Diduga Ada Daftar Nama Karyawan Fiktif di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai


TANJUNGBALAI - Untuk menanggulangi biaya cicilan iuran dana pensiun yang tertunggak selama 37 bulan, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Tanjungbalai diduga mengadakan karyawan fiktif. Soalnya, tunggakan dana Dapenma tersebut mencapai Rp650 juta lebih dan selama ini selalu dipotong dari gaji karyawan.

"Aneh juga itu, jika PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai bisa mencicil pembayaran tunggakan iuran dana pensiun, karena selama ini, dananya itu langsung dipotong setiap gajian. Untuk itu, sudah saatnya lembaga audit independen atau auditor Pemko Tanjungbalai mengaudit keuangan PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai tersebut," ujar Taufik Hidayat, salah seorang pelanggan PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai kepada koran ini, Rabu (1/3).

Taufik Hidayat yang juga aktivis anti korupsi ini mengatakan, kuat dugaan bahwa PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai telah mengadakan karyawan fiktif untuk menutupi tunggakan dana Dapenma tersebut.

Sementara, Ismed Daulay SH, Direkatur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai yang dihubungi koran ini, membantah tudingan tersebut. Namun demikian, Ismed Daulay SH menolak untuk menyebutkan jumlah karyawan PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai saat ini.

"Tidak betul itu, tidak ada karyawan fiktif di PDAM Tirta Kualo ini," ujar Ismed Daulay SH singkat saat dihubungi melalui sellularnya.

Seperti diketahui, karena melakukan tunggakan dalam pembayaran iuran dana pensiun, PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai terancam dikeluarkan dari Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi). PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai sudah menunggak iuran pensiun sekitar Rp650 juta lebih, atau setara dengan 37 bulan tidak membayar iuran dana pensiun.

Adanya tunggakan tersebut juga diakui Ismed Daulay SH, Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai. Namun, Ismed mengaku, pihaknya sudah melakukan pencicilan sesuai kesepakatan dengan Dapenma Pamsi tanpa menjelaskan, dari mana sumber dana untuk mencicil tunggakan tersebut.

"Pembayaran tunggakan tersebut kita lakukan dengan cara mencicil. Hal itu dilakukan berdasarkan kemampuan perusahaan dan kesepakatan dengan pihak Dapenma Pamsi
.
Dan saat ini, pembayaran iuran dana pensiun sudah mulai lancar sejalan dengan mulai membaiknya kondisi keuangan perusahaan," ujar Ismed Daulay. (ck5/syaf)