SIANTAR-Oknum polisi yang menjabat sebagai Kapolsek di Polres Siantar marah-marah di kantor Satpol PP Siantar. Pasalnya rumah kos-kosan yang diduga diback up nya ikut dirazia personel Satpol PP.
Informasi diperoleh, saat itu personel Satpol PP Siantar melakukan razia di 7 titik lokasi yang berbeda.

Personel Provos menenangkan Oknum Kapolsek Siantar Barat yang sedang marah karena kos-kosan Rama Tama dirazia Satpol PP.

Dalam razia itu 8 orang tersangkut dalam razia. Namun razia tersebut membuat oknum polisi berpangkat Iptu berinsial JSS yang merupakan Kapolsek Siantar Barat tidak terima kos-kosan “Rama Tama” yang terletak di Jalan Seram, Gang Swadaya, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat dirazia personel Satpol PP.
Alasanya, dirinya tidak terima kos-kosan itu di razia lantaran petugas Satpol PP telah mendobrak pintu kamar kos tersebut.


Salah seorang anggota Satpol PP kepada awak media mengatakan, kalau JSS datang ke kantor Satpol PP dengan marah-marah.


"Tadi dia (Kapolsek) datang ke sini terus marah-marah sama kami. Terus dibilangnya kalau nggak bisa kalian kupenjarakan, jangan panggil aku si penjara," ucap salah seorang anggota Satpol PP yang sedang lepas dinas saat berada di Kantor Satpol PP, Sabtu (10/6) sekira pukul 14.00 WIB.


Saat Kapolsek Siantar Barat datang ke Kantor Satpol PP, 2 unit mobil yang melakukan razia masih di jalan.
Begitu sampai ke kantor, rombongan yang mendengar kapolsek marah marah langsung menuju ke Polsek Siantar Barat untuk menjumpai kapolsek. Dan disitu lah sempat terjadi keributan.


Kasatpol PP Robert Samosir membenarkan jika Kapolsek Siantar Barat mendatangi kantornya dengan marah-marah.


"Memang kapolsek datang ke kantor kami. Namun sewaktu ia datang ke kantor dengan marah-marah, saya sedang tidak berada di sini, karena kami kan lagi bertugas di lapangan. Hanya beberapa saja yang berada di kantor dan anggota telah melaporkan kejadian itu kepada saya," ujar Robert.


Menurutnya, kapolsek tidak terima karena mendengar kalau kos-kosan yang diketahui milik Koharik itu didobrak paksa oleh anggota. Robert menuturkan, kejadiannya tidak seperti itu, melainkan pemiliknya yang menyuruh untuk mendobrak pintu itu, makanya petugas mendobrak kamar kos-kosan.


“Kita hanya membawa 1 pasangan dari kos kosan Koharik itu. Kalau pun nanti ada panggilan karena kejadian tu, kita siap dan akan menjelaskan semuanya, ucap Robert. (syaf/mc/int)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.