Asahan-Suasana malam takbiran di Asahan meriah dan berjalan lancar. Kegiatan ini diikuti 127 kendaraan hias. Sabtu (24/6) malam.

Dalam laporan panitia pelaksanaan pawai takbiran yang disampaikan Camat Kota Kisaran Barat Agus Ginting dikatakan pawai kendaraan malam takbiran diikuti 127 kendaraan hias yang diikuti oleh SKPD, Camat dan kelurahan sejajaran Pemkab Asahan serta masyarakat Kota Kisaran, akan melintasi sepanjang jalan inti kota kisaran.


Pelepasan pawai kendaraan hias malam takbiran dilepas langsung oleh bupati Asahan drs H Taufan Gama Simatupang MAP, dari halaman Kantor Bupati Asahan jalan PB.Sudirman Kisaran.

Dalam pawai kendaraan hias malam takbiran tersebut Bupati Asahan berkesempatan menaiki kendaraan barakuda milik Polres Asahan.

Dalam pawai tersebut Bupati Asahan yang didampingi Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga SIK MSi sempat menyinggahi pos Pam Lebaran yang berada di Pos Lantas Simpang Katarina.


Bupati Asahan saat singgah di Pos Lantas Simpang Katarina menyampaikan ucapan selamat berlebaran serta bupati menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan serta partisipasi peran Polres Adahan serta TNI, Pramuka maupun Ormas yang berperan aktif dalam pengamanan pawai takbir 1 Syawal 1438 H. (Syaf)


Asahan-Tersangka pengoplos gas elpiji ukuran 3 kilogram ke tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram di Asahan Sahar Sinaga (39) diringkus.


Penangkapan ini sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Sumut nomor ST/583/V/2017 tentang antisipasi kelangkaan barang kebutuhan pokok dan gejolak harga dan hambatan lalulintas perdagangan bahan pokok serta barang strategis lainnya pada bukan Ramadhan dan hari raya Idhul Fitri 1438 H/2017 M.


Keterangan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara, didampingi Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polres Asahan, Iptu Agus Setyawan SIK, Jumat (23/6), membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang pelaku yang diduga telah melakukan perbuatan sebagai mana dimaksud dalam pasal 62 ayat 1 UU No.8 thn 1999 tentang perlindungan konsumen Jo pasal 53 huruf (c)  UU No.22 thn 2001 tentang  Migas jo pasal 480 KUHP.

Dijelaskan Kasat Reskrim, tersangka atas nama Sahat Sinaga yang merupakan warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan.

Hasil intrograsi terhadap tersangka menyatakan dirinya melakukan pengoplosan gas elpiji dari tabung ukuran 3 kilogram ke tabung ukuran 12 kilogram. Dari perbuatan ini tersangka mendapat keuntungan yang berlipat.


Sementara pelaku pengoplos yang bernama Jo alias Wai saat penggerebekan sempat kabur. 

Terhadap tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres Asahan. (Syaf)


Batubara-Seorang ibu harusnya menjaga dan melindungi  bayinya. Tapi di Kabupaten Batubara seorang ibu tega membuang bayinya. Awalnya mayat bayi perempuan malang itu sempat dikira bangkai monyet oleh seorang pemancing yang pertama kali menemukanya.


Informasi diperoleh, mayat bayi malang itu ditemukan seorang Nasrun pencari udang di Sungai Desa Nanasiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.

       
Pria 18 tahun itu bersama rekannya Dalham sedang asyik memancing udang. Mayat bayi tersebut hanyut di sungai Desa Nanasiam Dusun III, Jumat (23/6) pukul 14.30 WIB dalam posisi telungkup. Awalnya dikira bangkai monyet, selanjutnya, Nasrun mengambil mayat tersebut pakai alat seadanya.

Setelah mengetahui bahwa yang  d mereka temukan adalah mayat  d bayi perempuan, Nasrun melaporkan hal tersebut kepada pihak Polsek Medang Deras, Pol Airud dan KPLP Pagurawan juga kepada warga. 


Tak lama berselang personel Polsek Medang Deras tang menerima laporan itu, langsung mendatangi TKP.
   
Kapolsek Medang Deras, AKP Usman membenarkan penemuan mayat bayi. Usman menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan hingga saat ini belum diketahui si pelaku yang tega membuang darah dagingnya tersebut. Karena mayat bayi ditemukan di aliran sungai.
        

Menurutnya, mayat bayi tersebut diperkirakan berusia satu hari, berjenis kelamin perempuan yang masih terdapat ari-arinya. Untuk proses penyelidikan, bayi yang diduga hasil hubungan gelap dilarikan ke Rumah Sakit Tebing Tinggi. 

Masih dari Usman, pihaknya tetap melakukan otopsi guna untuk mengetahui, apakah ada tanda-tanda kekerasan terhadap bayi tersebut dan setelah itu akan dilakukan tindak lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku. (Syaf)

Asahan-Gembong pencuri sarang burung walet di Asahan diringkus. Tersangka selama in tergolong licin/sulit dibekuk.

Informasi diperoleh, tersangka bernama Dayan Royan Sitorus (38) warga Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur.


Personel Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan dipimpin Ipda Khomaini STK berhasil melumpuhkan pelaku dengan sebutir timah panas pada kaki bagian betis sebelah kanan, Jumat (23/6).

Keterangan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara, didampingi Kanit Jatanras Ipda Khomaini membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku. Bayu mengatakan penangkapan terhadap tersangka Dayan Royan Sitorus berdasarkan adanya laporan nomor LP/313/V/2017/SU/ Res Ash, tertanggal 11 Mei 2017.

Penangkapan itu bermula dari adanya pengakuan tersangka Andi Syahputra Siburian yang telah tertangkap lebih dahulu. Dari "nyanyian" inilah muncul nama tersangka Dayan yang merupakan residivis.

Tersangka Dayan, Andi dan Ewin (DPO) melakukan pencurian sarang burung walet dengan cara menjebol dinding dengan bor dan linggis setelah itu tersangka Dayan bersama Ewin (DPO)  masuk ke dalam kios milik A Nawati.


Sementara tersangka Andi menunggu di luar sembari melihat situasi dan melangsir barang hasil jarahannya yang dimasukan kedalam goni serta disimpan ke kios kosong milik warga yang berada di samping rel KA di Jalan Bakti. 

Khomaini menuturkan kronologis penangkapan tersangka Dayan berkat adanya informasi yang mengatakan bahwa tersangka sedang melintas di Jalinsum Kota Tebing Tinggi.

Mendapat informasi tersebut tim dibagi dua, satu menggunakan kendaraan roda empat satu lagi dengan kendaraan roda dua membututi mobil Avanza yang membawa tersangka. Tidak lama berselang tersangka turun dari mobil Avanza tersebut.

"Kami langsung menyergapnya, namun tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan sebuah linggis yang dibawanya, meskipun sudah diberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali, tersangka masih berupaya melawan dengan linggis. Tersangka sangat membahayakan anggota yang memburunya kami terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan kearah kaki bagian betis sebelah kanan," tukasnya.


Terhadap tersangka dapat dijerat pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e ancaman hukuman 7 tahun, tersangka sudah berulang kali terlibat dalam perkara tindak pidana pencurian maupun narkotika. (Syaf)


Medan-Penyerangan di markas Poldasu yang mengakibatkan tewasnya seorang  personel polisi diduga libatkan seorang wanita.

Selain itu ada empat lainnya termasuk dua pelaku teror yang terjadi di hari raya Idul Fitri.  

Kepada wartawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di RS Bhayangkara Medan, Minggu (25/6) malam menyebut, bahwa seorang perempuan yang diamankan itu adalah istri dari pelaku Syawaluddin Pakpahan.


Kelimanya, lanjut Kapoldasu, terlibat dalam aksi penyerangan. 

"Kelima orang itu antara lain, empat ditengarai rekan dua terduga teroris Ardial Ramadhan dan Syawaludin Pakpahan, penyerang Markas Polda Sumatera Utara; dan seorang wanita istri Syawaludin Pakpahan," sebut Kapolda Sumut.

Penangkapan itu adalah hasil pemeriksaan terhadap Syawaludin Pakpahan, seorang tersangka penyerang yang hidup, meski terluka akibat ditembak polisi. Semua masih diperiksa intensif di Markas Polda Sumatera Utara.

"Sudah ada diperiksa, juga istrinya (Syawaludin) untuk kegiatan sehari-hari, termasuk keberadaan propaganda. Identitasnya nanti saya kabari. Mereka ditangkap di lokasi berbeda di Kota Medan," ujarnya.

Rycko menjelaskan, kelima orang itu memiliki peran masing-masing dalam membantu aksi penyerangan yang menewaskan seorang polisi. Di antaranya, ada yang membantu dalam proses perencanaan, memperbanyak dokumen-dokumen propaganda, memperbanyak video tentang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan lain-lain.

Diberitakan sebelumnya, dua orang menyerang pos penjagaan Markas Polda Sumatera Utara di Medan pada Minggu dini hari, 25 Juni 2017. Mereka sempat berkelahi dengan dua personel yang berjaga. Seorang polisi, Aiptu M Sigalinging tewas diserang dengan senjata tajam.


Seorang pelaku, Ardial Ramadhan, warga Jalan Makmur, Medan, ditembak mati. Syawaludin Pakpahan ditembak pada bagian paha oleh polisi yang juga sedang berjaga di Markas Komando. (Syaf/int)


TANJUNGBALAI– Masih ingat kasus pernikahan sejenis antara sesama wanita yang sempat menghebohkan Kota Tanjungbalai? Ya kini Nengsih alias Farel (25) yang menikahi Salmah (24) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai.



Pada persidangan, Kamis (22/6) sekira pukul 16.00 Wib, terdakwa Nengsih alias Farel mengatakan, bahwa pernikahan sejenis yang dilakukannya didasari atas suka sama suka.

“Sebelum kami melangsungkan pernikahan di Jalan Birpot, Lingkungan III, Keluarahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, si Salmah ini tau kalau aku perempuan sama seperti dia,” ucap Nengsih di hadapan majelis hakim, Yetty Vera Magdalena SH, didampingi hakim anggota, Widia Astuti SH dan Erita Harapea SH.

“Dia juga tau kalau saat itu kondisiku lagi hamil. Usia kandunganku pada saat kami menikah mencapai 7 bulan,” lanjutnya.

Menurut Nengsih yang menjadi suami dalam perniagaan sejenis itu, pernikahan sejenis yang dilakukannya dengan Salmah terungkap setelah dirinya melahirkan seorang bayi laki-laki.


“Aku melahirkan di samping pohon pisang dekat kamar mandi, persisnya di belakang rumah orangtua si Salmah. Semua itu ku lakukan sendiri tanpa dibantu orang, karena aku takut ketahuan sama orang kampung di situ. Sedangkan si Salmah pada saat itu tidak ada di rumah,” beber Nengsih.

Sementara itu, Hakim Anggota Erita Harapea, di persidangan mengatakan, bahwa pernikahan sejenis yang dilakukan oleh terdakwa Nengsih alias Farel itu tidak dibenarkan oleh pemerintah.

“Bagaimana anda bisa melakukan pernikahan sejenis itu. Anda dalam hal ini telah melakukan pemalsuan identitas!” katanya, seraya menambahkan agar terdakwa tidak perlu lagi mencari bayi yang dilahirkannya itu.

“Anda dari awal sudah membuangnya. Perempuan di luar sana banyak yang menginginkan agar dirinya dapat melahirkan seorang bayi. Tidak ada hati nurani anda sebagai seorang ibu,” imbuh Hakim Erita, sembari menambahkan agar terdakwa didakwa dengan pasal berlapis.

Mendengar itu, terdakwa yang diduga mempunyai nafsu ganda itu mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan pemalsuan identitas sewaktu melangsungkan pernikahan sejenis.


“Pernikahan kami tercatat didasari dengan Buku Nikah. Tidak ada saya melakukan pemalsuan identitas,” kilah Nengsih.


Terdakwa juga mengatakan bahwa bayi laki-laki yang dilahirkannya itu kini berada di panti asuhan di Medan.


Di hadapan majelis hakim, Nengsih alias Farel juga mengakui bahwa bayi laki-laki itu merupakan hasil hubungannya dengan seorang pria bernama Ibrahim di Malaysia.


“Ibrahim itu suamiku di Malaysia. Kami menikah di ‘bawah tangan’ (siri) tanpa buku nikah. Hubungan ku dengan si Salmah ini dimulai terhitung pada tanggal 4 April 2016 lalu,” katanya.


Disebutkan Nengsih, hubungannya dengan Salmah terjalin hingga mereka melangsungkan pernikahan sejenis, bermula dari perkenalan lewat temannya di Malaysia.


“Saya dikenalkan oleh temanku dengannya (Salmah) sewaktu kami sama bekerja di Malaysia. Sebelum bertemu dengannya, temanku itu bilang bahwa si Salmah ini juga menyukai perempuan,” katanya.

Dari pertemuan itu pula, kata terdakwa dirinya sewaktu berada di Malaysia telah menjalin hubungan dengan Ibrahim dan Salmah. Hubungan cinta segi tiga yang tak lazim itu juga diduga sudah termasuk dalam urusan arus bawah.

“Si Salmah sudah mengetahui kalau aku juga perempuan sewaktu kami di Malaysia. Saya memang berpenampilan seperti laki-laki sejak dari kecil,” kata Nengsih yang hadir di persidangan itu dengan penampilan mirip pria.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa juga tidak menampik bahwa dirinya juga menyukai hubungan seks dengan pasangan sejenis.

“Ketertarikanku lebih cendrung dengan laki-laki,” ungkapnya.

Selain itu, Nengsih juga mengaku bahwa Ibrahim adalah suaminya yang kedua. Dari hasil perkawinan dengan suami pertama, dirinya sudah dikaruniai seorang anak laki-laki. (Syaf/int)

Diberdayakan oleh Blogger.