2 Hari Buka, Ramadhan Fair yang Digelar Pemko Tanjungbalai Tutup, Sekda Minta Jangan Salahkan Siapa-siapa


TANJUNGBALAI - Walaupun baru dua hari dibuka, namun sejak, Kamis (1/6) lalu, Ramadan Fair 1438 H/2017 M Kota Tanjungbalai sudah ditutup. Diduga, hal itu akibat tidak adanya pedagang makanan untuk berbuka puasa berjualan di lokasi Ramadan Fair yang dipusatkan di Jalan Masjid persis di depan Masjid Raya, Kota Tanjungbalai tersebut. Namun Sekda Tanjungbalai Abdi Nusa meminta agar jangan menyalahkan siapa pun dalam hal ini.

Lokasi ramadhan fair yang digelar Pemko Tanjungbalai.


“Jangan salahkan siapa-siapa. Pada awalnya pedagang berjualan barang dagangannya bermacam menu yang dinikmati pada saat buka puasa dan diketahui pedagang itu sudah puluhan tahun berjualan disepanjang Jalan Jamin Gingting sampai ke bundaran Jalan Jenderal Sudirman Tanjungbalai. Sehingga mereka enggan berjualan di lokasi ramadan fair yang digelar Pemko Tanjungbalai,” ucapnya.

Pada Ramadan tahun 2017 Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan perobahan dan berencana memindahkan pedagang dari Jalan Jamin Ginting dan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan Masjid tepatnya di sekitar depan Masjid Raya Tanjungbalai. Bahkan pemko telah mempersiapakan puluhan teratak tenda kecil untuk digunakan pedagang.

Namun dengan alasan takut tidak ada pembeli para pedagang enggan berjualan di lokasi yang telah disiapkan pemerintah. Hal itu membuat para pedagang memilih tetap berjualan di lokasi jualan mereka selama ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perindag Tanjungbalai Arman Padilah mengaku pihaknya sudah maksimal agar pedagang yang berjualan di Jalan Jamin Ginting dan Bundaran PLN dapat berjualan di Jalan Masjid.

“Kita sudah persiapkan tempat berjualan, hanya saat itu pedagang tidak mendapatkan informasi langsung bahwa pedagang musiman dialihkan ke jalan Masjid dan tahun depan kita lakukan pendataan ulang. Insya Allah terkendali,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tanjungbalai Buyung Pohan mengaku sangat menyesalkan tutupnya Ramadan Fair 1438 H/ 2017 M Kota Tanjungbalai. Hal ini membuktikan, tidak profesionalnya jajaran satuan kerja perangkat daerah yang mengelola Ramadan Fair Kota Tanjungbalai tersebut.


Menurut Buyung Pohan, tutupnya Ramadan Fair sebelum waktunya tersebut sangatlah memalukan dan harus mendapat perhatian serius dari Walikota Tanjungbalai. Jika perlu, Walikota Tanjungbalai harus memberikan sanksi tegas kepada pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang menangani kegiatan Ramadan Fair tersebut. (syaf)