Pemulangan Jenazah Tersangka Teroris di Sumut Ditolak Warga



MEDAN - Kedatangan jenazah terduga teroris bernama Ardial Ramadhana di Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (28/6) ditolak warga.


Puluhan warga menggelar aksi penolakan atas kedatangan jenazah teroris tersebut.

Setelah mendapat info bahwa jenazah akan diserahkan dari Polda Sumut ke pihak keluarga, warga berkumpul di dekat rumah orangtua Ardial Ramadhana yang berlokasi di Gang Dahlia Nomor 33.

 "Kami menolak jenazah terduga teroris ISIS dibawa ke kampung ini," kata warga sekitar bernama Noviansyah (32) di lokasi.


Menurut dia, warga tidak terima ada terduga teroris yang berada di kampung mereka. Mereka membawa kain putih yang bertuliskan kalimat penolakan terhadap kedatangan jenazah. 

"Kami tak mau masyarakat luas berpikir kalau kampung kami datang teroris. Lebih baik jenazah itu dikubur di tempat lain," ujar Noviansyah.


Penolakan ini juga diutarakan oleh seorang bilal mayat bernama Pangihutan Nainggolan (66), warga Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang. Dia menolak kedatangan Ardial Ramadhana, karena diduga merupakan jaringan teroris ISIS.

Pangihutan menegaskan pada masyarakat bahwa perbuatan teror tidak dapat diterima oleh umat muslim. "Saya selaku Bilal di desa ini, menegaskan tidak akan mensalatkan jenazah teroris. Apa pun ceritanya, jenazah itu harus dibawa pergi dari kampung ini," ucap Pangihutan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting membenarkan penyerahan jenazah terduga teroris tersebut.

 "Telah diserahkan jenazah pelaku penyerangan Pos Jaga Polda Sumut atas nama AR kepada orangtuanya di Jalan Makmur, Gang Dahlia nomor 33 Tembung, sekira pukul 12.00 WIB," ujar Kombes Rina. (Syaf/okc/int)