Pria Pengangguran Cabuli Anak Pemilik Warung Kopi

Padangsidempuan-Seorang pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap bernama Daniel Gultom alias Gerendel (21) diringkus polisi karena mencabuli anak tetangganya.
Tersangka pelaku cabul saat berada di kantor polisi.

Informasi diperoleh, pria yang tinggal di Desa Huta Limbong, Kecamatan Padangsidempuan Tenggara, Rabu (10/5)  dibui karena mencabuli anak tetangganya. 

Saat itu Gerendel mendatangi rumah tetangganya yang sekaligus dijadikan warung kopi. Setelah duduk lalu dia memesan kopi. Tak lama berselang, LS, si pemilik warung meminta Gerendel untuk menjaga rumah sekaligus kedua anaknya. Namun kepercayaan itu malah disia-siakan Gerendel.

Pas LS berangkat sama suaminya untuk membeli sarapan pagi, Gerendel pun masuk ke kamar kedua anak pemilik warung. Sebut saja MA (7). Saat itulah, Gerendel melihat MA dan adiknya tengah pulas tertidur di dalam kamar. Melihat itu Gerendel pun kemudian melakukan aksinya. Dia langsung mendekati MA dan membuka celananya dan mencabuli MA.

"Kejadiannya tadi pagi. Saat itu kami pergi beli sarapan," ucap orangtua korban. 

Kemudian, LS menceritakan, setibanya dia dan suaminya di rumah, dirinya medapati pelaku duduk di warungnya. Hanya saja, LS sama sekali tak menaruh rasa curiga. Tapi alangkah terkejutnya LS saat dirinya masuk ke dalam rumah. Pasalnya, saat itu MA mengadu kepadanya kalau Gerendel telah mencabulinya.

"Ngadu dia sama saya. Dibilangnya, kenapa mamak izinkan si Gerendel masukkan tangannya ke xxx. Makanya terkejut saya," katanya. 

Mendengar ucapan MA tersebut, LS pun keluar untuk menyampari Gerendel. Namun sayang, Gerendel kala itu sudah pergi dari warung miliknya.

"Karena nggak ada di warung. Kami carilah dia, setelah dapat kami bawa ke sini. Sekalian kami buat laporan. Soalnya, sebelum ke mari kami sudah ke bidan untuk meriksa apakah kemaluannya luka atau tidak. Karena dibilang bidan itu sudah luka, makanya kami langsung kemari," pungkasnya sembari menunjukkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL/192/V/2017/SU/PSP tetanggal 10 Mei 2017.

Sementara itu, Gerendel mengaku tidak ada melakukan aksi pencabulan tersebut. Dirinya mengaku, kalau dia masuk ke rumah tersebut lantaran mendengar tangisan adik MA.

 "Ngak ada bang. Ngak ada aku lakukan itu. Aku masuk ke dalam lantaran dengar adiknya nangis," ucapnya singkat.

Terpisah, Kasat Reskrim Pokresta Padang Sidempuan, AKP Zul Efendi mengaku pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor.

 "Sabar ya, masih kita periksa," ucapnya singkat. (syaf)

Subscribe to receive free email updates: