Jeritan 29 Warga Batubara 
yang Gagal jadi TKI ke Malaysia

TASLABNEWS.COM, BATUBARA- Terjaring razia yang digelar Polisi Perairan, 29 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Batubara gagal berangkat ke Malaysia. Ke 29 orang tersebut ditangkap petugas Kepolisian Perairan Asahan, Sabtu (16/9) sekitar pukul 11.00 wib.

TKI terjaring razia
TKI yang terjaring razia



Para TKI ilegal itu berangkat ke Malaysia menggunakan kapal ikan jaring gembung dengan membayar Rp2 juta yang disewa oleh calo TKI asal Batubara bernama Zakaria. Zakaria minta kepada tekong kapal Aswad (32) agar mereka diantarkan ke Pulau Salah Nama untuk bertamasya/ rekreasi kepulau tersebut.

Ke 29 orang calon TKI yang gagal berangkat ke Malaysia ini 24 orang pria dan 5 wanita. Seluruhnya tanpa menggunakan Pasport berangkat secara illegal.

Seorang calon TKI, Mita (30) mengaku yang membawanya Rizal. Kepada Rizal Mita membayar Rp1,5 juta untuk sampai ke Malaysia.
razia tki
TKI terjaring razia


Menurut keterangan seluruh TKI yang gagal berangkat ke Malaysia ini, mereka sejak ditangkap oleh petugas Kepolisia Perairan tidak ada dikasi makan.


“Kami kelaparan, jangankan makan, minum air putih saja kami tidak ada dikasih sama polisi,” katanya.

Petugas Polisi Perairan Asahan kemudian membawa ke 29 TKI tersebut ke Mako Ditpolair Polda Sumatera Utara di Jalan Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan l, Kecamatan Medan Belawan. Kemudian seluruhnya diantarkan petugas Polair Belawan kantor Imigrasi Kelasan ll Belawan. (syaf)

TASLABNEWS.COM, MEDAN - Dua wilayah di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dilanda bencana tanah longsor dalam dua hari terakhir. Akibat peristiwa itu, setidaknya empat orang mengalami luka-luka.
Longsor di Deli Serdang
Petugas melakukan evakuasi terhadap korban longsor


Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi, Minggu (17/9) malam, longsor terjadi di Jalan Jamin Ginting, KM 35 ruas Medan-Berastagi, Lau Kaban, Sibolangit, Deliserdang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun longsor menyebabkan jalur Medan-Berastagi lumpuh hingga dini hari tadi.

"Kemacetan diperparah dengan adanya pohon mahoni tumbang di sekitar KM 12,5. Evakuasi pohon ini agak sulit karena jalur ini sudah terlanjur padat dengan kendaraan karena longsor di KM 35. Longsornya sebenarnya kecil, tapi menutupi jalan. Namun, pohon jelatang ikut bersama longsoran, sehingga tidak sembarangan orang berani memegangnya," kata Darwin Surbakti, Kepala Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, Senin (18/9).

Sebelumnya Sabtu 16 September sore, terjadi longsor di kawasan Desa Namu Duren/Sari Laba,Kecamatan Biru-Biru, Deliserdang. Selain menutup jalan, longsoran yang terjadi setelah hujan selama enam jam ini juga menimpa 4 unit rumah. Akibatnya, 4 orang terluka. Mereka adalah Juliana Br Purba (54), Awalta Ginting (37), Indah br Sinuraya (20), dan Novita Br Limbong (18).

"Mereka mengalami patah tulang kaki. Masyarakat sekitar cepat menyelamatkan mereka. Jalan pun sudah berhasil dibersihkan setelah kita kirim alat berat," tandasnya. (syaf/int)



TASLABNEWS.COM, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi itu mencapai 1,45 juta jiwa atau 10 persen lebih dari total populasi 14,1 juta jiwa. Pemprov Sumut diminta segera mencari solusi pengentasannya.

warga miskin
Seorang anak di pemukiman penduduk yang miskin di Sumut.


BPS tahun lalu mencatat penduduk miskin itu tersebar di 33 kabupaten dan kota di
Sumut. Paling tinggi di Medan (206,87 ribu), Kabupaten Langkat (114,19 ribu), Deliserdang (110,09 ribu), Simalungun (92,19 ribu), Asahan (84,35 ribu) dan Kabupaten Serdang Bedagai (58,17 ribu) jiwa.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi MS Simbolon mengatakan, penyebab kemiskinan adalah minimnya ketersediaan lapangan kerja sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran, masih rendahnya tingkat pendidikan, dan belum meratanya pembangunan di setiap daerah.

Untuk itu, kata anggota DPR dapil Sumut itu, pemda harus menciptakan lapangan kerja baru yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, pengangguran di setiap daerah dan angka kemiskinan juga berkurang.

"Menciptakan lapangan kerja tentunya juga bisa dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang enterpreneur. Ini bisa dilakukan melalui sosialisasi kepada angkatan kerja yang usianya masih muda. Sehingga, akan timbul enterpreneur muda yang menciptakan lapangan kerja nantinya, bukan pencari kerja," katanya, Senin (18/9).


Kemiskinan juga ditimbulkan dari masih rendahnya tingkat pendidikan. Perlu adanya perhatian khusus dari pemda dalam memberikan pendidikan ke masyarakat yang kurang mampu. Ia memisalkan dengan memberikan beasiswa kepada pelajar kurang mampu.
"Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat, bahkan sampai jenjang kuliah. Kebijakan yang diciptakan juga harus menyentuh kepada kepentingan masyarakat," ucapnya.

Lalu, lanjut Effendi menyebutkan, pembangunan ke setiap daerah juga mesti merata, sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, dana desa yang menjadi program pemerintah pusat itu diberikan demi pembangunan di setiap daerah merata.

Seperti diketahui, pada 2018, anggaran desa dikisaran Rp 60 triliun untuk 74.910 desa di seluruh Indonesia. Pada 2018, dana desa ini ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan.
Meski sudah adanya dana desa dari pemerintah pusat, pemda dan pemerintah provinsi juga bisa memanfaatkan dana coorporate social responsibility (CSR). Dana itu, katanya, bisa dimanfaatkan membangun desa seperti pembangunan infrastruktur di daerah.

"Diharapkan dana desa ini bisa meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar, baik kesehatan, pendidikan, dan prasarana dasar," ucapnya.

Simbolon melanjutkan, kemiskinan juga disebabkan masih adanya korupsi. Karena, korupsi membuat layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Dan inilah yang membuat masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara," pungkasnya. (syaf/int)




TASLABNEWS.COM, TANJUNGBALAI - Setiap kali turun hujan deras, seluruh jalan-jalan terutama jalan protokol di Kota Tanjungbalai dipastikan tergenang atau banjir. Hal itu terbukti dengan turunnya hujan deras pada hari Jumat (15/9) malam yang nyaris membuat Kota Tanjungbalai tenggelam.

(Dok/ignatius siagian/TASLABNEWS.COM)
Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan di Kota Tanjungbalai.
Diyakini, kondisi tersebut akibat banyaknya riol atau selokan di kiri kanan jalan yang tumpat oleh sampah dan pasir dari galian C. Sementara, jajaran pemerintah terkesan tidak serius untuk membersihkan riaol atau selokan termasuk membersihkan ceceran pasir akibat maraknya Galian C illegal di Kota Tanjungbalai.

"Kejadian seperti ini sudah tidak asing lagi, karena sudah menjadi langganan Kota Tanjungbalai setiap turun hujan deras. Kondisi ini terjadi akibat kurang perdulinya jajaran Pemko Tanjungbalai untuk membersihkan riol atau selokan dari sampah dan pasir dari Galian C yang berceceran di badan-badan jalan", ujar Khairuddin Tambunan, salah seorang aktivis penggiat anti korupsi Kota Tanjungbalai, Sabtu (16/9).

Menurut Khairuddin Tambunan, kalau beberapa tahun yang lalu, setiap turun hujan deras, hanya beberapa ruas jalan protokol saja yang tergenang. Namun, imbuhnya, dalam setahun terakhir ini, setiap turun hujan deras, nyaris seluruh wilayah Kota Tanjungbalai tergenang atau kebanjiran.

banjir di Tanjungbalai
banjir di Tanjungbalai


Hal serupa juga dibenarkan oleh Hakim Tjoa Kian Lie, salah seorang politisi Kota Tanjungbalai. Katanya, rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga turut andil menyebabkan tumpatnya saluran-saluran pembuangan air.

"Kita tidak menampik jika drainase atau parit yang ada selama ini justru dijadikan tempat membuang sampah oleh masyarakat. Kondisi ini perlu untuk disadari bersama bahwa resiko membuang sampah sembarangan itu akan berakibat kepada terjadinya banjir," kata Hakim Tjoa Kian Lie.

Dalam catatan Taslab News, sedikitnya ada 9 titik lokasi banjir di inti Kota Tanjungbalai setiap turun hujan deras. Ke-9 titik tersebut yakni Jalan Teuku Umar, Jalan Gereja, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan S Parman, Jalan Taqwa Selain, Jalan Zainal Jakse, dan Jalan Pahlawan. (gian/syaf)


TASLABNEWS.COM, MEDAN-Truk yang digunakan untuk mengangkut anak pengungsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut, terbalik, Senin (18/9). Dalam persitiwa itu satu orang meninggal dunia dan dua orang kritis. Sementara 35 orang lainnya luka ringan.


ilustrasi
Ilustrasi truk terbalik


Polres Karo yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.
Menurut Kapolres Karo AKBP, Rio Nababan, penyebab kecelakan diduga saat sang sopir truk menghindari kendaraan yang melaju dari arah depan.

Kejadian itu sekitar pukul 12.30 Wib. Awalnya, saat truk Isuzu dengan nomor polisi B 9040 SQO melaju dari arah Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, mengarah ke Kabanjahe.

Sementara truk mengangkut puluhan siswa akan berangkat ke sekolah dikemudikan Bram Jeremia Brahmana. “Kendaraan diduga dengan kecepatan tinggi,” sebut Rio.


Petugas membawa korban truk terbalik ke rumah sakit
Petugas membawa korban truk terbalik ke rumah sakit

Saat truk melintas di Desa Sigarang-garang, Naman Teran, satu unit minibus melaju dari arah berlawanan. Kendaraan itu mendahului kendaraan yang ada di depannya dan masuk ke lajur yang dilintasi truk pengangkut anak-anak pengungsi korban Gunung Sinabung.

Pengemudi truk diduga berusaha mengelakkan minibus itu. Namun, hilang kendali, sehingga truk membelok ke bahu jalan sebelah kanan, lalu terguling dan masuk jurang.

“Akibat dari kecelakaan tunggal itu satu orang meninggal dan dua kritis. Sementara 30 siswa lain mengalami luka ringan,” ungkap Rio.

Korban meninggal dunia atas nama Boris Sidebang (15) pelajar SMPN 3 Namanteran. Dua anak lainnya dirawat di RS Efarina karena lukanya cukup parah. (syaf/int)


TASLABNEWS.COM,-SERPONG-Kejujuran Martiyah (28) sebagai istri yang mengaku pernah selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain berbuah petaka. Suaminya Dartoyo (34) yang pemberang langsung saja nyuruh orang untuk membunuh PIL istrinya tersebut. Apesnya, orang yang disuruh Dartoyo untuk membunuh PIL istrinya malah salah membunuh orang. Akibat perbuatannya Dartoyo pun masuk sel.

ilustrasi
ilustrasi


Orang temperamental bin emosinan, sering bertindak ceroboh dalam berbuat. Dia hanya memperturutkan emosi, tanpa berfikir secara logika dan etika. Akhirnya dia hanya bisa menyesal di belakang hari. Akibat tindakannya yang ceroboh itu malah merugikan pihak lain, sedangkan emosi dan luapan hatinya tak terbayar jua. Paling celaka, gara-gara kecerobohannya tersebut dia harus masuk penjara, seperti Dartoyo dari Serpong.

Lelaki dari Gunung Sindur Kecamatan Serpong ini lumayan beruntung. Meski wajahnya sangat standar dan pasaran, dia berhasil mempersunting wanita cantik seperti Martiyah. Bila sebuah rumahtangga hanya mengejar syahwat, memang tidak keliru memilih perempuan ini jadi istrinya. Bodinya seksi menggiurkan, orang bilang sekel nan cemekel. Apa lagi Martiyah juga sangat mahir meladeni suami, mau gaya Solo apa Yogya tinggal pilih.

Tapi gara-gara kecantikan Martiyah, banyak lelaki lain yang jelalatan setiap melihat dia. Kemudian munculah anak muda ala Dasamuka. Dia tak sekedar mengagumi istri Dartoyo ini, tapi juga ingin menggumuli. Kebetulan status sosial Damhuri, 36, ini lebih bagus dari suami Martiyah. Akhirnya lewat lobi-lobi kecil, wanita ayu ini bertekuk lutut dan berbuka paha juga untuk Damhuri.

Ini sudah kejadian sekitar 2 tahun lalu. Tak jelas apa pemicunya, rahasia Martiyah yang selama ini disimpan begitu rapat, kok suami menciumnya. Dasar dia perempuan tak pintar bicara dan berdiplomasi, akhirnya ngaku sajalah bahwa memang pernah diajak bersetubuh oleh Damhuri, warga Tebet, Jakarta Selatan. ”Tapi hanya sekali dua kali saja kok Mas,” kata Martiyah jujur.

Meski hanya sekali, setengah kali, atau Kalimalang sekalipun, menyerahkan kehormatannya pada lelaki yang bukan suami, jelas dilarang agama dan undang-undang negara. Dartoyo terkejut sekali, istri yang dikiranya setia dan penganut azas monoloyalitas, ternyata sampai loyo melayani si biangkerok Damhuri. ”Dia harus aku beri pelajaran,” ancam Dartoyo sambil berkacak pinggang.

Pelajaran apa yang mau diberikan? Bahasa Indonesia atau Geografi? Semuanya bukan. Sebagai lelaki temperamental, dia ingin melenyapkan Damhuri dari muka bumi. Tapi untuk bertindak sendiri, tidak berani. Di samping belum pernah lihat seperti apa tampang PIL istrinya itu, dia juga ingin “nabok nyilih tangan” sebagaimana kata orang Jawa. Sabar, 34,  saudaranya yang tinggal di Jalan Bangka, Kebayoran Baru, Jaksel, segera dihubungi untuk menjalankan misi tersebut.

Konyolnya, dengan iming-iming upah Rp 10 juta saja, dia langsung menyanggupi, tanpa berfikir akan resikonya. Dengan DP Rp 1,5 juta dan golok, Dartoyo mendelegasikan misi maut itu. ”Kekurangannya nanti setelah eksekusi ini berjalan mulus,” janji Dartoyo.

Oleh Dartoyo dan Martiyah, Sabar dibawa ke Tebet untuk mengetahui seperti apa tampang Damhuri. Setelah mondar-mandir di Jalan Dr. Sahardjo, Martiyah melihat lelaki yang mirip PIL-nya baru saja keluar dari Warteg.
”Benarkah dia?” kata Dartoyo, ternyata bininya mengangguk. Maka secepat kilat Sabar tak sabaran lagi segera beraksi. Anak muda yang sedang glegeken karena kekenyangan, tahu-tahu dibabat golok dan ambruk. Dartoyo kemudian ikutan pula menghajar hingga wasalam.

Meski saat eksekusi tak ada yang tahu, sehari kemudian Sabar dan Dartoyo berhasil ditangkap polisi Polresta Jaksel. Yang membuat keduanya nyesel 7 turunan, ternyata yang dieksekusi kemarin bukan Damhuri, tapi lelaki lain yang ciri-cirinya mirip dengan gambaran Martiyah. Salah sasaran atau tidak, kini ketiganya jadi penghuni sel dingin. (syaf/pkc/int)


TASLABNEWS.COM, TAPSEL- Tim gabungan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padangsidimpuan dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan mengamankan sedikitnya 33 pelajar, Senin (18/9). Para pelajar tersebut diamankan petugas lantaran berkeliaran saat jam berlajar. Mereka kedapatan berada di tempat biliar dan warnet yang berada di kawasan Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

razia pelajar
Para pelajar yang terjaring razia


Usai mengamankan pelajar tersebut, petugas pun kemudian menggiring mereka ke Kantor Disdik Kota Padangsidimpuan yang berada di Komplek Perkantoran Pemko Padangsidimpuan. Sesampainya disana, para pelajar ini pun kemudian didata sebelum akhirnya dibawa ke sekolahnya masing-masing.

Kepada wartawan, Kasatpol PP Kota Padangsidimpuan, Arbiuddin Syaputra Hakim Harahap mengatakan, razia tersebut merupakan operasi rutin yang dilakukan Disdik Kota Padangsidimpuan dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan dalam kurun waktu tiga bulan sekali. "Ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan dalam 3 bulan sekali," ucapnya.

Kemudian, Arbi mengatakan, dari pendataan yang dilakukan pihaknya terdapat 33 pelajar yang mereka amankan tersebut terdiri dari 28 siswa SMA sederajat, dan 5 siswa SMP. "Ada 33 pelajar yang kita amankan. 28 diantaranya merupakan siswa SMA sederajat dan 5 siswa SMP," tungkasnya.

Arbi berharap, dengan adanya razia kasih sayang ini para siswa tidak ada lagi bolos saat jam belajar tengah berlangsung. Karena itu, mereka pun membuat surat pernyataan kepada pelajar yang berisikan tidak akan lagi bolos.

"Harapan kita dikemudian hari, tidak ada lagi pelajar yang bolos saat jam belajar tengah berlangsung," pungkasnya sembari mengakhiri kegiatan ini akan kembali dilakukan pada Selasa (18/9) dan Rabu (19/9) mendatang.

Sementara seorang pelajar yakni SA (16) mengaku tidak ke sekolah karena terlambat masuk sekolah.

“Aku terlambat bang makanya gak berani masuk sekolah. Makanya aku ke warnet. Rupanya aku terjaring razia,” katanya sambil tertunduk. (syaf)


Diprediksi Memiliki Peluang Rendah, JR Saragih 
Disarankan jadi Balon Wagubsu Saja
TASLABNEWS.COM, MEDAN- Bursa Pilgubsu terus memanas. Sejumlah nama sudah tak malu-malu lagi muncul ke permukaan dan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon (Balon) Gubernur Sumatera Utara pada pesta demokrasi 2018 mendatang. Saat ini ada tujuh nama balon Gubsu yang sudah mencuat. Dari tujuh nama yang mencuat ada tiga balon yang diyakini memiliki peluang besar (yang terkuat).
 
Balon Gubsu 2018
7 Daftar Nama Balon Gubsu 2018
Ada pun nama yang muncul dibursa balon gubsu yakni Ade Sandrawati Purba, Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah, Syamsul Arifin, Gus Irawan dan T Erry Nuradi, serta JR Saragih.

Itu dikatakan sejumlah warga Asahan, Pematangsiantar dan Labuhanbatu. Menurut Agus warga Asahan salah seorang mahasiswa asal Asahan yang sekarang menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, sesuai prediksinya, dari 7 nama yang mencuat ada 4 nama balon yang diyakini berpeluang besar untuk memenangkan pertarungan di pilgubsu.

Keempat nama tersebut yakni T Erry, Pangkostrad Edy Rahmayadi, Syamsul Arifin, Gus Irawan. Namun karena Syamsul pernah tersandung kasus yang mengakibatkannya dipencara, maka peluang Syamsul jadi berada dibawah Edy Rahmayadi, Gus Irawan dan T Erry. Sementara nama Bupati Simalungun JR Saragih menurutnya walau pun JR Saragih cukup di kenal di Simalungun dan Siantar, namun peluang JR Saragih untuk memenangkan perolehan suara di Pilgubsu sangat tipis.

Hal itu terjadi karena suara para pendukung JR terpecah pada Edy Rahmayadi yang merupakan sesama anggota TNI. Apa lagi dari segi pangkat dan jabatan Edy Rahmayadi. Karenanya Agus memprediksi jika JR Saragih tetap ingin maju bertarung di Pilgubsu maka JR Saragih harus menjadi orang kedua (calon wagubsu).

Senada dikatakan Sulaiman warga Kisaran. Menurut Sulaiman, peluang JR Saragih memang cukup besar saat sebelum nama Edy Rahmayadi mencuat maju sebagai balon gubsu. Namun begitu Pangkostrad diyakini ikut bertarung, peluang JR Saragih jadi minim. Hanya saja Sulaiman menambahkan para balon gubsu jangan pandang remeh terhadap nama Ade Sandrawati Purba.

Meski nama Ade masih dibawah keenam balon nama lainnya, namun Ade memiliki satu keuntungan yakni Ade merupakan satu-satunya balon gubsu dari kaun hawa (wanita/perempuan). Itu merupakan nilai plus yang memungkinkan para kaum hawa akan memilih Ade.

Warga Simalungun Iwan (46) mengaku nama JR Saragih memang cukup terkenal di Simalungun dan Siantar. Namun kehadiran nama-nama besar seperti pangkostrad Edy Rahmayadi, T Erry, Syamsul Arifin dan Gus Irawan diyakini membuat ketenaran JR Saragih sedikit meredup. Jika JR Saragih ingin tetap maju maka JR harus memiliki strategi yang baik dan memiliki program kerja yang terancang dengan baik.

Selain itu, JR juga harus bisa merangkul media, baik media elektronik seperti televisi, media online dan media cetak. Tujuannya melakukan publikasi tentang program kerjanya yang terbaik. Hanya saja promosi melalui media juga tidak perlu setiap hari. Karena hal itu malah bisa membuat warga jenuh.

Sementara pengamat Sosial Politik, Bivi Edward Panggabean justru memiliki pandangan lain.

Pria asal Dairi ini mengungkapkan, pada Pilkada mendatang, masyarakat sangat mengharapkan seorang figur yang mumpuni, mampu bekerja dan memiliki kedekatan secara langsung dengan rakyat.

“Dari pengamatan politik, rakyat butuh tipe pemimpin yang betul-betul memiliki kedekatan dengan rakyat, bukan sekadar imitasi sebagai pencitraan apalagi tujuannya hanya untuk mendulang dukungan. Rakyat kita sudah pintar dalam memilih siapa pemimpin mereka 5 tahun mendatang” ujar Edo kerap disapa.

Penasehat Ikatan Alumni Politik dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) itu menambahkan bahwa masyarakat harus tahu persis siapa calon Gubsu yang nanti bakal mereka usung dan dukung. Selain itu, rakyat juga akan menilai sejauh apa peran aktif seorang calon selama ini untuk kepentingan orang banyak.

“Dari kajian yang saya sampaikan itu, sosok purnawirawan, Komisaris Jenderal Oegroseno merupakan salah satu bakal calon alternatif yang sangat layak untuk memimpin Sumut pada periode mendatang. Dia mendekati model yang ideal” ungkapnya.

Dikatakan Edo, mantan Kapolda Sumut itu merupakan tipe komplit dalam model kepemimpinan. Terlebih, jebolan Akpol 1978 itu juga memiliki histori dan chamistry sangat dekat dengan masyarakat Sumut.

“Di setiap kesempatan, Oegroseno selalu menyatakan bahwa Sumut sudah menjadi kampung halamannya. Itu bukan sekadar isapan jempol. Kita pasti sepakat, meski hanya sebentar berdinas di Sumut, tapi kedekatanya dengan masyarakat tak terbantah,” ucapnya.

“Dia (Oegroseno) dia sosok yang sangat welcome dengan masyarakat tanpa menyombongkan pangkat yang disandang” sambung Edo.

Karena itu, lanjutnya, sekarang tinggal kejelian masyarakat saja dalam mengusung dan mendukung siapa ‘jagoan’ mereka pada 2018 nanti.

“Kita harap semua masyarakat sudah saatnya melek politik. Kenali calon anda dan lihat rekam jejaknya dalam melakukan pendekatan. Murni, ikhlas atau hanya hendak berkuasa semata. Ini harus jadi perhatian” pungkasnya.

  
Maju di Pilgubsu, Pangkostrad Rencanakan Pensiun

Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi berencana mengakukan pensiun pada Februari 2019 mendatang. Namun Edy mengatakan pengunduran dirinya itu jika sudah mendapat kepastian ikut serta dalam Pilgub Sumut.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PSSI itu dalam konferensi pers di Aula Primbana, Jalan Ngumban Surbakti, Kota Medan pada Minggu (17/9).

"Kalau di awal Februari saya sudah resmi jadi calon Gubernur, paling lambat bulan Februari (2018) saya pensiun," ujar Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga mempertegas alasan dirinya maju dalam pelaksanaan Pilgubsu 2018. Menurutnyta semua itu karenA dorongan dan dukungan masyarakat Sumut.

"Orang Sumut tak ada yang serius mau urus sumut. Makanya saya pulang," tambahnya.

Jika diusung sebagai Calon Gubsu nanti, Edy juga mengatakan tidak akan mengandalkan dukungan dari jumlah populasi suku tertentu. Ia hanya mengandalkan visi dan misi untuk meningkatkan pembangunan.

"Saya juga orang jawa. Tapi orang jawa jangan bangga hanya dengan jumlah populasi. Mari kita tingkatkan kualitas kita untuk membangun Sumut," tandasnya. (syaf)


Pages

Powered by Blogger.