalam pengawalan pengiriman uang itu memberikan kabar setelah dievakuasi oleh tim SAR.

Sebelumnya, pejabat Humas Pemkab Kepulauan Selayar Patta Tulen mengatakan sebanyak empat korban meninggal dunia akibat Kapal Motor Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Hingga saat ini ada empat korban meninggal, dua laki-laki, satu perempuan, dan satu anak-anak. Para korban kini sementara masih dalam proses evakuasi. Sebagian besar penumpang tidak tahu berenang dan tidak kebagian pelampung," kata dia.

Dia mengatakan semua fasilitas di Kota Benteng, Selayar dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban KM Lestari Maju dengan menempuh jarak sekitar 40 kilomter ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel. (syaf/int)



Ini daftar nama Korban
1. H. Abdur Rasyid (60) Warga Benteng, Sulsel

2. Andi Junaeda (50) alamat Bone, Sulsel

3. Siti Saerah (50) alamat Onto, Sulsel

4. Mrs. x (perempuan sekitar 70 tahun)

5. Rosmiati (40) Guru SMK Kesehatan Selayar Jalan Mangga Benteng, Sulsel

6. Rajmaeni alias Ati Raja (50) Alamat Barat Lambongan, Sulsel

7. Denniamang (60) Alamat Polong, Sulsel

8. Hj. Sakinah Alamat Jalan Bulu Lasiang Sinjai

9. Balita laki-laki umur 2 tahun identitas tidak diketahui

10. Balita perempuan umur 3 tahun identitas tidak dikenal

11. Mr. X alamat Pajjukukang

12. Nini Nurianti (30) Alamat Bonea Selayar.


Nasional 5833534055135137062
Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds