Diduga Aniaya Anak Tiri, Pria Ini Diusir dari Kampung

ASAHAN-Ringisan menahan rasa sakit terlihat di wajah Adelia (4) bocah perempuan yang diduga menjadi korban penganiayaan ayah tirinya. Adelia mengalami lebam di pipi dan mata kanan bekas siraman air panas. Akibat kasus ini, Wan Nasir Lubis (40) diusir warga dari kampungnya.

Wan Nasir Lubis ayah tiri yang diduga menganiaya anaknya bertengkar dengan pegawai puskesmas. Adelia bocah yang diduga dianiaya ayahnya bersama ibu dan adiknya.



Informasi diperoleh wartawan, Adelia merupakan warga Jalan Gergaji Rintis II, Kelurahan Sidodadi. Akibat luka yang dideritanya, korban dibawa warga ke Puskesmas, Rabu (23/5) untuk mendapatkan perawatan medis.

Hanya saja karena tidak ada yang mau membuat laporan resmi ke kantor polisi, akhirnya polisi tidak bisa menindak Wan Nasir Lubis. Warga hanya bisa meminta agar Wan Nasir Lubis meninggalkan Kelurahan Sidodadi. Wan Nasir Lubis.

Adelia yang ditanya warga terkait bengkak di wajahnya mengatakan dirinya dipukul sama ayah tirinya. Bukan itu saja, wajah bocah malang ini pun disiram air panas. Begitu mendengar keluhan sang bocah, warga langsung menghubungi pihak kelurahan untuk mendatangi rumahnya dan membawa Adelia ke puskesmas.

Ayah tiri korban Wan Nasir Lubis yang datang ke Puskesmas yang dikonfirmasi wartawan membantah. Wajah anak tirinya itu lebam bukan akibat kekerasan melainkan terjatuh.

“Bukan karena kekerasan itu, anak ku ini terjatuh. Karena bengkak ku coba mengobatinya sendiri,” jelasnya. Lurah Sidodadi Fendi dikonfirmasi membenarkan ada laporan masyarakat terkait ayah tiri menyiksa anaknya. Selanjutnya pihak kelurahan dan warga mendatangi rumah Adelia guna melakukan mediasi.


“Saya mendapat kabar dari kepling setempat yang mengatakan ada ayah tiri menyiksa anaknya. Makanya saat kami ke rumah Adelia dan melihat kondisinya, kami langsung membawa korban ke puskesmas agar mendapat perawatan intensif,” jelasnya.

 Menurut salah seorang warga dikonfirmasi saat berada di Puskesmas mengatakan, masyarakat yang berada di sekitar rumah Adelia meminta agar mereka jangan lagi tinggal di rumah itu lagi. (syaf/mc/int)


Subscribe to receive free email updates: