LABURA- Sosok mayat pria tak beridentitas alias Mr X ditemukan tewas dengan mulut berbuih di Jalinsum Bakungan, Membang Muda-Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Minggu (23/7) sekitar pukul 23.00 WIB.



Warga sekitar menyebutkan, pria tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang melintas. Pria itu tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi mengeluarkan buih dari mulut.

Setelah melihat pria tersebut, warga tersebut lalu menginformasikan ke warga sekitar selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kualuh Hulu. Pria itu kemudian dievakuasi ke RSU Aekkanopan namun saat mendapat pertolongan dari petugas medis pria tersebut meninggal dunia.

Saat ditemukan pria tersebut mengenakan celana panjang berwarna hitam, tanpa mengenakan baju, rambut ikal, kulit hitam. Diperkirakan usianya sekitar 30 tahun. Menurut beberapa warga, pria ini sering lalu lalang di sekitar Aekkanopan namun tak tahu dimana keluarganya.

Menurut Kapolsek Kualuh Hulu AKP  R Sihombing SH melalui Kanit Intelkam Iptu TM Ginting pria tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di pinggir Jalinsum Mamkobang Muda kemudian dievakuasi ke RSUD Aekkanopan.

“Saat ditemukan kondisinya masih bernyawa, diduga ia meninggal karena sakit dan dari mulutnya keluar buih. Pria diduga kurang waras itu meninggal di rumah sakit sekitar pukul 00.20 WIB dini hari. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya," terang Ginting.

Sementara Camat Kualuh Hulu Jhon Feri mengatakan, mayat pria itu akan dikebumikan di TPU Pinggir Jati, Des Perpaudangan, Kecamatan Kualuh Hulu. “Saya telah koordinasi ke Dinas Sosial, pria itu akan dikebumikan di TPU Pinggir Jati,” ujar Camat. (syaf/int)



LABURA- Azwar Hamid Simatupang (33), ditemukan tewas degan kondisi 8 luka tusukan di bagian punggung, dada, bahu dan bagian badan di daerah tempat tinggalnya di Desa Ujung Padang Kecamatan Aek Natas Labura.


Informasi dihimpun, sebelum kejadian korban dengan pelaku terjadi cekcok /perselisihan diduga terkait sengketa tanah. Pada Jumat 21 juli 2017 sekira pukul 23.00 Wib, pelaku melihat korban di Dusun II Sukarame Desa Ujung Padang Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labura, tepatnya di warung tuak milik Opung Panggiang Gultom.

Saat itu korban sedang asik duduk dan meminum tuak, tiba-tiba 3 orang pelaku Imran Wandi Panjaitan (25) alias Imran dan Marianto Nius Rumapea alias Anto serta diduga otak pelaku MR datang ke warung tuak tersebut

Pada saat itu korban dan pelaku bertengkar adu mulut. Tiba-tiba saja, tersangka MR mengambil sebilah pisau dari pinggang sebelah kirinya dan langsung menusukan pisau tersebut ke tubuh korban. Korban mengalami luka di bagian dada sebelah kiri, bahu sebelah kanan, punggung bagian belakang, lengan sebelah kiri, punggung sebelah kiri dan luka memar di bagian mata sebelah kiri. Akibatnya korban meninggal dunia di TKP.

Kapolsek Aek Natas AKP Rusbeny SH bersama Kanit Intel IPTU Ali Muda mengatakan, ada 3 tersangka pelaku pembunuhan tersebut. 2 orang pelaku brhasil diringkus di waktu dan tempat yang berbeda. Sedangkan 1 diantara diduga otak pelaku masih dalam pengejaran polisi.

“Anto Rumapea ditangkap saat di perjalanan hendak pergi sporing meninggalkan kampung halamannya Desa Ujung Padang Tengah. Di perjalanan perkebunan PT Socfindo Aek Natas Minggu sekitar pukul 23.30 WIB. Sedangkan, Imran tidak berkutik saat diringkus polisi dari rumahnya di Dusun V Suka Rame Desa Ujung Padang, Senin (24/7) sekitar pukul 06.15 WIB. Sementara MR yang merupakan otak pelaku masih dalam pengejaran Satreskrim Polres Labuhanbatu,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek, tersangka memiliki peran masing-masing. Imran menendang korban dengan kaki kiri dan kanan dengan berulang-ulang ke bagian kaki, rusuk dan kepala korban. Sedangkan Anto Rumpea memukul korban dengan batu koral ke bagian mata korban. Sementara peran MR diduga otak pelaku menusuk tubuh korban dengan sebilah pisau. (syaf/int)


MEDAN– Dua ibu rumah tangga terpaksa tidur di balik jeruji besi setelah ditangkap anggota Satuan Reskrim Polsek Binjai Timur karena diduga terlibat kepemilikan narkoba. Berdasarkan informasi dari kepolisian, kedua ibu itu adalah RFS (28), warga Jalan Ikan Tongkol, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur; dan CA (35), warga Jalan Ikan Nila, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur.



Mereka berdua ditangkap polisi saat tengah asyik berpesta narkoba jenis sabu dan ekstasi di rumah kontrakan RFS pada Sabtu 22 Juli 2017.

Kasubbag Humas Polres Binjai AKP L Tarigan mengatakan, mulanya polisi mendapat informasi adanya transaksi narkoba di dalam rumah itu. Dari sana, polisi pun melakukan penggerebekan.

"Dari hasil penggerebekan, polisi mendapat 1 paket narkoba jenis sabu dan 1 pil ekstasi berwarna putih. Ada juga alat isap sabu (bong), kaca pirek berisi sabu siap pakai, 87 plastik klip kosong, serta timbangan digital," ujar AKP L Tarigan, Minggu 23 Juli 2017.

Saat ini kedua ibu rumah tangga yang mengaku sudah berstatus janda itu masih diperiksa penyidik Polsek Binjai Timur.

 "Keduanya masih dalam pemeriksaan di Polsek Binjai Timur," pungkas AKP L Tarigan. (syaf/int)


MEDAN-Masyarakat Indonesia khususnya warga Sumatera Utara harus berbangga hati. Salah satu siswi terbaik di Sumut Viola Valencia mengikuti kompetisi matematika internasional bertajuk World Mathematics Invitational Final (WMI) 2017 yang digelar di Ho Chi Min City Vietnam, Senin (16/7) lalu.

Informasi diperoleh, dalam kegiatan ini Indonesia mengirim beberapa orang perwakilannya untuk membawa nama harum negeri ini di dunia internasional. Khusus dari PrimeOne School ada beberapa orang yang mengikuti kompetisi ini.

WMI merupakan ajang kompetisi matematika yang digelar rutin setiap tahun guna mempopulerkan pendidikan matematika. Kompetisi ini bertujuan untuk mengubah pandangan generasi muda tentang matematika yang dianggap ilmu yang sukar.
Salah seorang peserta didik yang dikirim mewakili Indonesia, secara otomatis juga mewakili Sumatera Utara dan PrimeOne School, Viola Valencia yang berhasil membawa pulang medali perak (Silver Award) ke Indonesia.

Selain Viola Valencia, ada juga Poonam Raj Kaur dan Clifford Wijaya yang memperoleh Silver Award, kemudian Mirza Suranta Hanafiah, Chelsea Alvanya Racheline Gultom dan Angeline C. Dewi peraih medali perunggu (Bronze Award).

Viola Valencia, putri pasangan Franky Wirawan dan Rina, ST merasa bangga bisa meraih medali perak dan mengalahkan ratusan peserta dari berbagai negara seperti Taiwan, Hongkong, Iran dan tuan rumah Vietnam.


Perjuangan Viola Valencia masih panjang, tidak cukup sampai di sini. Impiannya untuk bisa ikut kompetisi tingkat dunia masih terbuka lebar. Ia berharap pemerintah dan masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara dapat terus memberikan dukungan yang lebih besar kepada peserta didik berprestasi di masa mendatang.

"Target saya ke depan adalah bisa memperoleh medali emas (Gold Award) di tingkat dunia," kata Viola. (syaf/int)

KISARAN –Panitia persiapan pekan seni budaya daerah (PSBD) ke III di Kabupaten Asahan terkasan amburadul. Terbukti saat peresmian, Senin (24/7) masih ada rumah adat yang belum selesai dikerjakan. Hal itu membuat Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang tampak sedikit kesal. Namun yang paling aneh, ada balon yang dipasang di lokasi PSBD yang menyebutkan Gubsu T Erry Nuradi sebagai Gubernur Asahan.




Pantauan wartawan, pihak panitia dalam gelaran PSBD kali ini terkesan tidak mempersiapkan diri dengan baik dan bekerja secara profesional.

Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP terlihat kecewa. Bahkan dalam satu tulisan di balon udara yang sengaja ditampilkan pihak panitia persis di depan panggung acara, tertulis kata "Tengku Erry Nuradi Gubernur Asahan " hingga mengusik mata dan menjadi bahan pembicaraan diantara pengunjung dan para jurnalis yang sedang meliput acara.

"Bahh udah jadi provinsi rupanya Asahan ini ya kan lae. Mantab lah, nggak tinggal di kampung-kampung lagi kita," ucap seorang rekan wartawan sembari tersenyum.

Terpisah, Ketua Panitia Acara Mohd Sofian Yoga melalui kordinator humas Panitia M Irvan Nasution mengaku belum mengetahui hal itu.

 "Ohh..malah saya baru tahu ini. Nanti saya cek dulu ya," ucap Irvan.

Sementara itu, Kadis Kominfo Pemkab Asahan Rahmat Hidayat Siregar SSos ditemui wartawan usai acara pembukaan menjelaskan, kejadian tersebut tanpa ada unsur kesengajaan.

"Tadi sudah kita tanyai dan mereka (panitia) mengaku hanya kesalahan pencetakan. Dan hal itu juga sudah langsung diperbaiki," terang mantan Ketua KNPI Asahan ini singkat.

Gubernur Sumatera Utara  Erry Nuradi memberikan apresiasi dan bangga atas gelaran festival pekan seni budaya daerah (PSBD) ke III di Kabupaten Asahan. Ia mengatakan Asahan sebagai salah satu contoh miniatur keragaman budaya Indonesia. Itu disampaikan Erry usai membuka secara resmi (PSBD), Senin,(24/7).

Adapun 14 Etnis budaya yang ditampilakan dalam kegiatan ini adalah, etnis Minang, Melayu, Simalunggun, India, Karo, Sunda, Tabagsel, Jawa, Batak Toba, Tionghoa, Aceh, Pakpak, Nias, dan Banjar.

Dalam kesempatan itu,  Gubsu menyatakan PSBD Kabupaten Asahan yang diselenggarakan Pemkab Asahan dan Forom Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) merupakan bentuk kepedulian yang tinggi dari pemerintah  terhadap perkembangan budaya daerah, serta sebagai wahana pengedukasian terhadap masyarakat.

“Ini bukti Pemkab Asahan sangat peduli terhadap budaya. Karena budaya merupakan warisan leluhur yang dapat mempersatukan kesatuan bangsa,” demikian kata, Erry Nuradi dihadapan ribuan masyarakat Asahan saat membuka PSBD Asahan.

Erry juga menjelaskan bahwa kunci majunya suatu daerah terlihat dengan majunya perkembangan budaya didaerah tersebut. Dengan bersatunya beraneka ragam budaya, maka pembangunan daerah dapat dijalankan dengan baik.“ Bersatulah dalam kebhnekaan dan jaga keharmonisan yang telah dibina dengan baik,“ ucap Gubsu.

Dari kegiatan penyelenggran budaya di Asahan yang diikuti 14 etnis budaya yang ada di Asahan  tersebut, Gubsu  mengucapkan selamat kepada Asahan yang telah merencanakan dengan baik. Semoga kegiatan pekan budaya Asahan bisa menjadi agenda rutin Asahan dan diharapkan juga dapat menjadi agenda Sumut.

 Sementara itu,  Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mengatakan dengan hadirnya Gubsu di event budaya Asahan ini dapat menambah motivasi dan semangat Pemkab Asahan dan panitia menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut.  Sehingga dari event ini terjalin keharmonisan dan kerjasama yang baik antar etnis di Asahan untuk mewujudkan pembangunan daerah.

 “Terimaksih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pesta budaya  di Asahan ini,“ kata Taufan Gama, Bupati Asahan.

 Panitia pelaksana kegiatan, Drs HM Sofyan Yoga MAP  melaporkan kegiatan budaya daerah ini memiliki arti besar bagi pembinaan generasi terhadap budaya daerah. Maka itu diharapakan kegiatan ini dapat diagenda setiap tahunya di Asahan. Kegiatan dilaksankan selama 16 hari mulai 24 – 8 Agustus mendatang  dan dimeriahkan hiburan rakyat, pameran UMKM, seminar budaya serta pasar malam.

 Sekedar Informasi, event budaya yang rutin digelar setiap dua tahun sekali tersebut digagas oleh Bupati Asahan,  Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011. Sebelumnya kegiatan diawali dengan parade budaya 14 etnis beserta mobil hias masing-masing etnis. Selain itu kegiatan diisi dengan 160 penari  yang menampilkan 14 tarian etnis.

"Acara ini merupakan ajang silahturahmi antar seniman di asahan. Kami berikan apresiasi terhadap Bapak Bupati Asahan dan jajarannya atas terselenggaranya acara ini.Diharapkan juga acara ini menjadi pemersatu bangsa. Kedepan acara ini dilaksanakan secara terjadwal dan berlanjut," ucap Erry Nuradi saat dicegat wartawan sebelum meninggalkan lokasi acara.

Disinggung rencana pencalonannya dalam pilgubsu mendatang, mantan bupati Serdang Bedagai ini tak banyak berkomentar.

"Mudah-mudahan..mudah-mudahan," ucapnya singkat sembil berlalu. (syaf)





BATUBARA-Niat Edi Sukamto alias Edi Dogol (47) untuk mencari rezeki di pesta pernikahan berbuah petaka. Pasalnya, ia membuka judi dadu kopyok. Akibat ulahnya, Edi kini berurusan dengan polisi. Namun saat ditangkap bukannya sedih atau menyesali perbuatannya, pria ini malah tersenyum.


Informasi diperoleh, penangkapan Edi yang merupakan warga Dusun IV, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara ini saat petugas unit Polsek Limapuluh melihat Edi membuka perjudian jenis dadu kopyok, pada Minggu malam (23/7) sekira pukul 21.30 WIB. Atas aktifitasnya itu, Edi Dogol terpaksa nginap disel Polisi.

Kapolsek Limapuluh AKP Zulfikar didampingi Kanit Reskrim Aiptu Wahidin kepada wartawan, Senin (24/7) mengatakan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa di tempat pesta perkawinan di rumah warga bernama Anto Blondong, di Dusun I, Desa Lubuk Hulu, Kecamatan Limapuluh, Batubara sedang ada perjudian jenis dadu kopyok.

Mendapat informasi tersebut, personil langsung melakukan lidik turun ke lapangan dan ternyata benar tersangka sedang asik mengguncang dadu tanpa melihat kedatangan petugas.

"Nggak ada perlawanan. Sehingga tersangka bersama barang bukti, 1 buah piring kecil warna putih alas mata dadu, 1 buah mangkok warna hitam petutup mata dadu, 1 buah plastik beberan dadu. 9 buah mata dadu kecil, 5 buah lilin dan uang tunai Rp61.000 ribu, dapat diboyong ke Mapolsek Limapuluh untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," terang Wahidin.

Selain bandarnya, personil juga membawa seorang pemasang dibawah umur berinisial AR (13) dari lokasi.

Namun menurut Wahidin anak di bawah umur tersebut tidak ditahan dan dikembalikan kepada orangtuanya.

"Kasus perjudian saat ini menjadi atensi kepolisian sesuai intruksi Kapoldasu. Tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian," tambahnya. (syaf)


TANJUNGBALAI-Petugas Satuan Polisi Perairan (Sat Pol Air) Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 11 Ton bawang merah asal Malaysia, Minggu (23/7) di perairan Kuala Asahan.

Bawang merah ilegal tersebut berhasil diamankan petugas dari sebuah kapal nelayan KM Riski GT 6 No 604 /pHb /S7 di Kuala Asahan .

Kapolres Tanjungbalai AKBP Try Setyadi Artono SH SIK MH didampingi Kasat Pol Air, AKP Aryo Putranto SIK mengungkapkan, penangkapan barang selundupan itu bermula saat petugas Satpol Air Polres Tanjungbalai melakukan patroli rutin.

Dimana saat dilakukan penyisiran tepat di Kuala Sei Pasir Kabupaten Asahan petugas melihat sebuah kapal nelayan pukat jaring yang mencurigakan  berlayar menuju Kota Tanjungbalai.

Melihat hal itu petugaspun mencoba memberhentikan laju kapal  tersebut, namun kapal terus menghindari petugas, sehingga dilakukan pengejaran dan saat akan diamankan nahkoda kapal melompat ke sungai.

"Setelah dilakukan pengejaran kapal tersebut berusaha lari dan nahkoda kapal berhasil  melompat ke sungai namun kapal beserta ABK dapat diamankan," ujar Aryo.

Selanjutnya kata Aryo setelah kapal berhasil diamankan dari dalam kapal tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa bawang merah ilegal asal Malaysia dengan berat lebih kurang sebanyak 11 Ton.

Kemudian dua  orang ABK serta dua orang warga  yang diduga masa yang mencoba menghalangi petugas yang melakukan penindakan.

Selain itu dari dalam kapal petugas juga menyita berupa mercon, batu dan obor yang akan digunakan untuk melawan petugas.

"Untuk barang bukti bawang kita serahkan ke Bea dan cukai Belawan sementara itu kapal dan ABK kita amankan di sat pol air polres tanjungbalai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, petugas Bea Cukai/BC Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai menggagalkan menyelundupan balepres (pakaian bekas) yang diangkut kapal bermotor KM Telaga Baru GT.32 NO.930/Ppe dari Malaysia ke Indonesia.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) KPPBC TMP C Teluk Nibung Andry Irawan mengatakan, pihaknya mengamankan kapal tersebut berikut barang muatan (balepres) pada hari Kamis (13/7) sekitar pukul 03.55 Wib.

"Tim patroli laut BC mengamankan kapal tersebut diperairan Selat Malaka tepatnya di kawasan Bagan Batak sekitar pulau Salah Nama," katanya di Tanjungbalai.

Menurut Andry, sebelum melakukan patroli pihaknya mendapatkan informasi dari tim intelijen bahwa akan ada kegiatan pemasukan barang ilegal berupa pakaian bekas ke sungai Asahan.
Kemudian informasi itu dilaporkan ke kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP-C) Teluk Nibung M. Syahirul Alim menerbitkan surat perintah patroli dan berlayar untuk melakukan penindakan.

Atas perintah kepala kantor sebanyak 8 personil satuan tugas patroli laut (satgas patla) diterjunkan untuk melakukan patroli laut menggunakan speedboat nomor lambung BC15031.

Satgas Patla melakukan penyisiran di perairan Sungai Asahan, Tanjung Jumpul, sungai-sungai kecil dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal dicurigai yang masuk menuju perairan sungai Asahan, tetapi target tidak ditemukan.

Patroli diperluas menuju pulau salah nama dan melakukan pemantauan secara visual menggunakan teropong night vision dan pemantaun pada radar kapal patroli.

Akhirnya pada kamis dini hari satgas patla menemukan titik kumpul mencurigakan diduga aktifitas pembongkaran barang ilegal dari KM Telaga Baru ke perahu-perahu kecil.

Pada saat tim patla memberikan peringatan untuk menghentikan kegiatan tersebut para pelaku penyelundup tersebut melompat kelaut dan menghanyutkan diri kearah pantai untuk menghindar dari sergapan petugas.

Hasil pemeriksaan satgas berhasil menemukan dan mengamankan kapal bermuatan balepress, kemudian dikuasai dan dibawa menuju Belawan.

"Saat ini barang bukti berupa kapal Telaga Baru dan muatannya berada di pangkalan kantor wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatera Utara di Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Andry. (syaf)


Leher Dibacok, Ususnya Terburai


GUNUNG SITOLI-Gara-gara saling adu mulut membuat seorang tewas dan seorang lainnya kritis dibacok oleh tetangganya di Jalan Kolam, Desa Saewe, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Sabtu 22 Juli 2017.



Julius Parningotan Lase (19) tewas di tempat dengan mengalami luka bacok di leher dan usus terburai, sedangkan Obedi Lase (60) mengalami luka serius akibat luka tusuk di leher, tangan, punggung, dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Hendri kepada taslabnews.com, mengatakan bahwa kedua korban dibacok tetangganya berinisial HW dan SW. Terduga pelaku SW sudah diamankan petugas, sedangkan HW masih dalam pencarian.

Hendri menjelaskan kronologi kejadian nahas tersebut berawal dari saling adu mulut antara korban Julius dengan terduga pelaku HW. Tetapi Julius tidak terima sehingga mengambil sebilah pisau lalu mendatangi rumah HW bersama Obedi dan ketiganya pun berkelahi hingga akhirnya Julius tewas dan Obedi mengalami luka parah.

HW, sambung dia, langsung melarikan diri dan warga yang melihat kejadian itu membawa Obedi ke rumah sakit, sedangkan Julius meninggal dunia di lokasi kejadian.

Di hadapan penyidik, kata dia, pelaku SW tidak mengakui kalau dirinya yang menghabisi nyawa Julius dan Obedi, Ia mengaku bahwa dirinya pun menjadi korban penyerangan kedua korban. Namun SW mengatakan, adiknya berinisial HW yang menghabisi nyawa Julius.

"Seorang terduga berinisial SW yang merupakan tetangga korban telah diamankan dari tempat persembunyiannya di tengah hutan," kata dia, Senin (24/7).

Kini polisi masih memburu seorang terduga pelaku berinisial HW yang langsung melarikan diri usai peristiwa berdarah itu.

"Kita sedang memburu pelaku lainnya sampai kita dapat," pungkasnya. (syaf)


Powered by Blogger.